1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Yang Tidak Pernah (Di)muncul(kan)

et.jpg

Pertemuan akbar yang membahas perubahan iklim digelar di Bali. Ada banyak orang dari banyak negara bakal datang, dengar-dengar lebih dari 130-an negara dengan total peserta 10 ribuan orang. Angka persis berapa orang yang berkumpul di Bali karena acara tersebut, ndak penting, toh tidak ada juga yang bisa menjawab dengan pasti. Selain karena jumlah peserta masih bertambah terus, ada pula yang tidak terdaftar. Para pendampingnya itu, suami, anak istri, pembantu, tukang kepruk.

Tak usahlah berpayah-payah mencari tahu, karena bukan itu apa yang saya mau bilang. Bagi saya pertemuan ini adalah perjudian besar yang tak boleh gagal. Sudah teralu banyak yang telah dan akan dikorbankan agar pertemuan tersebut dapat terlaksana.

Saya membayangkan tumpukan kertas yang telah terhambur untuk urusan administrasi. Saya juga membayangkan plastik-plastik yang terserak. Lantas bahan bakar yang dibakar agar listrik tersedia untuk menerangi dan mendinginkan ruang-ruang rapat. Ah, belum lagi untuk mengantarkan para peserta itu bepergian. Mahal sangat harga yang harus ditanggung alam untuk menyelamatkan dirinya.

Sebuah upaya penyelamatan dapat dengan mudah terpeleset menjadi mencelakakan atau paling tidak turut andil mencelakakan, walaupun tak ada maksud untuk begitu.

Gambar diambil dari sini, lantas ditambahi kata-kata.

30 orang ikut ndobos

1

Gravatar

03 December 2007 16:48:18

pitik

aku pesen oleh2e soko mbali om…bule wedok nganggo G string..ok??

2

Gravatar

03 December 2007 16:50:35

mpokb

maunya nolongin, tapi jadinya malah ikut ngotorin.. btw, tukang kepruk? :D

3

Gravatar

03 December 2007 17:02:44

mikow

ikut mesen oleh2 ya pakde… :)

4

Gravatar

03 December 2007 17:03:48

nana

hehehehe katanya sih sekitar 11000 - 15000 partisipan dari 190an negara.

saya cuman cemas kalo tigger dan noel perlu pass khusus untuk sekedar berkecipakan di pantai. disini seru sekaliiii.

in the middle of the giant party ;)

5

Gravatar

03 December 2007 17:04:56

aprikot

aku nunggu cerita live-nya aja nanti…

6

Gravatar

03 December 2007 17:40:38

yudhi

nek ning mbali,siap-siap nggowo kasur karo guling pakdhe pas meeting.ben iso turu sing nyenyak.yen perlu nggowo sleeping bag sisan,utowo matras. :)) :P

7

Gravatar

03 December 2007 17:41:01

Totoks

saya pantau saja berharap ada resolusi yang kongkrit untuk menyelamatkan planet ini

8

Gravatar

03 December 2007 17:43:43

didut

jadi mikir mrk mikir gak yah yg gituan, tp kmrn saya sdh fotocopy nya bolak balik buat yg dibawa ke sana :P

9

Gravatar

03 December 2007 17:57:22

kw

yuk kita nanem satu pohon aja di samping rumah :)

10

Gravatar

03 December 2007 18:10:29

mbahatemo

rada riskan po, mas?

11

Gravatar

03 December 2007 19:10:43

andex

ini…. sebenernya ceritane opo to, mas? koq aku bingung… trus fotone sampeyan nang acara iku sing endi? opo sing matane biru mblolok iku sampeyan?

12

Gravatar

03 December 2007 19:42:17

extremusmilitis

Mahal sangat harga yang harus ditanggung alam untuk menyelamatkan dirinya.

Bener Pak Dhe, bener apa yang di-katakan…
*ter-menung* :roll:

13

Gravatar

03 December 2007 21:10:39

Dee

saya kok jadi agak skeptis ya, kira-kira cucuk nggak dengan hasil yang dperoleh?

14

Gravatar

03 December 2007 21:25:04

BABAH

nek nganggo pit onthel kuwi dudu pertemuan akbar….itu pertemuan di balai desa….:-D

15

Gravatar

03 December 2007 22:25:36

antobilang

mari kita sama2 berdoa supaya ada hasil yang nyata dari konvensi tsb. dan yang penting adalah perubahan perilaku manusia2 terhadap bumi nantinya pasca konvensi itu. percuma saja 114 milyar melayang kalau perilakunya sama kayak dulu. bar-bar.

16

Gravatar

04 December 2007 06:10:11

MaNongAn

wah ke bali ……

- kalo butuh hiburan : ke sanur ajah (pasti tau sendiri)
- kalo butuh massage : ke panti pijat p.wayan ajah (dulu sih komandan pecalang Nusa Dua).
- kalo butuh kawan aman : hubungi mbak annanias.
- kalo butuh kawan gila : hubungin saylow.
- kalo butuh makan : beli sendiri (udah disediakan hotel ding yah).

.::he509xâ„¢::.

17

Gravatar

04 December 2007 06:19:48

MaNongAn

ralat : nananias ding :)

18

Gravatar

04 December 2007 07:43:01

bangsari

tgl 15 jadi ketemu di temasek pakde?

19

Gravatar

04 December 2007 09:22:08

de

satu rumah satu pohon. apa susahnya sih??

pohon itu sarang genderuwo, makanya harus ditebang, kalaupun ditanam dan tumbuh besar, harus dipasangi paku  :D
tambahan lagi pengotor terbesar justru bukan rumah -mbilung-

20

Gravatar

04 December 2007 09:48:36

annots

Tinggal di tunggu saja, apa hasil dari kopdar raksasa ala PBB itu untuk alam kita

21

Gravatar

04 December 2007 11:15:14

Hedi

sampeyan pasti lebih tahu hajat besar kayak gini, formalitas atau beneran sih aslinya? :D

ada formalitas yang harus dilalui untuk jadi beneran. walaupun ndak jaminan juga jadi beneran walaupun formalitasnya sudah selesai …. mbundet sam!!!

22

Gravatar

04 December 2007 13:06:39

yati

iya, pilihannya cuma dua….selamat atau ikut ga selamat :d jadi, hati2…selamat ber-forum. semoga biaya yg muahal itu ada hasilnya

23

Gravatar

04 December 2007 13:17:17

kombor

Yang penting jangan jual murah hutan kita, Sir. Jangan mau $5 per meter, haru $30 per meter kompensasinya.

24

Gravatar

04 December 2007 15:31:47

-tikabanget-

tukang kepruk? owalah, pakdhe tho maksudnya itu..

25

Gravatar

04 December 2007 18:49:57

Pacul

duduk manis, tinggal ngliat hasile
mudah-mudahan manpangat..

26

Gravatar

05 December 2007 10:06:32

stey

semoga berhasil..
*berharap semarang tidak sepanas ini lagi dikemudian hari*

27

Gravatar

05 December 2007 11:10:07

rebelution

lah..
kita berdoa semoga saja tuan-tuan yang disana bukan berkumpul untuk sekedar urusan seremonial saja,
dunia tak butuh komitmen tertulis, protokol, atau apalah..
dunia, termasuk kita, butuh langkah nyata…!!

28

Gravatar

05 December 2007 15:48:49

Yu Djoem

nunggu hasile

waiting mode : on

29

Gravatar

08 December 2007 18:14:38

tito

dikethak saja orang-orang itu satu-satu, sir.

30

Gravatar

09 December 2007 00:10:54

ndaru

“Kompensasi dari adaptasi REDD (reduksi emisi dari pencegahan deforestasi bagi negara-negara berkembang) sangat menggiurkan. Dengan bermodal 144 milliar rupiah untuk penyelenggaraan UN Climate Change di Bali dalam sepekan di Desember nanti, Indonesia berharap untung hingga 33,75 trilliun rupiah pertahun bagi penjagaan kawasan hutan ke depan (Antara, 2007).”

Mau berharap ini jadi penyelamat APBN ya? Dasar “Inlander” … hehehe

* mlayu sipat kuping *

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya