1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Kembali ke Dili

istana1.jpg

Dili, sudah setahun lewat saya tidak mengunjungi kota yang satu ini. Dari semua kota-kota dunia yang pernah saya kunjungi, Dili adalah salah satu tempat yang paling saya sukai. Faktor historis? faktor bahasa? faktor teman? keramahan penduduknya? Saya tidak tahu, mungkin campuran dari semua itu, yang saya tahu saya suka Dili. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, petikan lagu Yogjakarta KLA amat pas untuk menggambarkan suasana hati saya.

Tidak banyak yang berubah, saya masih ingat jalan-jalan di kota Dili yang jalan-jalan searahnya bisa menyesatkan. Jika ada yang berubah, saat ini ada beberapa bangunan baru. Kantor kepresidenan sedang dibangun di jalan menuju bandara. Mungkin di akhir tahun, kantor kepresidenan akan pindah ke gedung itu dari Palácio das Cinzas (Istana Abu) yang dulu dipilih oleh Xanana Gusmão sebagai kantornya pada saat dia masih menjadi Presiden negara termuda di dunia ini.

Sambil menikmati kopi Timor di warung kopi pinggir jalan besama seorang kawan lama yang sekarang menduduki jabatan tinggi di pemerintahan Timor-Leste, ada tersirat semangat besar di cerita-cerita ringannya tentang istri dan anak-anaknya, atau cerita tentang harga bensin yang saat ini mencapai US$1.12 per liter (lebih dari Rp.10.000) sementara harga solar mencapai US$1.45. Ada juga cerita tentang konser musik Slank. Keramahannya masih sama seperti dulu.

Sering kami bercakap-cakap dalam Bahasa Sunda, bahasa yang dia pelajari pada saat dia menempuh pendidikannya di Bandung. Obrolan kami kadang terganggu oleh deru mobil-mobil besar berwarna putih bertuliskan UN, yang melaju seolah tidak punya rem. Kendaraan berwarna putih berukuran besar memang merajai jalanan kota Dili, berdampingan dengan taksi kota tak bermeter yang menebar bunyi musik berdentam, atau angkutan kota yang selalu tampak penuh sesak.

Tempat-tempat makan yang menawarkan beragam masakan bertebaran di segala penjuru Dili. Mau apa? Masakan barat? Thai? Viet Nam? atau Cina?, tidak sulit mencarinya. Hanya saja, agak sulit menemukan orang setempat bersantap di tempat-tempat itu. Terlalu mahal untuk dompet lokal? mungkin saja, atau mungkin juga karena rasa masakan tak sesuai dengan cita rasa lokal.

Kunjungan kali ini singkat saja, hanya 3 hari. Saya berjanji padanya untuk kembali ke Dili dalam waktu tidak terlalu lama, dan saya sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba. Untuk kawan-kawan di Dili, terima kasih untuk semuanya, obrigado barak.

35 orang ikut ndobos

1

Gravatar

03 June 2008 22:47:33

Gage Batubara

Salam saya buat Xanana!

2

Gravatar

03 June 2008 23:04:56

venus

obrigado barak, artinya?

3

Gravatar

03 June 2008 23:17:48

kang bas

Yah, pasti gak bawa oleh-oleh kopi Timor..

4

Gravatar

03 June 2008 23:36:50

diditjogja

semoga saya bisa juga kunjung mengunjungi endonesia seperti pakde

5

Gravatar

03 June 2008 23:45:22

mbakDos

alex komang, pliissss…

btw, OOT… itu si goda kenapa poto avatarsnya jadi ganteng bener ya?! :D

6

Gravatar

04 June 2008 00:55:33

Rara

bulan juni di kota dili.. *rengeng2*
eh, pakdhe mo konser bareng sama Slank? :D

7

Gravatar

04 June 2008 01:10:32

Iman

wah mestinya ketemu si rieeves..blogger Jakarta yang sudah 3 bulan menetap di Dili..kasihan dia mati gaya.

8

Gravatar

04 June 2008 06:18:08

senimanpeta

sebagai teman sekamar, mengingatkan untuk buruan sarapan dan meeting lagi..

9

Gravatar

04 June 2008 07:19:32

Anang

wah dili makin bersolek ya. salam buat saudaraku di timor leste..

10

Gravatar

04 June 2008 09:01:26

bangsari

oleh olehe pakde. *halah*

11

Gravatar

04 June 2008 09:14:17

Yoyo

Timor Leste……hmmm

12

Gravatar

04 June 2008 09:21:00

evi

tapi…bos-bos disini yang ex.Dili kok ngomongnya kenceng-kenceng plus galak ya?

13

Gravatar

04 June 2008 09:40:59

iway

nitip burung kakaktua yang kecil itu bos :D

14

Gravatar

04 June 2008 10:22:34

mikow

27 tahun yg lalu saya pernah bermukim di sana, apa kabarnya sekarang ya? masih banyak peluru berterbangan nggak ya?

15

Gravatar

04 June 2008 11:13:33

ulan

pake passport nggak ??

16

Gravatar

04 June 2008 11:18:25

bakulsempak

obrigado barak. >>. siapanya barak obama pakdhee??

17

Gravatar

04 June 2008 11:20:28

adipati kademangan

tidak ada yang berubah toh pakdhe …
jadi selama ini bangunan itu tetep miring seperti itu ???

18

Gravatar

04 June 2008 11:37:06

tukangkopi

orang dili ramah2 tho pakdhe?

19

Gravatar

04 June 2008 11:50:55

fitri mohan

akhirnya pakde bernostalgia lagi ke Dili. selamat menikmati angin sepoi-sepoi ya pakdeeee.

nb: pakde, itu infonya dari mamak jepun. makanya saya nunggu2 dengan hati riang gembira. nggak taunya cuma isu toh? hiks…

20

Gravatar

04 June 2008 12:15:33

ocha

Ahh pakdhe, sayah ngiri. Pengen banget bisa kesana. Obrigado tu artinya makasih kan??? Hehe tau sayah, pernah belajar sedikit ama orang TimLes.

21

Gravatar

04 June 2008 13:15:17

windede

wah… my dreaming… kapan ya bisa ke sana…

22

Gravatar

04 June 2008 14:03:42

Hedi

@Venus: obrigado itu terima kasih, bahasa portugal.

23

Gravatar

04 June 2008 14:54:56

yati

ketemu ma paman saya?
:p

@mbak fitri mohan: ini lagi minta kerjaan mbak

24

Gravatar

04 June 2008 19:54:36

sluman slumun slamet

salam buat xanana om….
mmuahhhh….
==komen gak kreatip babar pisan!===

25

Gravatar

05 June 2008 12:06:16

Satrio

saya malah belom sempet main kesana walo cuma harus nyebrang selat kecil dari Ranah Antar Berantah (baca: Flores) sini..

26

Gravatar

05 June 2008 14:54:34

bangpay

…duuuh jadi kangen kesana lagi….

hampir saja dulu saya dikasih nama Dili lantaran pakde saya yang kerja jadi Banteng Raiders ketembak di Dili….

27

Gravatar

05 June 2008 19:19:25

Yoyo

di Tanah Abang ada orang Dili Oom Ndobos, namanya …. Hercules :)

28

Gravatar

06 June 2008 11:17:54

escoret

wah,dili..???
barang tribal banyaaaaaaaaaaaaaak banget di sana.

*nitip topeng ya de..???

29

Gravatar

06 June 2008 13:16:25

mayssari

ditunggu postingan tentang sisi lain kota Dilli

30

Gravatar

06 June 2008 22:23:04

Inul

Banyak orang nyesel gak di Dili ?

31

Gravatar

06 June 2008 23:00:11

ngodod

kopi timor enak gag..???

32

Gravatar

07 June 2008 16:37:42

anton dewantoro

Mau dong ikutan ke Dili, perlu visa enggak Om kalo mau jalan ke Dili

33

Gravatar

09 June 2008 14:06:39

dian

Betul, kopi timor lorosae enak betul!

34

Gravatar

22 June 2008 13:57:55

beta

kalo becora gmana y skrng??rumahku disana…

35

Gravatar

04 September 2008 22:03:10

desti

senang skali bisa baca pengalaman Pakdhe. saya tertarik skali ttg Dili dr dulu. apalagi sekarang saya pnya pacar orang Dili,ya walaupun pacarku itu skrng kerja di Inggris.

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya