Ayo Pamer

solek.jpg

Dalam acara blogger day kemarin itu ada pertanyaan seputar kenarsisan blogger, yang dijawab oleh Miund, ndoro kakung dan Raditya Dika dengan singkat saja. Ya, memang narsis, paling tidak jawaban itu berlaku untuk mereka, begitu katanya. Miund bahkan menulis “Mending NARSIS dari pada NARKOBA”, di sini. Bicara-bicara soal narsis, saya ada teringat salah satu kuliah perkara tingkah laku mahluk hidup yang gemar pamer, terutama pada saat musim berpasangan.

Pada hewan, burung misalnya, jantan adalah pesolek fanatik dan tukang pamer. Baik dalam hal penampakan (warna bulu) atau dalam hal keahlian (ketrampilan membangun sarang). Soal warna bulu yang meriah jreng pada hewan jantan, saya pernah menuliskannya di sini. Tidak heran jika beberapa spesies burung, yang jantan menjadi enak dilihat. Makin indah penampilannya atau makin yahud hasil karyanya, makin sukses dia mengundang betina terbaik (atau terbanyak) untuk dikawininya.

Pada beberapa spesies, cantik saja tidaklah cukup. Pada Cendrawasih misalnya, keelokan bulu harus juga ditunjang dengan kepiawaian menari. Sang betina akan melihat keelokan bulu dan kelincahan gerak sebagai pertanda bahwa sang jantan memiliki cukup sumberdaya untuk kelangsungan hidup keturunannya. Inilah jantan idamanku, mungkin begitu kira-kira ujar sang betina.

Pada hewan lain, keindahan diwujudkan dalam bentuk fisik sang jantan. Tongkrongan yahud menjadi syarat untuk mendapatkan pasangan. Gorilla dengan bentuk tubuhnya, Rusa dengan bentuk tanduknya atau Walrus dengan timbunan lemaknya. Semua harus dipamerkan secara demonstratif.

Pada manusia? Ah ya sama saja pikir saya. Memang pada keadaan kasat mata perempuan lebih rajin mematut diri, berdandan. Sementara laki-laki lebih banyak yang seperti tak peduli. Tetapi pada beberapa laki-laki, mereka malah berusaha keras untuk melakukan pengaturan di mana lemak harus ditimbun dan di bagian mana otot harus ditonjolkan. Sementara untuk orang yang tubuhnya sudah amat sangat sulit untuk diatur menggunakan hal lain sebagai upaya unjuk diri. Bisa kekayaan, bisa kepandaian, bisa pula sense of humour yang bagus. Maka jika ada laki-laki berbadan indah, secara finansial terjamin, berpengetahuan luas dan bisa membuat pasangannya tertawa, bisa jadi ia memiliki modal kuat sebagai idaman perempuan. Betul?

Tampaknya tak semua begitu. Sebuah lagu lawas berjudul “Pilihlah Menantu” ciptaan Ismail Marzuki yang dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Ratna Latumeten ada berujar begini :

Ratna:
oh ibu, ibu sabarlah dulu, janganlah nafsu mencari mantu
harus teliti dan hati-hati, kutak ingin menyesal di belakang hari

Bing:
pilihlah aku kapten udara, helikopterku emas kawinnya
pilihlah aku mayor lautan, kapal selamku tiada yang lawan

Ratna:
kapten udara memang jempolan, hebat sekali mayor lautan
sayanglah sayang mereka itu, bukannya pilihan idaman hatiku bu

Bing:
pilihlah aku saudagar muda, kota Jakarta ana yang punya
pilihlah aku raja wartawan, ke Hollywood kita pergi lain bulan dik

Ratna:
saudagar muda aku emoh bu, walaupun dunia dia yang punya
aku tak ingin pada wartawan, takut rahasia dapur masuk di koran

Bing:
pilihlah aku kandidat duta, bulan madumu kutub utara
pilihlah aku arsitek kaya, rumah gedung besar wang kuncinya

Ratna:
kandidat duta kutub utara, takutlah beku asmara beta
arsitek kaya I don’t like mama, silau mataku die banyaklah lagaknye

Bing:
habis yang mana pilihanmu dik, yang ini ogah yang itupun ogah

Ratna:
pilihanku bu manusia biasa

Bing/Ratna:
walaupun mas kawinnya hanya beca

Jadi, jika lagu itu dijadikan panduan, apakah dengan tidak pamer lantas bisa dapat yang diidamkan? Ho ho ho, sebentar dulu sobat, memamerkan diri bahwa sampeyan itu manusia biasa adalah hal yang paling berat. Salah-salah malah sampeyan seperti sedang minta dikasihani.

Foto oleh Gage.

Join the Conversation

64 Comments

  1. narsis itu sebenarnya manusiawi… naluri makhluk hidup kali, ya? 😛

    btw…
    “Maka jika ada laki-laki berbadan indah, secara finansial terjamin, berpengetahuan luas dan bisa membuat pasangannya tertawa, bisa jadi ia memiliki modal kuat sebagai idaman perempuan. Betul?”

    Kok saya sering bgt suka sm yg sebaliknya, ya? 🙁
    susah suka sm laki2 yg udh punya banyak penggemar. 😛
    lebih baik suka sm cowo yg “aneh2″… lebih “menantang”.
    hahahaha… 😀

  2. saya malah mikir gitu pakde 🙁
    capek disekeliling isi nya cewe2 berbobot dan bermutu..

    malah sak iki bermimpi kalo emang bisa, mogo2 dapet jodoh yang manis sekedar cewe Ndeso yang bikin adem hati saja … 🙂

  3. *ngeliat foto sambil membayangkan gaya jalan pak de waktu dishoot anto pas Juminten Mbilung*

    najis tralalalalalla……………

    *ngumpet di bawah meja*

  4. “Maka jika ada laki-laki berbadan indah, secara finansial terjamin, berpengetahuan luas dan bisa membuat pasangannya tertawa, bisa jadi ia memiliki modal kuat sebagai idaman perempuan. Betul?”

    SiMbah Ed bilang :

    “Ah, rekanku satu itu memang tau perasaan wanita..”

  5. komposisi bagus, dipinggir frame, creates a tension, sudah dewasa secara komposisi dan framing.
    aku suka dengan dimasukkanya lampu gantung di atas, creates balance, apalagi ambil angle diagonal, wierd balance
    cakap sekali !
    post processingnya cantik

    lack of emotion though…

    ~sok jadi kritikus 😀

  6. 1) sejak populer istilah “juminten mbilung” . . .
    kok ikutan jadi “melambai” sir . . . . . .

    2) foto diatas mau jadi menantu? . . . amit2 . .
    lha wong dua anak saya laki2 semua jee . .

    3) postingan ini patut ditiru . . klo berani . . . 😛

  7. Maka jika ada laki-laki berbadan indah, secara finansial terjamin, berpengetahuan luas dan bisa membuat pasangannya tertawa, bisa jadi ia memiliki modal kuat sebagai idaman perempuan.

    kurang satu.
    kurang GENIT :))

  8. Hello there! Do you know if they make any plugins to assist with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good gains. If you know of any please share. Many thanks!

  9. Along with every thing that seems to be developing within this subject material, your points of view tend to be relatively stimulating. On the other hand, I am sorry, but I do not subscribe to your whole plan, all be it refreshing none the less. It seems to us that your opinions are generally not totally validated and in reality you are yourself not even wholly confident of your point. In any case I did take pleasure in reading it.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *