1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bon Appétit

sajian21.jpg

Cari makan di Sanur itu gampang, tempat makan pating telecek, ada di mana-mana. Mau makanan jenis apa? Dari mulai makanan mentah sampai makanan gosong ya ada. Dari mulai nasi campur sampai makanan yang namanya saya ndak bisa melafalkannya ya ada. Suasana tempat bersantapnya juga beragam. Mau yang terang benderang , formal, atau yang terbuka di bawah pohon kelapa yang buahnya rajin dipetiki, ada.

Senang mestinya. Tetapi tunggu dulu. Ada rupa ada harga, walaupun sering juga harga dan rasa tak berkorelasi postif. Di sebuah rumah makan yang padat orang asing itu, begitu daftar menu dibuka, pisuhan bisa langsung mencolot (paling tidak dalam hati), “Madam Drembo!!!! lha kok ini gado-gado segini harganya?”

Tempat bersantap yang lebih ramah kepada calon pengunjung, mencantumkan menu beserta harganya di luar pintu tempat bersantap. Calon pengunjung punya kesempatan untuk mengukur daya belinya dan bisa meninggalkan tempat tersebut tanpa harus mengundang tatapan penyantap lainnya.

Saya ingat pada satu waktu di Dili. Tempat makan itu juga dipadati oleh banyak orang asing. Teman saya makan yang orang asli Timor, malah clingak-clinguk canggung. Tempat itu asing untuk dia, walaupun ada di tanahnya. Soal harga, dia juga tak habis pikir.

Perkara mahal dan murah itu katanya relatif. Baiklah, saya tak akan berbantah soal ini. Toh tak ada juga yang memaksa saya untuk memesan. Suka ya dibeli, tak suka ya tinggal minggat. Bagi para pelancong dari negara bermata uang kuat, apa yang ditawarkan dirasa murah. Sementara bagi para pemburu Rupiah, terutama para penghamba volume santapan, bisa lain urusannya. Bagi pedagang? Ah, kalau bisa jual mahal, kenapa jual murah.

Maka, jika masih ada yang nongkrong di trotoar sambil menikmati nasi goreng yang dijajakan dengan gerobak dorong, itu hanyalah masalah willingness to pay saja. Bon appétit.

31 orang ikut ndobos

1

Gravatar

11 March 2008 11:45:27

nananias

selama masih ada yang mbayarin, kayaknya ndak masalah hihi..

soal relatif? bener itu sir, kadang murah tapi ndak enak, mahal dikit tapi enak, mau milih mana?

2

Gravatar

11 March 2008 11:47:24

mariskova

Seperti kata saya sebelumnya,
It’s not about the willingness to pay. It’s about the willingness to die bankrupt. Or die starving. hahahaha…

3

Gravatar

11 March 2008 12:03:19

bangsari

waduh, kene nongkrong dan makan di pinggir jalan mergo keadaan je. ya gimana lagi, nasib kaya je. sesekali kami pengin juga makan yang murah. buat nostalgia gitu. hahaha

4

Gravatar

11 March 2008 12:10:20

mikow

makan siapa apa kita hari ini?

5

Gravatar

11 March 2008 12:24:23

bahtiar

urep pancen mung mampir mangan - ngombe …

ojo larang2 tuku mangan

duwete kanggo sodakoh bae …

:)

6

Gravatar

11 March 2008 12:26:31

guntur

kayaknya ini salah satu alasan saya lebih suka mengunjungi jogja daripada bali. lebih bersahabat ( pada kantong ).

7

Gravatar

11 March 2008 12:27:17

guntur

hlah sampeyan kok tau kalo saya gendut?

8

Gravatar

11 March 2008 12:48:14

nanok

Mbali ncen opo2 larang, nyang Solo mas mbilung nek mung arep ngawulo weteng dijamin ora ngentek’ké duwit

9

Gravatar

11 March 2008 13:33:50

annots

hari gini makan murah? Emangnya ada pakde?

10

Gravatar

11 March 2008 13:48:52

Hedi

paling enak makan nasi padang di pinggir jalan legian, masukin semua bumbu, makan pake tangan….tungguin tatapan bule :D

11

Gravatar

11 March 2008 13:55:58

dewi

murah dan mahal itu relatif memang, sir. tapi miskin dan kaya itu absolute :P

12

Gravatar

11 March 2008 13:56:55

aprikot

tempat berbicara pakdhe…

13

Gravatar

11 March 2008 14:09:37

zam

jadi inget Gurame Asam Manis Cak Kelik..

14

Gravatar

11 March 2008 14:15:46

pitik

pamer tok…kirim rene jal…

15

Gravatar

11 March 2008 15:56:51

leksa

untung saya belum jadi orang bermodal kuat .. :(
bisa misuh2 tiap kali mo makan :(

16

Gravatar

11 March 2008 16:16:05

kenny

jadinya aku mo ditraktir apa?? dah pilih harga blm??

17

Gravatar

11 March 2008 16:19:28

Effendi

Thanks God saya tersesat di kotanya CahAmbyar ituh… :|

18

Gravatar

11 March 2008 16:20:49

maya

njenengan enak pakdhe… rego larang sik iso mbayar….

19

Gravatar

11 March 2008 16:57:43

mbakDos

aaarrggghhhh sushiii!!!
nantikan kedatangan saya ke bali, pakdhe!

20

Gravatar

11 March 2008 17:14:29

daustralala

ke bali lagi nih? melorotin kantong siapa kali ini? jakakaka

21

Gravatar

11 March 2008 17:24:53

venus

madam drembo? wuahahaha….

22

Gravatar

11 March 2008 18:45:33

stey

misuh tapi kok ya tetep cuchi sih pakdhe..
ngiming2i thok..:((

23

Gravatar

11 March 2008 18:51:36

yok

@may
sik iso mbayar opo ono sing mbayari ?

24

Gravatar

11 March 2008 19:10:21

ndoro kakung

loh bukannya duit sampean meteran juga … :D

25

Gravatar

11 March 2008 22:46:40

elly.s

orang2 banyak duit kadang bukan cari kenyang mas..
mereka cari nama n gengsi…

n bagi kita (aq?) yg volume lebih penting…he he he
abang2 dorongan juga wenaaaakkkk

26

Gravatar

12 March 2008 00:14:18

Gage Batubara

saya disini sama nonadita masih makan ayam geprek, tahu susur, sama teh manis yg enak itu.

27

Gravatar

12 March 2008 01:41:10

Totok Sugianto

selamat makan pakdhe…. :D

28

Gravatar

12 March 2008 14:59:16

Mbah Sangkil

kalo lapar apapun yg disantap pasti enak

bukan begitu sodara-sodara???

29

Gravatar

12 March 2008 23:47:01

rumahkayubekas

Masih ada toh makan murah di Sanur?
Salam kenal Mas,

30

Gravatar

14 March 2008 08:13:33

didut

sanur?!? tidak!!!! wong ngenet sejam aja 30.000…mending buat beli pecel di semarang bisa sampe muntah-muntah :P

31

Gravatar

18 March 2008 17:55:11

nonadita

saya disini sama gage batubara masih makan ayam geprek, tahu susur, sama teh manis yg enak itu.

duh jadi laper lagi..

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya