Kebakaran … Kebakaran

Ada email yang masuk beberapa hari yang lalu mengabarkan soal pelatihan pencegahan dan pemadaman api jika terjadi kebakaran yang harus diikuti oleh seluruh pegawai. Wajar saja, dan itu merupakan keharusan menurut saya. Kantor saya yang nyaman itu memang rawan terbakar. Bahan jerami, kayu dan bambu yang mudah terbakar memang banyak terdapat. Hanya saja, saya tak begitu antusias menyambut rencana pelatihan itu. Ini akan membosankan, begitu pikir saya. Ternyata saya salah, sangat salah.
Datang di kantor, para petugas dari Dinas Kebakaran Kota Denpasar sudah bersiap di tempat acara. Acara dimulai, saya masih setengah hati mengikutinya. Hingga tiba acara “ceramah” dari para “Unsung Hero” itu, para anggota Dinas Kebakaran.
Pak I Gusti Ngurah Bagus Adnyana, begitu namanya. Entah karena dia memang sudah amat sangat berpengalaman (baru 32 tahun bekerja katanya), atau memang dia seorang komunikator ulung, “ceramahnya” begitu hidup dan mempesona. Tidak seperti banyak ceramah lain yang pernah saya ikuti, kali ini, tidak ada yang tertidur atau mengantuk. Dia benar-benar menguasai apa yang diomongkannya.
Tidak hanya berceramah, acara praktek pemadaman api dan evakuasi juga berlangsung meriah. Cara-cara pemakaian alat pemadam “tradisional” seperti air, pasir dan karung basah diperagakan dan dipraktekan oleh seluruh peserta. Demikian juga dengan alat bantu “modern”, Alat Pemadam Api Ringan.
Acara diakhiri dengan makan-makan kudapan ringan dan mendengar pengalaman para petugas Dinas Kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Satu hal yang mengejutkan saya adalah soal nomor bebas pulsa nasional untuk menghubungi pemadam kebakaran. Hingga bulan lalu, sejak awal tahun, nomor 113 itu mencatat menerima 35.000 PANGGILAN PALSU. Soal panggilan palsu begini sudah sering diterima oleh petugas Dinas Kebakaran, dan bukan itu yang mereka keluhkan. Ketakutan mereka adalah, nomor tersebut menjadi tidak dapat dihubungi oleh korban kebakaran sungguhan karena sibuk menerima panggilan palsu. Nomor bebas pulsa dipakai bercanda tak lucu, sungguh sangat Indonesia sekali.
Apa yang dilakukan Pak Ngurah dan teman-temannya adalah hal yang luar biasa, walaupun berulang-ulang dia berkata “maaf, ini memang sudah tugas”. Ditanya soal apakah petugas Dinas Kebakaran minta bayaran jika rumah dilalap api, Pak Ngurah menjawab sambil tersenyum, “Biar saja yang bilang begitu, kalau rumah yang bilang begitu terbakar, dia pasti tau jawabannya. Maaf, saya ndak mendoakan”.
41 orang ikut ndobos
24 April 2008 17:08:28
yudhi
benar-benar “fireman”
24 April 2008 17:11:54
mikow
Jadi ingat dengan ratusan teman2 buruh honorer di dinas kebakaran prov jakarta. Gaji yang tidak sebrapa, masa depan yang tidak jelas dan resiko perkerjaan yang berat.
24 April 2008 17:22:13
bangsari
““maaf, ini memang sudah tugas”. Ditanya soal apakah petugas Dinas Kebakaran minta bayaran jika rumah dilalap api, Pak Ngurah menjawab sambil tersenyum, “Biar saja yang bilang begitu, kalau rumah yang bilang begitu terbakar, dia pasti tau jawabannya. Maaf, saya ndak mendoakan”.”
kalimat ini maksdunya gimana ya?
24 April 2008 17:27:07
kw
pantang pulang sebelum padam, ikrar mereka.
salut. semoga mereka nganggur terus hi hi hi
24 April 2008 17:27:58
ngodod
Jadi sekarang dah bisa memadamkan api..? Saya sedang terbakar “api asmara” nih.. Need help…
24 April 2008 17:28:03
pema
Setuju sama Ipoul….
24 April 2008 17:32:24
iway
mbakyu di poto itu alisnya jadi kriting ga pakdhe?
24 April 2008 18:01:56
matahati
Oh..ada to pelatihan utk kebakaran. Kirain cuma ada pelatihan evakuasi gempa sama pelatihan-pelatihan buat ngabisin dana APBD. :))
24 April 2008 18:04:11
fahmi!
ayam dan ikan gurami memang nikmat dalam kondisi terbakar pakde, apalagi dilumuri kecap. jangan dipadamkan.
24 April 2008 18:44:55
Hedi
Seumur-umur baru sekali ikut latihan kebakaran, kesannya: lucu tapi berguna
24 April 2008 18:55:05
leksa
*abis baca ini kok aku pengen jadi pemadam kebakaran ya, pak de
24 April 2008 20:39:01
mbakDos
lha trus bukannya ikut simulasi, panjenengan malah sibuk moto2
24 April 2008 20:48:40
samsul
PMK, sebuah profesi yang mulia
24 April 2008 21:32:10
Anang
latihan membakar kok ndak pernah ada ya…
24 April 2008 22:16:31
Philip
dalam pemetaan kesiapan bencana kodya Denpasar, emang kebakaran masuk dalam 4 besar. Jadi ya ndak heran kalau Dinas Pemadam Kebakaran jadi aktif kasih pelatihan, kalau endak ya bisa-bisa mereka sendiri kewalahan menghadapi jumlah kebakaran yang terus meningkat…
24 April 2008 23:45:41
daustralala
Baru kemarin membincangkan soal ini dengan teman2 kantor. bayangkan kami sama sekali tidak pernah tahu bagaimana menggunakan firehose.
25 April 2008 00:05:21
kw
@bangsari dan pema: kalau aku nangkepnya pak ngurah merasa tugasnya “biasa saja” meski di mata penulis dia hebat.
dia jengkel “di tuduh” minta bayaran ke pemilik rumah yang terbakar.
(deskripsi yang keren tanpa harus nyinyir menjelas-jelaskan kepada pembaca nya hi hi..)
25 April 2008 08:31:45
wawankibc
halo pak rudi , wawan kutilang siap berkomen-komen ria ..
he,
25 April 2008 08:38:11
wawankibc
pak rudi pakabar
25 April 2008 08:42:52
wawankibc
wawan kutilang siap berkomen-komen hehe…
25 April 2008 08:48:33
galih
@Anang:
untuk membakar-bakar orang indonesia mah udah pintar, apalagi kalau lagi demo. jadi nggak usah pake pelatihan segala.
25 April 2008 09:33:52
pinkina
gara2 kosanku pernah kebakaran, saiki nek krungu sirine pemadam kebakaran lgsg parno huheehueheueue
25 April 2008 13:07:33
bakulsempak
superman tapi bukan fiksi
25 April 2008 13:27:41
dian
sekilas liat gb nya tak kiro td latian ritual vodoo je, jebulane…
25 April 2008 14:41:41
iman brotoseno
nggak kebayang daerah sampeyan kebakaran…pasti ajaib ajaib , orang orang yang bermunculan dari jalan danau danau itu…
25 April 2008 15:31:46
Rara
kebakaran, jangan sampai ya.. sereem.. cuma mimpi aja udah mengerikan..
25 April 2008 16:05:15
EsTehTawar™
Justru yang penting itu foto2nya.
25 April 2008 16:08:48
wawanwae
Kalau yang terbakar jenggot hubungi siapa ya. Anang kali
25 April 2008 17:00:57
yok
hmm…
25 April 2008 18:10:58
gandhi
saya dulu pernah juga latihan kayak gini
cuma di kapal laut huhuuuuhhuu
25 April 2008 18:21:26
latree
aku tau bagian yang paling seru dari acara itu: makan-makan kudapan
26 April 2008 00:14:09
Blog Kenthir
[…sejak awal tahun, nomor 113 itu mencatat menerima 35.000 PANGGILAN PALSU…]
Sampean tercatat ndak ? hehehe.
26 April 2008 00:43:27
sluman slumun slamet
konon di sebuah negeri yang sudah sangat kapitalis, pemadam kebakarn menjadi profesi yang paling digandrungi.
26 April 2008 12:03:39
funkshit
wah banyak juga ya yang iseng panggilan palsu.. gondok juga tuh petugasnya klo udah siap2 dateng ternyata laporan palsu. ..
26 April 2008 12:15:51
tito
lhooo,pak ijo ikut latian kebakaran.
26 April 2008 12:33:01
kenny
yg namanya gratis kog dimana mana jadi rebutan, tms pulsa gratis
27 April 2008 09:12:06
ebeSS
burung, mbakdos, vivink kan ga punya jenggot, jadi ga bisa kebakaran sir
27 April 2008 17:55:56
blanthik_ayu
aku juga pernah jadi mbak2 kayak di foto sampeyan kui pakde…
“inget tampang inocentku yg terpajang di tim evakuasi, di tempel di tembok warnetku :D”
27 April 2008 23:40:34
Totok Sugianto
sesekali memang perlu ada pelatihan seperti ini biar gak panik jika terjadi kebakaran betulan, paling tudak sudah bisa gimana cara pegang alat pemadam yang benar
28 April 2008 18:20:23
-tikabanget-
Pak I Gusti Ngurah Bagus Adnyana.
Sayah jadi pengen ngobrol sama beliau, pakdhe..
29 April 2008 22:21:00
stey
hemmm..quote yang terakhir..maknjleb!!
kadang kalo berhubungan dengan pelayanan jasa di negeri kita ini emang suka buruk sangka ya pakdhe..