Daging X

Sanur sebagai kawasan wisata, termasuk wisata birahi, ah banyak yang sudah tahu itu. Tanyakan pada Anto yang pernah mencari tempat pijet pada saat kunjungannya terkahir ke Bali, dia lebih tahu dari saya. Mas Iman juga ada memberi informasi tambahan, “daerah sanur..jalan danau ..danau itu
( hi hi hi nomor rumah selalu ada tambahan huruf xxx )“, begitu komentarnya di sini.
Binis begini juga sering kali disamarkan dengan istilah “bisnis daging”. Seperti yang diucapkan oleh supir taxi pencari tambahan penghasilan diluar argo, “dagingnya masih seger Pak“. Entah kenapa daging yang dipakai, bukan bunga seperti umumnya perempuan diumpamakan.
Spanduk yang saya temukan di sebuah jalan di Sanur tidak menjual daging seperti itu. Sebuah papan kecil di samping tempat usaha ini mencantumkan kata butcher, tukang jagal ternak. Walau begitu, saya toh tetap tersenyum melihatnya. Mungkin karena otak saya memang perlu dicuci.
Kata lain yang juga sering dipakai dalam bisnis birahi adalah “barang”. “Ada barang baru Pak, baru datang dari Bandung“. Atau, “barangnya bersih Pak“, rayu seorang perantara yang nongkrong di depan rumah bernomor tambahan X seperti yang disebutkan oleh Mas Iman tadi. Ah, kenyataan hidup yang ada di manapun, termasuk di Bali yang dijejali turis-turis yang mungkin tak cukup hanya menikmati keindahan pantai, sawah dan budaya.
Saya bukanlah ahli dalam soal-soal pelacuran, pengamatpun bukan. Bagi saya, terganggunya lamunan sembari jalan pagi menuju kantor oleh sapaan ramah yang menawarkan daging, adalah hal yang menjengkelkan. Ndak usahlah ngomel, biasakan diri saja dengan gangguan itu, sama seperti halnya saya membiasakan diri dengan gonggongan anjing di perempatan jalan itu.
42 orang ikut ndobos
12 March 2008 07:40:38
kw
di mana mana pelacur itu ada rupanya. benar berarti kalau ada yang bilang “kota tanpa bordil ibarat rumah tanpa kakus”
* tapi di bali tak perlu jengkel dengan copet kan mas
12 March 2008 07:59:49
nanok
Profesi paling tua homo sapiens
12 March 2008 08:07:36
nananias
bahasa memang disiplin ilmu yang ngga ada matinya
12 March 2008 08:23:26
bahtiar
“Ndak usahlah ngomel, biasakan diri saja dengan gangguan itu…”
yang bener aja …
12 March 2008 09:14:55
iway
dah tau legenda mang aya di bandung pakdhe? pokoknya aya lah
12 March 2008 10:05:05
dewi
hati2 membaca tulisan2 disini pak, lebih banyak tersiratnya dari pada tersuratnya. mas iman pasti lebih paham ituh.
12 March 2008 10:20:58
aprikot
lho masih jalan? ktnya mau nyepeda??
12 March 2008 10:22:53
pitik
regane piro om?
12 March 2008 11:05:13
nico kurnianto
walah ternyata itu ya kata kuncinya kalau di Bali!? saya baru tahu, berarti saya harus hati-hati kalau mau beli daging di sana
12 March 2008 11:43:38
antobilang
[…Tanyakan pada Anto yang pernah mencari tempat pijet pada saat kunjungannya terakhir ke Bali…]
opo ki
hahahaha
12 March 2008 12:29:32
ebeSS
berarti . . .hotline mereka dari street meat thailand, ya situs xxx ituh
12 March 2008 13:15:53
antobilang
satu lagi, istilahnya “ayam”,
tapi sayangnya saya belum pernah denger ” ada pitik baru mas, masih seger…”
12 March 2008 13:48:15
yok
Entah kenapa daging yang dipakai, bukan bunga seperti umumnya perempuan diumpamakan.
biar ga bias gender oom…sekarang kan pelacur cowo ada juga…
duh..jadi malu ikke :”>
12 March 2008 14:54:50
Mbah Sangkil
kalo saya lebih suka cari via tukang pijet hotel aja
*pengalaman jadi guide tamu kantor*
12 March 2008 15:38:38
yati
beuh…benci saya. kata daging dan anjing
12 March 2008 16:26:42
annots
kalo ke bali, pakdhe bisa menunjukkan “tempatnya” kepada saya?
12 March 2008 17:08:59
Ndoro Seten
emange sekilone rego piro Dhe?
enake dikapakne daginge itu?
12 March 2008 17:47:42
pitik
@anto : aku sik seger…njengkking yo siap..
12 March 2008 18:00:00
stey
untung saya ga begitu seneng daging pakdhe..
12 March 2008 18:04:00
Nazieb
Lha, ya bener toh… Nyewa daging, daging yang ada lobangnya
12 March 2008 18:24:45
adipati kademangan
halah … dodolan empal gondrong
12 March 2008 18:38:11
omith
Hargane murah op larang pak de..
rasane bedho gag..??
*hihhi*
12 March 2008 19:16:08
iman brotoseno
katanya sih ,..konon promosinya
” Kena Gigi Uang Kembali ”
* Mengutip
12 March 2008 22:59:58
-tikabanget-
sudah membiasakan diri dengan miting blom?
duh, ndak bisa konek YM, pakdhe..
12 March 2008 23:59:02
sarah
Hatihati pak deh jangan sampai tergoda membeli daging nya yaa
hi hi hi
13 March 2008 00:20:00
mbakDos
lho… kok raja daging? kalo panjenengan yang ditawari, mestinya ratu daging tho?!
atau jangan-jangaaann…
13 March 2008 00:53:56
V66
loh bisa dibayar pake Visa ama Master Card nih….
owkey(TM) langsung cabut ke TKP
13 March 2008 00:57:12
Totok Sugianto
yang penting jalan lurus saja .. jangan sampe salah masuk kantor pakde
13 March 2008 10:18:09
maya
Semoga panjenengan ndak tergiur pakdhe….. (berdoa dg khusuk)
13 March 2008 11:32:30
Hedi
endi onok daging ngono resik…eks bule pisan
13 March 2008 12:10:53
kenny
daging segar, bar dicelup ning pantai sanur
13 March 2008 14:57:31
merahitam
Jadi kalau disana nggak boleh sembarangan bilang, “Pak…bu…kalau mau beli daging dimana ya?”
13 March 2008 15:40:08
Effendi
Saya mawu daging geratis….
13 March 2008 15:47:48
mendoan
nek neng ternate istilahe luwih lugas pakde… ora isin-isin! pokoke nek salon sehat tur bersih ya ana tulisane “SALON ANU - NO SEX!!” kaya kuwe pakgede!!!
13 March 2008 17:05:10
zam
jadi yg dijual itu daging? atau anjing? atau daging anjing?
@mas iman: kena gigi uan kembali, kena lidah uang nambah, kena pantat tambah nikmat..
@kang pitik: hwakaakakakakak… *siap-siap garpu* endi silitmu?
13 March 2008 19:20:04
extremusmilitis
Pak Dhe, di-situ yang di-tawar-kan daging eh barang dari mana aja ?
13 March 2008 19:45:46
pacul
halah….rak ono skrinsyut daginge :))
wah..godaane nang mbali akeh tenan Lik……pantesan rambut semakin putih aja…… wekekekkek
13 March 2008 21:25:48
funkshit
musti bayar ya ??
mau ambil virus aja kok pake mbayar
13 March 2008 23:39:58
kidtonk
jangan dibiasakan, kalo dah biasa ntik malah tertarik
13 March 2008 23:46:57
wieda
anget2 mas….anget2…pakde…
mangatus nang lapangan, sak kampung deh
16 March 2008 10:52:37
mita
posting sebelumnya judulnya bon apetit, hahaha
24 April 2008 18:32:11
begu
wahhh, itu dagingnya pasti udah kadaluarsa yaa….soale daging yang begituan bisa menyebabkan kehilangan barang-barang berharga seperti : cincin kawin , jam tangan . hiiiiiiiiii seyeeemm..