Kembali ke Dili

Dili, sudah setahun lewat saya tidak mengunjungi kota yang satu ini. Dari semua kota-kota dunia yang pernah saya kunjungi, Dili adalah salah satu tempat yang paling saya sukai. Faktor historis? faktor bahasa? faktor teman? keramahan penduduknya? Saya tidak tahu, mungkin campuran dari semua itu, yang saya tahu saya suka Dili. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, petikan lagu Yogjakarta KLA amat pas untuk menggambarkan suasana hati saya.
Tidak banyak yang berubah, saya masih ingat jalan-jalan di kota Dili yang jalan-jalan searahnya bisa menyesatkan. Jika ada yang berubah, saat ini ada beberapa bangunan baru. Kantor kepresidenan sedang dibangun di jalan menuju bandara. Mungkin di akhir tahun, kantor kepresidenan akan pindah ke gedung itu dari Palácio das Cinzas (Istana Abu) yang dulu dipilih oleh Xanana Gusmão sebagai kantornya pada saat dia masih menjadi Presiden negara termuda di dunia ini.
Sambil menikmati kopi Timor di warung kopi pinggir jalan besama seorang kawan lama yang sekarang menduduki jabatan tinggi di pemerintahan Timor-Leste, ada tersirat semangat besar di cerita-cerita ringannya tentang istri dan anak-anaknya, atau cerita tentang harga bensin yang saat ini mencapai US$1.12 per liter (lebih dari Rp.10.000) sementara harga solar mencapai US$1.45. Ada juga cerita tentang konser musik Slank. Keramahannya masih sama seperti dulu.
Sering kami bercakap-cakap dalam Bahasa Sunda, bahasa yang dia pelajari pada saat dia menempuh pendidikannya di Bandung. Obrolan kami kadang terganggu oleh deru mobil-mobil besar berwarna putih bertuliskan UN, yang melaju seolah tidak punya rem. Kendaraan berwarna putih berukuran besar memang merajai jalanan kota Dili, berdampingan dengan taksi kota tak bermeter yang menebar bunyi musik berdentam, atau angkutan kota yang selalu tampak penuh sesak.
Tempat-tempat makan yang menawarkan beragam masakan bertebaran di segala penjuru Dili. Mau apa? Masakan barat? Thai? Viet Nam? atau Cina?, tidak sulit mencarinya. Hanya saja, agak sulit menemukan orang setempat bersantap di tempat-tempat itu. Terlalu mahal untuk dompet lokal? mungkin saja, atau mungkin juga karena rasa masakan tak sesuai dengan cita rasa lokal.
Kunjungan kali ini singkat saja, hanya 3 hari. Saya berjanji padanya untuk kembali ke Dili dalam waktu tidak terlalu lama, dan saya sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba. Untuk kawan-kawan di Dili, terima kasih untuk semuanya, obrigado barak.
44 orang ikut ndobos
03 June 2008 22:47:33
Gage Batubara
Salam saya buat Xanana!
03 June 2008 23:04:56
venus
obrigado barak, artinya?
03 June 2008 23:17:48
kang bas
Yah, pasti gak bawa oleh-oleh kopi Timor..
03 June 2008 23:36:50
diditjogja
semoga saya bisa juga kunjung mengunjungi endonesia seperti pakde
03 June 2008 23:45:22
mbakDos
alex komang, pliissss…
btw, OOT… itu si goda kenapa poto avatarsnya jadi ganteng bener ya?!
04 June 2008 00:55:33
Rara
bulan juni di kota dili.. *rengeng2*
eh, pakdhe mo konser bareng sama Slank?
04 June 2008 01:10:32
Iman
wah mestinya ketemu si rieeves..blogger Jakarta yang sudah 3 bulan menetap di Dili..kasihan dia mati gaya.
04 June 2008 06:18:08
senimanpeta
sebagai teman sekamar, mengingatkan untuk buruan sarapan dan meeting lagi..
04 June 2008 07:19:32
Anang
wah dili makin bersolek ya. salam buat saudaraku di timor leste..
04 June 2008 09:01:26
bangsari
oleh olehe pakde. *halah*
04 June 2008 09:14:17
Yoyo
Timor Leste……hmmm
04 June 2008 09:21:00
evi
tapi…bos-bos disini yang ex.Dili kok ngomongnya kenceng-kenceng plus galak ya?
04 June 2008 09:40:59
iway
nitip burung kakaktua yang kecil itu bos
04 June 2008 10:22:34
mikow
27 tahun yg lalu saya pernah bermukim di sana, apa kabarnya sekarang ya? masih banyak peluru berterbangan nggak ya?
04 June 2008 11:13:33
ulan
pake passport nggak ??
04 June 2008 11:18:25
bakulsempak
obrigado barak. >>. siapanya barak obama pakdhee??
04 June 2008 11:20:28
adipati kademangan
tidak ada yang berubah toh pakdhe …
jadi selama ini bangunan itu tetep miring seperti itu ???
04 June 2008 11:37:06
tukangkopi
orang dili ramah2 tho pakdhe?
04 June 2008 11:50:55
fitri mohan
akhirnya pakde bernostalgia lagi ke Dili. selamat menikmati angin sepoi-sepoi ya pakdeeee.
nb: pakde, itu infonya dari mamak jepun. makanya saya nunggu2 dengan hati riang gembira. nggak taunya cuma isu toh? hiks…
04 June 2008 12:15:33
ocha
Ahh pakdhe, sayah ngiri. Pengen banget bisa kesana. Obrigado tu artinya makasih kan??? Hehe tau sayah, pernah belajar sedikit ama orang TimLes.
04 June 2008 13:15:17
windede
wah… my dreaming… kapan ya bisa ke sana…
04 June 2008 14:03:42
Hedi
@Venus: obrigado itu terima kasih, bahasa portugal.
04 June 2008 14:54:56
yati
ketemu ma paman saya?
:p
@mbak fitri mohan: ini lagi minta kerjaan mbak
04 June 2008 19:54:36
sluman slumun slamet
salam buat xanana om….
mmuahhhh….
==komen gak kreatip babar pisan!===
05 June 2008 12:06:16
Satrio
saya malah belom sempet main kesana walo cuma harus nyebrang selat kecil dari Ranah Antar Berantah (baca: Flores) sini..
05 June 2008 14:54:34
bangpay
…duuuh jadi kangen kesana lagi….
hampir saja dulu saya dikasih nama Dili lantaran pakde saya yang kerja jadi Banteng Raiders ketembak di Dili….
05 June 2008 19:19:25
Yoyo
di Tanah Abang ada orang Dili Oom Ndobos, namanya …. Hercules
06 June 2008 11:17:54
escoret
wah,dili..???
barang tribal banyaaaaaaaaaaaaaak banget di sana.
*nitip topeng ya de..???
06 June 2008 13:16:25
mayssari
ditunggu postingan tentang sisi lain kota Dilli
06 June 2008 22:23:04
Inul
Banyak orang nyesel gak di Dili ?
06 June 2008 23:00:11
ngodod
kopi timor enak gag..???
07 June 2008 16:37:42
anton dewantoro
Mau dong ikutan ke Dili, perlu visa enggak Om kalo mau jalan ke Dili
09 June 2008 14:06:39
dian
Betul, kopi timor lorosae enak betul!
22 June 2008 13:57:55
beta
kalo becora gmana y skrng??rumahku disana…
04 September 2008 22:03:10
desti
senang skali bisa baca pengalaman Pakdhe. saya tertarik skali ttg Dili dr dulu. apalagi sekarang saya pnya pacar orang Dili,ya walaupun pacarku itu skrng kerja di Inggris.
29 September 2008 11:17:53
Reza
Haloow
Mas/bang ndobos. Pernah tinggal di timor berapa tahon ?? Di mana ??
Mana Photo photonya waktu mudik ke Dili ?? Kok nggak dicantumin ??
Gw pernah di sana 12 tahun lho n sangat rindu sekali sama Hau Nia Rai : Rai Timor Lorosae. Oh Ya gw pernah tinggal di ainaro atau di pelosoknya yaitu di Kecamatan Hatubuilico selama 10 tahon. Mau dong photonya di share di sini biar terobati hau nia laran ne. btw obrigado barak tolong PM aku ya kalao mau ke sana lagi aku mau ikut ……
16 October 2008 21:28:20
roy
ovrigado barak, terima kasih banyak.
22 May 2009 12:09:26
erpan
Saya dlu tinggal di dili,pantai kelapa.sekarang di padang.wh jd ingat m tmn2.dh k pasir putih g’?.k danau jg?.pgn bgt k dili lg..
04 June 2009 14:49:38
shery merryska chelseayhana
Ku ingin menyeberang, Melintas pulau da lautan
Menjemput cintaku. Belahan Jiwa yang kerja di Dili…
04 June 2009 14:51:41
shery merryska chelseayhana
Ku ingin menyeberang, Melintas pulau dan lautan
Menjemput cintaku. Belahan Jiwa yang kerja di Dili…
18 November 2009 15:21:14
andre lotte
Obrigado barak.., udah visit negriku…,
Bagi colega yang ingin visit Dili, kita selalu welcome…
Timor Leste sahabat Indonesia…
22 January 2010 17:29:55
oscar
timor leste dk ga lae……….?
22 January 2010 17:40:50
oscar CMG (SLANK -KISS-ME)
makasih banyak untuk teman2 dari indonesia yang udah komentari negriku, saya harap dari dukungan kalian bisa menyebarkan virus perdamaian untuk negri ku yang masih kurang ,PLUR saya harap munking nanti negriku pasti akan hidup dalam kedamain dan penuh dengan PLUR.
21 June 2010 12:37:57
Yohan Wibisono
ikutan dong….