Size Does Matter

dre0619l.jpg

+ : Pak, penis itu buat apa?
– : Untuk reproduksi, saluran untuk mengeluarkan sperma.
– : Juga untuk saluran untuk mengeluarkan air kencing.
+ : Gitu ya Pak. Tapi Pak, kalo hanya untuk itu kenapa ukurannya harus sebesar ini?

Pertanyaan yang valid nak. Toh jika ukurannya sebesar lidi sekalipun, dua tugas di atas itu juga bisa dilakukan. Gorilla yang merupakan primata terbesar saja, dalam keadaan ereksi, ukuran penisnya hanya 4 cm. Jujur, saya ndak tahu apa jawaban dari pertanyaan itu, mungkin sampeyan tahu.

Manusia bukanlah primata terbesar, tetapi untuk perkara ukuran genitalia jantan, penis manusia memiliki ukuran terbesar di antara semua primata, baik dalam hal ukuran absolut maupun ukuran relatif dibandingkan dengan besar tubuh.

Studi evolusi perkawinan manusia (ya, kawin, bukan nikah) yang dilakukan oleh Meredith F. Small (kok small ya?), What’s Love Got to Do With It? The Evolution of Human Mating, mungkin bisa memberikan pencerahan. Pemaparan Nyonya Small yang berkaitan dengan Bonobo (kera, seperti chimpanze, hanya lebih kecil) menarik untuk disimak. Manusia, selain Bonobo dan Lumba-Lumba, adalah mahluk hidup yang gemar bermain-main dengan seks untuk kesenangan (yang berujung pada pembentukan tatanan sosial), tidak hanya untuk bereproduksi. Maka, jika menilik pemaparan tersebut, fungsi penis bertambah satu lagi, fungsi pembentuk tatanan sosial.

Evolusi selalu berjalan seiring. Ini begini karena itu begitu. Anatomi kelamin betina yang juga diperuntukan sebagai “jalan bayi” itu tampaknya berkembang secara bersama-sama dengan kelamin laki-laki. “Rancang bangunnya sudah diciptakan begitu, saling melengkapi”. “Maka kalau itu penis manusia dibuat sebesar lidi, dimana enaknya?” kira-kira itu kata istri saya. Fungsi ketiganya tidak terpenuhi.

Jadi begitulah Mbakyu Retsletingangel, size DOES matter. Silahkan berkomentar dan beropini soal yang satu ini. Bertanyapun boleh, saya akan menjawabnya secara pribadi. Hanya saja tak usahlah bertanya soal ukuran yang saya miliki, nanti sampeyan minder.

Gambar diambil dari sini.

Join the Conversation

70 Comments

  1. *liat temen cowok tiba2 berdiri dan berjalan ke arah toilet, pas kita2 lg ngumpul2*

    mo kemana ****???
    mencet jerawat aja loh, pake sembunyi2 gt

    :mrgreen:

    tp jgn yg gede2 bgt kayak di film2 itu ah, pakdhe. mengerikan.
    yg cukupan tp mampu memperlakukan kita spt lady…. :mrgreen:

    *baru tahu milik gorilla itu mungil*
    *lha gimana dg kabar yg menyebutkan bahwa orgasme babi itu bisa sampe satu jam sendiri ??? bandingkan dg manusia, yg cuma sekian detik /menit*

    1 jam??? bukannya 30 menit? -Mbilung-

  2. well..well..well.
    Kata Jong Ambon, anda ini bila pada fase foreplay jarak anda dengan pasangan sangatlah dekat. Namun pada fase penetrasi, jaraknya bisa ber mil-mil jauhnya. Bisa diulur rupanya milik anda bung, seperti benang gelasan.

  3. wah mbak Jeni itu penganut size does matter rupanya….tapi kalo kodrat manusia diciptakan dengan penis kecil, bisa jadi ga akan ada kegiatan seks untuk kesenangan. Bukan begitu, pak?

  4. Rancang bangunnya saling melengkapi ya. Iyah sayah setubuh setuju ………

    *duh pengen nyampah yang agak berbobot tapi masih stuck terus nih otaknya*

  5. “Lumba-Lumba, adalah mahluk hidup yang gemar bermain-main dengan seks untuk kesenangan (yang berujung pada pembentukan tatanan sosial), tidak hanya untuk bereproduksi. Maka, jika menilik pemaparan tersebut, fungsi penis bertambah satu lagi, fungsi pembentuk tatanan sosial.”

    oh kirain fungsinya untuk bermain-main .. πŸ˜€

  6. kalo dalam bahasa jawa, ada istilah GARWO, yang merupakan akronim dari siGAR nyoWO (baca: belahan jiwa).
    tapi menurut tukul, istilah itu merupakan akronim dari “siji siGAR siji dhoWO (baca: mmm… coba diartikan sendiri sajalah!)”

    jadi ya stuju sama mbakyu, memang saling melengkapi bukankah?!

    *eehh bener, itu akronim dari tukul. bukan bikinan saya!*

  7. kata temen yang telah berpengalaman, ukuran besar bisa menutupi performa yang biasa atau cenderung kurang. Tapi kalo ukuran biasa-biasa aja, dia harus benar-benar memaksimalkan diri waktu “show time”, kalo nggak mau ditinggalkan. jadi, size does matter… πŸ˜€

  8. Wes tenan wesss, aku ra melu diskusine. Ndak imbang pengetahuannya. Tapi memang ukuran belum tentu menentukan durasi, dan durasi panjang belum tentu menentukan keberhasilan.

    *halah ikutan juga* :))

  9. saya semakin yakin bahwa postingan
    http://ndobos.com/2008/04/08/ayo-pamer/
    adalah klimaks mahakarya sir mbilung setahun terakhir ini . .

    dan . . . . postingan saat ini adalah antiklimaksnya . . .
    baca komen2nya ipul – balibul yang saling merangsang . . .
    balapan orgasme . . . sapa tau malah keduluan siwi . . πŸ˜›
    * keknya bener LSF . . . perlu penggolongan umur!

  10. “mbak restleting angel” “Nyonya Small”…. πŸ˜€

    OOT. pakde jadi mau nengokin anaknda tercinta di sini? kapan kesininya?

    wooo, gosip dr mana itu saya akan ke sana? -Mbilung-

  11. Manusia katanya juga memiliki proporsi otak vis-a-vis badan yang paling besar dibandingkan makhluk hidup lainnya. Jadi bisa dikorelasikan: semakin besar kepalanya yang di atas, semakin besar pula kepalanya yang di bawah…

    *bersiap menerima Nobel Perdamaian atas temuan ini*

  12. paman ukuran nya seberapa loh ? *upss…gak boleh tanya ya cempluk, nanti minder*

    gunakan penis sebagaimana mestinya…
    ex : buat utk buang air kecil, nyeruduk pas malam pertama setelah pernikahan…

    dilarang keras penggunaan yang over dosis πŸ˜€

  13. *β€œRancang bangunnya sudah diciptakan begitu, saling melengkapi”

    # perhatikan daya gesek yang terjadi………….dan efek yang ditimbulkan………..(kalau cuma numpang lewat, nggak ngaruh gitu loocchhhh…….)

  14. besar, kecil, panjang dan pendek gak masalah…
    yang bermasalah kalo gak bisa idup dan menyenangkan pasangan toh.. bukan begitu pak ? πŸ™‚

  15. heuheuehuehu

    teringat pada seseorang yang beberapa waktu lalu sempat nanya…

    “ehm… jadi mau tau… kalo buat kamu… does size matter?”

    wew :p

    dan belum bisa memberi jawaban yang bagus heheuheuh

  16. kenapa ukurannya harus besar ?
    ya.. iyalah kalo dibuat bentuknya kecil kan lawan jenis kita gak bisa ngerasain. kan biasanya lobang lawan jenis kita kan untuk dilewati kepala bayi. jadi ya.. gak terasa… dan akhirnya terangsangnya kan lama dan hasilnya gak menyenangkan…
    ini kemaluan apa batang korek api…??!!! he..5x

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *