Mertua

Mertua. Sebuah kata yang nyaris sakral dan diucap dengan penuh hormat dalam setiap kesempatan. Beberapa iklan di televisi mencitrakan Ibu mertua sebagai sosok yang mesti ditakuti dan dituruti segala maunya oleh menantunya (terutama yang perempuan). Dalam iklan-iklan tersebut sang menantu (perempuan) dianggap lulus dalam urusan domestik (memasak dan mencuci) jika Ibu mertua sudah menyunggingkan senyum kikir sambil mengangguk-angguk dan melihat dari sudut mata karena kecemerlangan cucian dan kelezatan masakan. Soal sabun cucinya lantas merusak lingkungan atau masakannya digelontor MSG, itu urusan lain.

Hanya itu? Tidak juga. Mertua juga kadang dicitrakan sebagai seteru besannya. Baik dalam hal memperebutkan perhatian dari cucu atau memperebutkan kekuasaan di rumah anak-menantunya. Sangking jengkelnya (dan untuk jaga gengsi), di luar jangkauan panca indra mertua, sang menantu dengan bangga memproklamirkan bahwa mertua adalah penjaga anak dan rumah pada saat sang menantu sedang klayaban dengan teman-temannya. Nggo opo nduwe morotua, nek ora nggo tempilingan. Di rumah, lain cerita.

Lantas apa ya ada mertua yang mengayomi dan memanjakan menantunya? Kompak sangat dengan besannya, sehingga mereka bisa tiba-tiba menghilang dan pulang ke rumah sambil cekikikan seperti layaknya ABG pulang ngeceng? Mertua yang pantang ikut campur urusan rumah tangga anak – menantunya? Memproklamirkan dengan bangga kepada khlayak, ini lho menantu saya. Jikapun ada, mertua macam begini apa ya layak disinetronkan? Too good to be true, begitu istilahnya.

Saya dengan bangga berkata, mertua ideal itu ada. Dengan bangga pula mengatakan, seperti itulah mertua saya. Saat ini, di sini saya hanya ingin bilang, selamat ulang tahun perkawinan ke-48 Mama dan Papa. Makan-makan. Ayo, kirimi menantumu ini gule kambing.

Join the Conversation

34 Comments

  1. “Lantas apa ya ada mertua yang mengayomi dan memanjakan menantunya? Kompak sangat dengan besannya, sehingga mereka bisa tiba-tiba menghilang dan pulang ke rumah sambil cekikikan seperti layaknya ABG pulang ngeceng? Mertua yang pantang ikut campur urusan rumah tangga anak – menantunya? Memproklamirkan dengan bangga kepada khlayak, ini lho menantu saya.”

    Alhamdulillah saya dapat mertua yang seperti ini juga pakdhe.. insya allah kalau umur mereka panjang, umur perkawinan mereka menjadi 39tahun tanggal 1 mei nanti.. ๐Ÿ™‚

    happy anniversary untuk pakdhe & mertua-nya..

  2. woooooohhh….ke 48? hebat sekaliiii…..menantunya mudah2an bisa kayak gitu juga. amin ๐Ÿ˜€

    *keycodeku kopiholic. jadi inget dia lagi…kita blm nengokin ke bandung ya, mas? ๐Ÿ™

  3. met ultah perkawinan buat mertua ya dhe …
    biarpun mertuaku sekarang kena alzheimer, tapi aku yakin mbolokin jika beliau masih sehat, pasti jadi mertua yang fantastis baiknya! yang bisa ngekek2 kaya 2 abg ituuu ….
    hiks … jadi sedih sedikit …
    btw, salam kenal ya …

  4. Mbuh, mertuaku kabeh kudu ngatur uripku, padahal aku dah mbantu nyekolahin anaknya lho. Jadi duda dech…..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *