1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for March, 2008

Tusuk Gigi

tusukgigi.jpg

Tusuk gigi, mungkin  alat pembersih gigi yang paling tua yang digunakan manusia.  Pembersih sisa-sisa makanan yang menyangkut di celah-celah gigi tepatnya. Dongkrak, adalah kata lain yang sering digunakan untuk menyebut benda ini. Bahan pembuatnya bisa bermacam-macam, seperti dari kayu, bambu atau plastik (sedotan yang dipotong). Ada yang “disajikan” polos, ada pula yang diberi perasa mint di ujungnya.

Continue Reading 29 Comments

Cepat Saji, Cepat Mati

“Jangan makan makanan cepat saji (fast food), bisa sakit, kanker, mematikan”. Nasehat lainnya, “minuman bersoda itu bisa bikin ususmu bolong”. Menanggapi nasehat tersebut, biasanya saya jawab dengan gaya ngeyel, ndableg dan ngeselin. “lha kalo usus saya ndak ada bolongannya makanan yang saya makan mau lewat mana?” Masih ada nasehat lain, “kamu itu, makan kok mie instant, sakit lho nanti.”

Sampeyan ya mestinya pernah dengar nasehat begitu, ada yang disampaikan secara lisan atau melalui tulisan. Dalam kasus saya, itu yang menasehati secara lisan kadang lantas menghabiskan makanan yang ndak jadi saya makan itu. “Sekali-sekali, ndak apa-apa”, begitu katanya sembari dia sibuk mengunyah. Saya toh hanya bisa memaki “Sompret!!!”

Continue Reading 41 Comments

Daging X

daging.jpg

Sanur sebagai kawasan wisata, termasuk wisata birahi, ah banyak yang sudah tahu itu. Tanyakan pada Anto yang pernah mencari tempat pijet pada saat kunjungannya terkahir ke Bali, dia lebih tahu dari saya. Mas Iman juga ada memberi informasi tambahan, “daerah sanur..jalan danau ..danau itu
( hi hi hi nomor rumah selalu ada tambahan huruf xxx )
“, begitu komentarnya di sini.

Binis begini juga sering kali disamarkan dengan istilah “bisnis daging”. Seperti yang diucapkan oleh supir taxi pencari tambahan penghasilan diluar argo, “dagingnya masih seger Pak“. Entah kenapa daging yang dipakai, bukan bunga seperti umumnya perempuan diumpamakan.

Continue Reading 42 Comments

Bon Appétit

sajian21.jpg

Cari makan di Sanur itu gampang, tempat makan pating telecek, ada di mana-mana. Mau makanan jenis apa? Dari mulai makanan mentah sampai makanan gosong ya ada. Dari mulai nasi campur sampai makanan yang namanya saya ndak bisa melafalkannya ya ada. Suasana tempat bersantapnya juga beragam. Mau yang terang benderang , formal, atau yang terbuka di bawah pohon kelapa yang buahnya rajin dipetiki, ada.

Senang mestinya. Tetapi tunggu dulu. Ada rupa ada harga, walaupun sering juga harga dan rasa tak berkorelasi postif. Di sebuah rumah makan yang padat orang asing itu, begitu daftar menu dibuka, pisuhan bisa langsung mencolot (paling tidak dalam hati), “Madam Drembo!!!! lha kok ini gado-gado segini harganya?”

Continue Reading 31 Comments

Prelude

ultah.jpg

Nana berulang tahun, sebuah alasan bagus untuk bercengkerama. Maka sore itu, saya, Nana, Anima dan Dewi asik berbincang hingga lebih dari 5 jam di sebuah tempat duduk-duduk sembari ngemil di Sanur. Sayangnya Dental sedang sangat sibuk sehingga batal datang.

Continue Reading 28 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru