Kami Masih Seperti yang Dulu
“Ada apa antara sampeyan dengan ndoro?”, begitu ada yang bertanya. “Mengapa saling serang di blog?” begitu lanjutnya. Sik to le, ini ada apa to? Lha wong saya sama ndoro ya masih seperti yang dulu kok. Paling tidak saya masih mencari damai bersama bayangannya. Untuk itu hatipun rela berkorban, demi keutuhan kau dan aku (dipetik dari lirik lagu lawas “Tak Ingin Sendiri”).
Things aren’t always what they seem. Kata-kata di blog mudah sekali disalahartikan. Apalagi jika tulisan di blog lantas hanya dibaca bagian atasnya, bagian bawahnya, lalu meninggalkan komentar. Lantas, apa itu salah? Ah, ya saya tidak bilang begitu. Pada kenyataannya toh ada banyak cara untuk menyerap informasi yang begitu melimpah di blog. Lantas jika ada informasi tertinggal, itu soal lain. Paman bijaksini bersabda :
ngeblog itu butuh energi dan kesempatan… …apalagi bacanya!
![]()
“Lantas tulisan sampeyan dan ndoro soal “profesi” itu bagaimana?” Read between the lines, tole. Kami toh masih dan akan terus saling mendukung. Perkawanan melalui blog memang unik. Kita seakan tahu apa dan bagaimana sang penulis itu hanya dari membaca tulisan-tulisannya. Seolah tulisan itu adalah satu-satunya perwujudan dari sang penulis. Kepiawaian menulis, walaupun bisa dipelajari, harus diakui tidak merata pada setiap penulis. Belum lagi masalah gaya tulisan. Ini sulit, karena dalam tulisan tidak ada intonasi dan bahasa tubuh yang bisa didengar dan dilihat. Kata seperti “anjing” misalnya, yang memiliki banyak arti tergantung dari intonasi pengucapan dan bahasa tubuh, bisa hanya diartikan sebagai makian kasar.
“Berhati-hatilah dalam menulis”, begitu nasehat seorang kawan. Saya lantas menasehati balik kawan itu, “berhati-hatilah dalam mengambil kesimpulan dari tulisan”. Lagi pula, mana berani saya mengajak lelananging jagat berkelahi. Selain itu, saya toh memang membutuhkan pertolongannya agar studi saya berhasil dan dagangan mie saya laku. Saya juga masih perlu beli pulsa dan beli kudapan.
Hanya itu? Saya juga perlu pertolongannya, siapa tahu kendaraan saya rusak.

Gambar dikirimkan ke saya entah oleh siapa.
38 orang ikut ndobos
17 February 2008 13:51:36
yudhi
langjot juragaaaaaaaannn…………… wakkakakak
17 February 2008 13:58:22
Hedi
kenapa kata “bengkel”-nya di belakang? huh wartawan model apa kok ga ngerti grammer
17 February 2008 14:35:37
kw
sepakat, membaca itu sulit. menulis (yg bagus) juga. lalu kenapa ya kita kok mau bersusah-susah?
17 February 2008 14:48:46
mbakDos
sayangnya saya ndak tau dulu itu pegimana kaliyan
17 February 2008 15:07:46
Luthfi
lanjutttttttttttttttttttttttttttttttttt
*nunggu balesan di blognya ndoro*
17 February 2008 16:06:02
aad
setuju dengan paman bijaksini, ngeblog emang butuh energi apalagi membaca…. belom lagi kalo kopdar, selain butuh energi, butuh duit juga pakdhe….
*loangsung mbukak blognya ndoro*
17 February 2008 16:11:46
Anang
tenang pakdhe sir.. kalau keserang lagi nanti saya kirimken capture balasan….. ditunggu ya pakdhe sir…..
17 February 2008 18:03:54
yuswae
keplok-keplok..
17 February 2008 19:51:32
Mbah Sangkil
ya gitulah… kadang orang tidak mengerti arti sebuah persahabatan. Hanya karena bercanda dan sedikit melepaskan kejenuhan sudah dianggap “berkelahi” dan akan melepaskan arti persahabatan tersebut.
Gak segampang itu saudara-saudara untuk melepaskan sebuah persahabatan. Bukan begitu ndoro dan Pakdhe?
17 February 2008 21:56:17
ebeSS
lho e lho . . . tu itu cak wicak ga usah diurusi tak iyehh . . .
uangnya kadung meteran . . . . ga ngaruh . . .
17 February 2008 23:40:51
Gage Batubara
bah! ku pikir judul lagunya Dian Piesesha
18 February 2008 06:33:11
leksa
segera menuju warung pulsa + keripik disebelah …
bawa tiker dan kopi jos…
18 February 2008 07:15:57
Ndoro Seten
Oooo jadi gitu to yang sebenere…..
mulo ojo do kesusu!
18 February 2008 08:13:23
de
makanya, saya jadi pembaca aja (meski itu juga sulit)
18 February 2008 08:44:31
iway
angger we diteruskeun
18 February 2008 08:47:16
yati
huahahahaha….asik balesannya…!
18 February 2008 08:52:43
detnot
iya baca postingan kdanga perlu IQ tinggi juga pakdhe
18 February 2008 09:47:42
annots
Oooww, itu toh nama perusahaan karoserinya ndoro?
18 February 2008 10:08:05
pemilik bengkel
huahahahaha … *air mata sampe bercucuran*
18 February 2008 11:58:51
aprikot
menunggu apakah akan ada senjata pamungkas yang dikeluarkan oleh trimaskenthir ini untuk mengakhiri peperangan, berupa foto2 njilehi masa lalu??
*duduk dengan sabar*
18 February 2008 13:10:09
venus
horeeeee……ayo lanjuuuttt….:D
18 February 2008 14:25:42
anima
siapa yah yang menang nanti
*gelar tiker*
18 February 2008 14:30:00
mikow
dendam tiada akhir
18 February 2008 14:39:45
andrias ekoyuono
terus terus terus
*sorak sorak*
18 February 2008 15:45:39
Rara
@ pemilik bengkel, kenapa bercucuran air mata? ngenes ya liat bengkel sendiri.. hihi
18 February 2008 17:20:17
pitik
*njeber kloso, mangan kacang karo nonton wong padu*
18 February 2008 18:27:24
stey
ini saya udah pesen kripik, mie ama kokakola..mo liyat yang selanjoutnyaaa…tariiikkk…
18 February 2008 18:37:42
yoyok
hmmm…pada dibayar berapa buat ngiklanin ini macam-macam usaha ?
18 February 2008 18:44:44
Nazieb
Hohohoho.. inti postingan adalah gambar terakhir ternyata…
18 February 2008 22:33:45
tukang kompor
Sundull…sundul…up…up… lanjur juragaaann…
19 February 2008 01:03:50
sarah
Walah….pakdeh ini…
19 February 2008 11:15:30
escoret
wah…bakal rame nichh….
*setel radio*
19 February 2008 12:07:37
mpokb
kirain postingan tentang lagu yg bikin pasien RSJ nggak bisa keluar2 itu.. =’.'=
19 February 2008 13:22:12
adipati kademangan
wakqkqkqkqqkkqqkqkkqq … hek … hek …
numpang liwat ngguyu sampek nangis
19 February 2008 17:09:35
sluman slumun slamet
wah harus surpei di dolly ah, siapa tahu ada wisma wicaksono, wisma tyo….
19 February 2008 17:53:38
hanny
hahahaha mas wicak… wirausahawan sejati!
19 February 2008 21:13:11
Totok Sugianto
kali ini skor telah berubah 3 - 2 untuk kemenangan sementara dipegang oleh pakdhe…
*siapin kacang ama kopinunggu pertandingan lanjutan
19 February 2008 22:03:42
iphan
wakakakak… ndak kelar kelar yah…