Berita

Flu burung itu soal serius, kita berbicara soal kematian di sini. Kematian dalam jumlah besar bisa terjadi. Maka berita seputar hal ini adalah masalah yang sensitif. Salah berita, dapat berujung pada kepanikan masal. Terlalu berlebihan? Saya katakan, Tidak!!
Pagi tadi Momon dilanda kegundahan karena berita soal flu burung di sini. Berita berjudul “Indonesia, Mutasi Flu Burung Telah Terjadi” pada alinea pertamanya mengabarkan salah satu kabar yang paling ditakuti, saya kutip utuh :
MILAN, SELASA – Flu burung yang menyebar di Indonesia, kemungkinan telah bermutasi dan menyebabkan pandemik flu pada manusia karena bisa menyebar antarmanusia. Demikian diungkapkan lembaga pangan dan pertanian dunia Food and Agriculture Organisation (FAO), Selasa (18/3).
Intinya adalah pada kata-kata “telah bermutasi dan menyebabkan pandemik flu pada manusia”. Bagian akhir artikel tersebut menyebut sumbernya, sebuah kantor berita ternama. Ah, terjemahan rupanya. Tidak sulit untuk menemukan artikel aslinya di sini, yang berjudul “Bird flu may mutate to human form in Indonesia: FAO”. Baiklah, judul artikel tidak sama, sah-sah saja. Tetapi bagaimana kata “may mutate” lantas menjadi “Mutasi Flu Burung Telah Terjadi”, ini yang bikin runyam.
Apa yang tertulis pada artikel asli? Alinea pertama pada sumber mengatakan begini, saya kutip utuh :
MILAN (Reuters) – The bird flu virus, widespread in Indonesia, could mutate and cause a human influenza pandemic, the United Nations’ Food and Agriculture Organization (FAO) said on Tuesday.
Kata-kata “could mutate and cause a human influenza pandemic” yang lantas diterjemahkan menjadi “kemungkinan telah bermutasi dan menyebabkan pandemik flu pada manusia karena bisa menyebar antarmanusia” bagi saya adalah kesalahan besar. Bahwa virus flu burung dapat bermutasi, adalah bukan berita baru. Tetapi jika virus tersebut telah bermutasi dan menyebabkan penularan antar manusia, itu berita baru yang dapat mengundang kegelisahan besar. Seperti yang dialami Momon. Faktanya, sampai sekarang penularan virus flu burung antar manusia belum ada yang sustained, atau paling tidak saya belum pernah mendengarnya.
Sampeyan punya pendapat lain?
Gambar diambil dari sini.
36 orang ikut ndobos
19 March 2008 11:17:47
mbakDos
mungkin panjenengan bisa membantu dengan mengkursusi mereka itu aja dalam berbahasa, gimana sir?!
19 March 2008 11:37:13
komikus keren
aduh, itu wartawan kok ya ndak konsultasi pada nana miss pedapa dulu lo. waaaah, jian….
19 March 2008 11:40:10
dina
iyya pak dhe, sepertinya baru pada taraf kecemasan dan belom benar2 terjadi.
di http://www.usatoday.com/news/health/2006-06-23-birdflu_x.htm ada juga.
duh, aku malu sebagai orang INA btw hehe
19 March 2008 11:40:25
pema
Wah kompas………..kapan kempesnya yach
19 March 2008 11:45:09
kw
bisa jadi sang wartawan tak paham english, tapi memang sengaja, memelintir sampai artinya berubah total. siapa tahu?
oplah dan pageview memang kadang membutakan!
dulu banget saya sangat kagum pada wartawan. setelah tahu ada wartawan bodrex dan teman-temanya, oalahhhhh…..
19 March 2008 12:07:29
annots
mungkin kemampuan english si wartawan berkiblat pada englishnya cincha lawrah yang grathul grathul ichu
19 March 2008 12:19:18
yudhi
makane dhe,ning mbali sering2 sarungan,ben manuk sampeyan ra kenek flu burung.
19 March 2008 12:23:29
yok
kempes, sirna harapan, tempe, Jawa Pes, reduplikat, pos kotor
mari bermain kata2
19 March 2008 16:04:54
nananias
verbatim
19 March 2008 16:16:59
yati
omg! malu saya….:d sebagai org yg ga bisa bahasa inggris
19 March 2008 16:39:13
omith
wew.. parah..[kena sanksi ga tu wartawan]
19 March 2008 16:57:40
funkshit
ya bisa aja emang sengaja bikin kabar heboh . .tanpa berpikir klo di sini ada momon sama pakde mbilung yang bakalan protes
19 March 2008 17:00:50
nonadita
oh gitu yah…*buru2 buka kamus*
brarti ga salah yah kemaren nanya terjemahan apa itu (standard normal random variable value with 5% error) sama om mbilung …kekeke
19 March 2008 17:53:11
suprie
itu lah akibat dari terjemahan bebas, terjemahannya terlalu bebas jadi orang bisa salah arti
19 March 2008 18:56:26
Effendi
[...] omg! malu saya….:d sebagai org yg ga bisa bahasa inggris [...]
Same here…
19 March 2008 19:49:42
leksa
saya lagi suka2nya ngritik kompas saat2 ini bersama teman, Pak De..
Kok saya jadi kasian lihat generasi Kompas sekarang2 ya…
19 March 2008 19:52:52
wku
mbok kasian sama wartawan yang kerjaannya nerjemahin mulu, kayaknya karena keseringan di belakang meja, dia terisolasi jadi mumet, beda sama kawan2nya yang muter saban hari… (pembela wartawan nih)
19 March 2008 20:42:03
zam
saya liat acara Secret Operation di MetroTV, yg membahas soal perjuangan Menkes untuk memerangi Flu Burung.
Rupanya, itu adalah “fitnah” dari negara maju kapitalis yang memakai cangkemnya dunia (WHO).
Menkes sendiri membantah isu ini.
Banyak intrik politik yang campur tangan di masalah ini, pakde..
Yang pasti, saya salut sama Menkes yang sudah berjuang mati-matian..
19 March 2008 21:37:06
Pacul
walah…media indo ora gumun lik……soal menkes bentar lagi pasti ada upaya dari pihak luar untuk menurunkan dari posisi mentri, itu udah dimulai dengan kasus susu formula yang oleh media indo lebih di blow up ketimbang soal bukunya yang menurut saya lebih heboh dari susu formula yang ternyata data th 2003.
– nunggu brita selanjutnya –
19 March 2008 22:12:35
Hedi
berita gila
19 March 2008 22:13:45
dani
semoga masyarakat (bole dibaca: medical blogger dan peblog kesehatan umumnya) dpt meluruskan hal semacam ini..
ngga asal telen aja..
yah mengimbangi para medical googler jg lah..
19 March 2008 23:16:25
Herman Saksono
Saya masih panik nih Pakde!
20 March 2008 02:17:11
iphan
bahasa inggrisnya nih… pemberitaan yang tridak valid dan berita yang bersumber pada terjemahan yang berarti nggak pake verifikasi, bukan berita yang sah katanya… hwehwehwe
20 March 2008 03:35:24
papi
pakdhe mbilung sama ndorokakung kok bareng ya le membahas tentang flu burung.
apa karena burunge anda berdua kena flu?
*ngacirrrrr
20 March 2008 12:30:49
endik
memang benul, benar dan betul bahwasanya segala hal yang berkaitan dengan iler en umbel seekor manuk mbikin instabilitas bangsa pada umumnya dan kawasan regional kampung pada khususnya. kasus flu burung yang bermutasi menular antarmanusia memang bikin panik apalagi flu itu terjadi pada burung yang juga sudah bermutasi menjadi organ tubuh pria. INI JUSTRU LEBIH BERBAHAYA, selain beresiko kematian juga beresiko aib di mata masyarakat.
20 March 2008 13:38:22
-tikabanget-
iya tuh.
momon kemaren heboh cerita ituh..
gawat.
mungkin sayah pindah ruangan sajah kalo begini
**lirik momon**
20 March 2008 14:41:58
maruria
ngawur banget sih.. menyebar berita bohong dipenjara nda pakdhe??
20 March 2008 15:03:49
maruria
ngawur ae lek nerjemahke iku…wadoooohh..bikin panik aja…
20 March 2008 15:21:32
haikal
wew…
omg
22 March 2008 08:26:33
-=«GoenRock®»=-
Weleh, untunge rung diterjemahke boso Jowo. Iso luwih gaswat maneh iku
22 March 2008 09:14:06
maya
mustinya, panjenengan bikin berita baru yang menjelaskan keadaan sebenarnya. Supaya masyarakat awam menjadi ndak panik pakdhe…
23 March 2008 00:05:23
yoyo kesambet
Saya ndak khawatir kok…serahkan semua pada yang diatas…
23 March 2008 17:31:53
Bart
Wah ntar ada Burung Burung Ninja saingan Kura Kura Ninja….hehehehe..
Ya, itu gimana pola kita menjaga kesehatan aja… hehehehe…
23 March 2008 23:53:23
nib
iyah pakdhe saya jugak jadi binun inih, di koran Kompres
yang sampeyan kutip itu tertulis MILAN, SELASA –
tapi di artikel aselinya tertulis MILAN, (REUTERS)-
sejak kapan gitu loh basa inggerisnya selasa ituh reuters…
apakah ini bukan pembodohan namanya. Saya setuju
sama pak dhe dalam mengkritisi koran ituh.
24 March 2008 18:20:08
antown
kematian itu pasti. maka sebelum mati mari makan yang enak2 dulu hehehe…
salam
17 June 2008 09:39:56
sibul
Kalo mau hidup ya… mesti siap untuk dimatiin….!!!