1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Menertawakan Kesialan

One does not forget how to swim, or ride a bike. Sekali bisa berenang atau naik sepeda, tak akan pernah lupa. Ndobos!!!

Beberapa belas tahun yang lalu, pada saat saya masih yayang-yayangan (sekarang yayang beneran) sama perempuan yang akhirnya menjadi istri saya itu, kegesitan saya mengendarai stang lurus (sepeda motor) memang tak layak puji, gesit standard lah. Entah berapa kali itu dengkulnya terantuk tonggak besi yang dijadikan saringan mobil di ujung sebuah jalan di Bandung.

Sudah lama sekali saya tak menyupiri kendaraan stang lurus dan selalu pakai kendaraan stang bulat (mobil). Perubahan karoseri badan (sekarang berat depan) ternyata juga merusak keseimbangan tubuh. Maka wajar saja jika ganjaran untuk berani-berani mencoba kembali mengendarai stang lurus adalah terkapar di jalan, dan menjadi objek tertawaan banyak orang. Malu? Terhina? Ah, tidak, saya menganggapnya sebagai keberhasilan saya menghibur mereka … bajindal !!!

Lantas? ini soal apa? Ini soal menyikapi kesialan. Adalah Charlie Chaplin, sang pelucu tersohor dari Inggris yang menjadi bintang jaman film masih bisu. Tokoh yang dimainkannya selalu sial, korban dari keadaan walaupun pada akhirnya semua berbalik menjadi keberuntungan di pihaknya pada akhir cerita. Kesialan itu yang menjadi bahan jualannya. Pengakuan atas kelucuan film-film Charlie Chaplin seolah menjadi pengakuan betapa lucunya kesialan yang dialami orang lain itu. Sementara kesialan yang dialami diri sendiri, ratapi saja.

Chaplin tidak sendiri. Ada juga Abbott dan Costello, sementara untuk kelas lokal ada Doyok dan Kadir. Ada banyak macam kesialan yang dialami oleh orang lain yang bisa mengundang tawa spontan. Apakah yang tertimpa musibah menanggapinya dengan merengut atau malah ikut tertawa, itu urusannya dia. Lantas saya bagaimana dengan kesialan yang saya alami itu? Saya ikut tertawa ngakak.

19 orang ikut ndobos

1

Gravatar

01 March 2008 20:49:05

dewi

tertawa bukan untuk menutupi malu, sir? hihihi. jadi sudah ada sepeda ber stang lurus toh? darimana kemana, kirain kesandung ajah udah nyampe, bukan? :D

2

Gravatar

01 March 2008 20:49:15

Pacul

kurang skrinsyute kie………

wah..sukuran kie…sukuuuur..sukuuuur

3

Gravatar

01 March 2008 21:00:50

venus

perlu dibantu ngetawain situ, gak? :p

*ah, how i love hitting this Owkey button :D

4

Gravatar

01 March 2008 21:40:50

kardjo

Waktu Sir terkapar, ada cewek bule yang menolong ga?

5

Gravatar

01 March 2008 22:00:00

Totok Sugianto

wah sampeyan gak biasa nyetir stang lurus yo pakde.. nanti lain kali motornya diganti stang mobil gimana? kan kalo stang bundar udah biasa :P

6

Gravatar

01 March 2008 22:02:22

yoki

makanya karoserinya di permak lagi dung jadi berat depan, belakang, dan rata samping…seimbang kan? :D

7

Gravatar

01 March 2008 22:30:15

komikus keren

berarti situ mirip tukul, hobine mentertawakan diri sendiri :D

8

Gravatar

01 March 2008 22:44:10

kw

hebat, bisa mentertawakan kesialan sendiri. saya perlu waktu lama banget untuk sampai ke situ. :)

9

Gravatar

02 March 2008 00:44:12

mbakDos

kalo merasa senasib dengan panjenengan, itu sepertinya layak disebut kesiyalan gitu?! :D

10

Gravatar

02 March 2008 01:09:29

-=«GoenRock®»=-

Ada lagi yang menjual kesialan, Jaleel White yang berperan jadi Steve Urkel dalam Family Matters. Serial TV favorit saya waktu masih SMP :D

11

Gravatar

02 March 2008 02:00:59

-tikabanget-

tiap hari sayah ngakak ngakak aja inih kerjaannya :D
sial mulu. ktawa mulu.
wakakkaakak..

12

Gravatar

02 March 2008 03:06:31

yuswae

Kayaknya Pak De ndak konsentrasi karena terlalu banyak makhluk seksi di bali. :D

13

Gravatar

02 March 2008 04:08:45

Gage Batubara

wah.. pasti sudah sembuh, kan dokternya udah comment tuh… xixixixi…

14

Gravatar

02 March 2008 14:18:17

yati

hahaha….jadi, jalannya masih kayak pocong?

15

Gravatar

02 March 2008 23:39:47

Hedi

sudah kaya kok masih milih stang lurus

16

Gravatar

03 March 2008 09:05:43

bangsari

sial kok sugih?

17

Gravatar

03 March 2008 10:54:07

mikow

tertawalah sebelum dilarang :P

18

Gravatar

03 March 2008 19:24:21

Nazieb

Mulut tertawa hati menangis.. :mrgreen:

19

Gravatar

07 March 2008 21:26:03

sogol

hidup memang penuh dengan cobaan dan kegetiran

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya