Yang Tidak Pernah (Di)muncul(kan)

et.jpg

Pertemuan akbar yang membahas perubahan iklim digelar di Bali. Ada banyak orang dari banyak negara bakal datang, dengar-dengar lebih dari 130-an negara dengan total peserta 10 ribuan orang. Angka persis berapa orang yang berkumpul di Bali karena acara tersebut, ndak penting, toh tidak ada juga yang bisa menjawab dengan pasti. Selain karena jumlah peserta masih bertambah terus, ada pula yang tidak terdaftar. Para pendampingnya itu, suami, anak istri, pembantu, tukang kepruk.

Tak usahlah berpayah-payah mencari tahu, karena bukan itu apa yang saya mau bilang. Bagi saya pertemuan ini adalah perjudian besar yang tak boleh gagal. Sudah teralu banyak yang telah dan akan dikorbankan agar pertemuan tersebut dapat terlaksana.

Saya membayangkan tumpukan kertas yang telah terhambur untuk urusan administrasi. Saya juga membayangkan plastik-plastik yang terserak. Lantas bahan bakar yang dibakar agar listrik tersedia untuk menerangi dan mendinginkan ruang-ruang rapat. Ah, belum lagi untuk mengantarkan para peserta itu bepergian. Mahal sangat harga yang harus ditanggung alam untuk menyelamatkan dirinya.

Sebuah upaya penyelamatan dapat dengan mudah terpeleset menjadi mencelakakan atau paling tidak turut andil mencelakakan, walaupun tak ada maksud untuk begitu.

Gambar diambil dari sini, lantas ditambahi kata-kata.

Join the Conversation

30 Comments

  1. hehehehe katanya sih sekitar 11000 – 15000 partisipan dari 190an negara.

    saya cuman cemas kalo tigger dan noel perlu pass khusus untuk sekedar berkecipakan di pantai. disini seru sekaliiii.

    in the middle of the giant party ๐Ÿ˜‰

  2. nek ning mbali,siap-siap nggowo kasur karo guling pakdhe pas meeting.ben iso turu sing nyenyak.yen perlu nggowo sleeping bag sisan,utowo matras. :)) ๐Ÿ˜›

  3. mari kita sama2 berdoa supaya ada hasil yang nyata dari konvensi tsb. dan yang penting adalah perubahan perilaku manusia2 terhadap bumi nantinya pasca konvensi itu. percuma saja 114 milyar melayang kalau perilakunya sama kayak dulu. bar-bar.

  4. wah ke bali ……

    – kalo butuh hiburan : ke sanur ajah (pasti tau sendiri)
    – kalo butuh massage : ke panti pijat p.wayan ajah (dulu sih komandan pecalang Nusa Dua).
    – kalo butuh kawan aman : hubungi mbak annanias.
    – kalo butuh kawan gila : hubungin saylow.
    – kalo butuh makan : beli sendiri (udah disediakan hotel ding yah).

    .::he509xรขโ€žยข::.

  5. satu rumah satu pohon. apa susahnya sih??

    pohon itu sarang genderuwo, makanya harus ditebang, kalaupun ditanam dan tumbuh besar, harus dipasangi pakuร‚ย  ๐Ÿ˜€
    tambahan lagi pengotor terbesar justru bukan rumah -mbilung-

  6. sampeyan pasti lebih tahu hajat besar kayak gini, formalitas atau beneran sih aslinya? ๐Ÿ˜€

    ada formalitas yang harus dilalui untuk jadi beneran. walaupun ndak jaminan juga jadi beneran walaupun formalitasnya sudah selesai …. mbundet sam!!!

  7. lah..
    kita berdoa semoga saja tuan-tuan yang disana bukan berkumpul untuk sekedar urusan seremonial saja,
    dunia tak butuh komitmen tertulis, protokol, atau apalah..
    dunia, termasuk kita, butuh langkah nyata…!!

  8. “Kompensasi dari adaptasi REDD (reduksi emisi dari pencegahan deforestasi bagi negara-negara berkembang) sangat menggiurkan. Dengan bermodal 144 milliar rupiah untuk penyelenggaraan UN Climate Change di Bali dalam sepekan di Desember nanti, Indonesia berharap untung hingga 33,75 trilliun rupiah pertahun bagi penjagaan kawasan hutan ke depan (Antara, 2007).”

    Mau berharap ini jadi penyelamat APBN ya? Dasar “Inlander” … hehehe

    * mlayu sipat kuping *

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *