1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bau Ketidakpedulian

diaper2.jpg

Apa saja yang bisa ditemukan di kantung kursi penumpang pesawat terbang? Kartu petunjuk cara menyelamatkan diri? Katalog barang jualan? Majalah (inflight magazine)? Kantung mabuk udara (untuk penampung muntah)? Ah, itu biasa. Kadang ada tambahan barang-barang penumpang yang tertinggal. Soal barang-barang tertinggal ini kadang bisa memberikan sensasi tersendiri.

Alkisah dalam sebuah penerbangan jarak pendek, ada bau yang semestinya “milik wc” meruap garang. Saya dan teman di sebelah saya mulai merasa amat terganggu. Keputusan diambil, mungkin pintu wc di belakang kabin penumpang itu tidak tertutup. Saya pergi memeriksanya. Pintu tertutup baik, dan wc-nya juga tidak berbau seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Setelah penelusuran dilakukan secara lebih seksama, ternyata sumber bau berasal dari kantung kursi penumpang di depan saya itu. Di dalam kantung itu, selain berisi pernak-pernik standard, juga terdapat sebuah diaper (popok sekali pakai) bekas lengkap dengan isinya yang sebelumnya merupakan isi perut. Tampaknya diaper bayi, ukurannya kecil.

Ini soal bagaimana ruang publik dijadikan sebagai tempat membuang sampah. Sifat jorok dan menyebalkan macam begini memang tidak kenal strata sosial. Tengok saja sampah yang sering kali saya saksikan terbang keluar dari jendela mobil mewah. Bagi sang pembuang, jalanan disamakan dengan tempat sampah.

Lantas bagaimana dengan diaper tadi? Mungkin penumpang yang meninggalkan diaper itu bingung, dia tidak tahu bagaimana caranya membuka jendela pesawat untuk membuang diaper keluar pesawat. Ya sudah, saya membawanya turun dari pesawat, karena awak kabin sepertinya juga tidak peduli dan hanya mengatakan nanti akan diambil oleh petugas kebersihan. Ketidakpedulian memang merepotkan.

39 orang ikut ndobos

1

Gravatar

07 June 2008 10:29:15

Faoji

Gimana indonesia mo jadi t4 ksukaan para turis, klo orang2nya pada bau,,,???

2

Gravatar

07 June 2008 10:39:58

Ocha

“Sifat jorok dan menyebalkan macam begini memang tidak kenal strata sosial”

Betul pakdhe… Jorok itu mau strata atas atau strata bawah sama aja kalau orangnya tidak kenal dengan yang namanya kebersihan serta dampaknya bagi orang lain maupun lingkungan bahkan untuk diri sendiri. Menyebalkan ketemu hal seperti itu.

3

Gravatar

07 June 2008 11:46:29

Gage Batubara

Lahh.. emang sebelum pesawatnya terbang enggak ada prosedur cek kebersihan yah?

4

Gravatar

07 June 2008 12:05:25

bibisp

dibawa turun dr pesawat buat souvenir mas… :-). Kalau emang buat koleksi di rumahku banyak nih, dengan berbagai variasi isi….

5

Gravatar

07 June 2008 13:07:23

zam

itu punya saya!!
punya saya!!

kok dibuang, sih?

6

Gravatar

07 June 2008 13:09:34

sandal

Pesawat apa itu Pakdhe?
Mosok sebelum terbang gak dibersihin dulu?

7

Gravatar

07 June 2008 13:23:38

bakulsempak

perlunya kesadaran diri dari setiap manusia agar tidak mengganggu orang lain..
Salut sama pakdhe ya buang tuh sampah. .Bisa jd kalo dibiarkan ya cuma akan dstu terus

8

Gravatar

07 June 2008 14:44:30

ulan

weks jorok banget yak..

9

Gravatar

07 June 2008 15:28:03

Anang

wiks.. nggilani… kemproh

10

Gravatar

07 June 2008 15:37:09

nananias

Apa saja yang bisa ditemukan di kantung kursi penumpang pesawat terbang? Kartu petunjuk cara menyelamatkan diri? Katalog barang jualan? Majalah (inflight magazine)? Kantung mabuk udara (untuk penampung muntah)?

kartu doa, sir! hihihi

he he, iya, itu juga, thx na -Mbilung-

11

Gravatar

07 June 2008 15:43:21

Rara

kayaknya saya juga nda tau gimana buka jendela pesawat :)

12

Gravatar

07 June 2008 17:56:34

yati

hiiiiii….jorok! masih mending karena penerbangan jarak dekat. kalo ke tokyo, gimana ya?
eh, pesawat apa itu? bukan cargo kan? atau pesawat sampah? [temennya truk sampah] :p

13

Gravatar

07 June 2008 19:30:28

basirun

Si Zam popok nya ukuran berapa sih?

14

Gravatar

07 June 2008 19:46:53

herman saksono

dan ketidakpedulian dalam semua aspek akan berakhir deskruktif

15

Gravatar

07 June 2008 20:32:01

didut

hmm..teledor juga yah

16

Gravatar

08 June 2008 00:18:05

mbah joyo

mau dapat rejeki kali pakdhe..

17

Gravatar

08 June 2008 11:25:06

PuhMan

weladalah, hla wongndobos, ini celoteh ndobosnya aja x
ke-tidakpedulian ? itu hanya berlaku untuk mereka yang merasa orang “KOTA” (budaya ndobos ada disana).

18

Gravatar

08 June 2008 17:28:17

Hedi

busyeettt…kalo liat gambarnya sih penerbangan domestik, pernah ketemu model gitu juga di internatinal flight, sir?

Belum Sam … tapi, yang lebih parah pernah :D -Mbilung-

19

Gravatar

08 June 2008 20:06:12

sluman slumun slamet

pesawatnya apa tuh om?
:D

Pesawatnya? MA60 -Mbilung-

20

Gravatar

08 June 2008 21:40:15

Riri Audiya

wuidih…

inilah indonesia..

21

Gravatar

08 June 2008 21:43:02

restlessangel

*ngakak baca komengnya zam*
*lgsg bayangin zam pake pampers merk huggies, berjemgot, dan berkacamata, astagaaaaaaaaa*

ya ampun pakdhe…..saya jd pengin ketemu sama ibu yang buang pampers di saku jok itu deh.
whats on her mind ???!!

Kok tahu yang membuang itu Ibu? -Mbilung-

22

Gravatar

09 June 2008 10:58:07

Adis

Situ naek kelas ekonomi ya? Oh..pantes..wekekek….

23

Gravatar

09 June 2008 11:17:21

Dhani Aristyawan

Mungkin bisa dibawa ke Laboratorium Forensik milik POLRI di Jakarta, kemudian kita bisa cek DNA dari fases yang ada untuk diketahui, Umur, Jenis Kelamin, penyakit yang diderita bayi itu beserta penyakit keturunan yang mungkin diwariskan oleh orang tuanya.

Jika semua data sudah didapat, maka ada dua hal yang bisa kita lakukan, .. yaitu :

IKHLAS … dan LUPAKAN …

:)

24

Gravatar

09 June 2008 11:42:29

nonadita

@ ZAM

Zam, ternyata itu punyamu?
Ah kamu bikin aku malu
Pantas kamu selalu bau
Sampai-sampai puyeng kepalaku

25

Gravatar

09 June 2008 11:46:01

zam

@ Nona Dita:
ah, itu kan seharusnya tanggung jawabmu
yang melakukannya kan buah hati kita
namun aku tau beratnya beban menjadi ibu
demi kamu aku rela menanggung dosa

26

Gravatar

09 June 2008 11:48:51

nonadita

@ ZAM

Seharusnya kamu berhati-hati
Jangan menebar bau di sana-sini
Jangan buang popok sembarangan lagi
Malu aku pada pemilik blog ini

27

Gravatar

09 June 2008 11:52:26

zam

@ Nona Dita:
popok kotor memang harus dibuang
tapi kemarin itu sungguh aku terlupa
maapkan diriku ya sayang..
lain kali akan kujaga dengan seksama,.

28

Gravatar

09 June 2008 11:56:02

nonadita

@ ZAM

Baiklah,kali ini aku maafkan
Tak perlu perpanjang permasalahan
Lihat sekeliling kalau sedang di jalan
Takutnya kita kembali jadi bahan postingan

29

Gravatar

09 June 2008 11:58:47

anima

saya salut sama bapak karena bapak peduli :)

lalu dibuang dimana itu popok?

30

Gravatar

09 June 2008 14:13:07

alien

wah jadi tempat *ehm.ehm…* nonadita+zam
huehuhehehuehue

31

Gravatar

09 June 2008 14:22:17

dian

“Bagi sang pembuang, jalanan disamakan dengan tempat sampah.”
>>Bagi sang pembuang, pesawat disamakan dengan tempat sampah.

32

Gravatar

09 June 2008 14:24:46

Yoyo

dilarang membuang sesuatu apapun dari udara, sebab membahayakan lalu lintas udara dan membahayakan jalur terbangnya Gatotkoco :)

33

Gravatar

09 June 2008 15:09:06

pinkina

yaoloh jorok banget…

34

Gravatar

09 June 2008 18:10:33

rinon

yang lebih buruk dari “benci” memang “tidak peduli”. sok atuh…

35

Gravatar

10 June 2008 08:15:34

kw

wah sampean jadi penyelamat orang-orang sepesawat MA60! salut.

36

Gravatar

10 June 2008 11:49:26

ngodod

waduh, untung saya dah jarang naik pesawat lagi. lebih sering naik sepeda onthel.

37

Gravatar

10 June 2008 17:24:14

ika

itu namanya rezeki nomplok, sir ..

38

Gravatar

14 June 2008 20:27:11

satrio

saya berharap dapat menemukan laptop di pesawat.. :D

39

Gravatar

21 June 2010 12:37:39

Yohan Wibisono

nggilani…jijik…huek…

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya