Man’s Best Friend

Dahulu, di blog lama, saya ada menulis soal menyantap kuda. Kawan saya bersantap, yang orang Inggris itu, mengalami kesulitan yang teramat sangat. Kuda untuk sebagian besar orang Inggris dianggap hewan “suci”. Hewan yang harus disayang, dibelai-belai, tak boleh disakiti apalagi disantap. Hal yang sama juga berlaku untuk anjing, sehingga dijuluki teman terbaik manusia. Tapi itu di Inggris. Di banyak tempat lain di dunia, selain sebagai hewan peliharaan dan kawan berburu, anjing juga dijadikan sebagai santapan.
Dalam khazanah kuliner Menado ada RW (Rintek Wuuk), atau dalam Bahasa Semarangan merupakan singkatan dari rica waung. Di kuliner Batak ada B1 (dari kata Biang - thx untuk Gage), sementara di kuliner Jawa ada sengsu (tongseng asu) dan sate jamu. Semua berbahan baku anjing. Silahkan sampeyan tambahkan sendiri jika ada yang lain. Sebuah entry di wikipedia ada mencantumkan nutritional value daging anjing.
Kedekatan manusia secara emosional pada jenis hewan tertentu memang dapat menghambat keinginan untuk menyantapnya. Manusia memang omnivora, pemakan segala. Paling tidak komposisi gigi manusia menunjukan itu. Mulai dari pemotong, pencabik hingga penggiling, semua ada.
Dalam hal makan memakan anjing ini, Indonesia tidak sendiri sebetulnya. Korea, Vietnam dan China adalah negara yang paling dikritisi perkara yang satu ini, hingga menyulut protes besar dari kalangan pecinta hewan yang menganggap negara-negara tersebut tidak berperikeanjingan.
Saya bukan pembenci anjing, apalagi memakannya. Dalam keyakinan yang saya anut, ada batas-batas mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Lepas dari persoalan itu, di Korea misalnya (juga di Indonesia), ada anjing yang dipelihara sebagai pet ada juga yang dipelihara untuk dimakan. Lantas bisa terjadi seorang sedang bersantap rica waung sambil memangku terrier kesayangannya.
Guk!!!
45 orang ikut ndobos
12 June 2008 11:30:12
detnot
itu warung sengsu ya paman?
12 June 2008 12:04:17
sandal
Guk juga..
12 June 2008 12:32:20
zam
ini ndak ada hubungannya sama sepeda di posting sebelah itu kan?
12 June 2008 12:41:15
Nayantaka
Yang namanya menungso, yo sembarang sikil papat dimakan, kecuali meja dan sepasang blue jins biru
12 June 2008 12:56:50
mikow
pakde ga dendam sama anjing yg kmaren ngejar itu kan?
12 June 2008 12:57:43
ulan
awas anjing galak..
12 June 2008 12:59:23
suprie
meonng….
12 June 2008 13:02:31
Yahya Kurniawan
Katanya kalo suka makan anjing, maka dia bakal tidak disukai sama anjing.
12 June 2008 13:09:57
MaNongAn
itu di SOLO banyaks, apalagi di BALI.
Tapi akan lebih ngegirisi (bahasa Endonesahnya apa yah) lagi kalo ngeliat cara ngebunuhnya.
1. Hantam dgn keras tepat dibelakang kepala.
2. Masukin karung, terus direndam dalam air.
3. Ikat semua kakinya, masukkan selang kemulut terus di Glondong air.
Disembelih akan banyak mengeluarkan darah, dan hasilnya rasa daging tidak akan enak.
.::he509x::.
12 June 2008 13:14:59
anima
kalau bapak ngerasa dendam, mangga disantap itu anjing yang sering mengejar
12 June 2008 13:24:28
Gage Batubara
ah… postingan pendek tapi banyak pengetahuannya.
Mauliate Laee..
12 June 2008 14:19:00
kw
saya salut sama mereka para vegan.
12 June 2008 14:55:34
ngodod
saya masih suka nasi pecel…
12 June 2008 16:56:29
Epat
katanya di menado itu semua binatang berkaki empat akan terhidang di meja makan, tikus? cicak? kelelawar? deuh kah!
12 June 2008 16:56:32
Dhani Aristyawan
Salah satu cara untuk makan daging anjing supaya terasa enak :
1. Makan bebek goreng 2 sendok makan
2. Tutup mata anda
3. Suruh teman anda menukar daging bebek goreng tersebut dengan daging anjing goreng yang diberi bumbu sama.
4. Habiskan sisa makanan tersebut
5. Mainkan musik dari “Baha Men” - “Who let the dog out” ….
6. Yang paling penting : Jangan makan gigi anjing, apalagi jenis Doberman atau Herder.
Guk guk guk …. kaing kaing kaing
12 June 2008 17:06:00
iway
proses pembunuhannya itu lho yang bikin mengkirik
12 June 2008 17:48:14
ocha
huehuehue… emang cara membunuhnya nya yg paling sadis. mesti di getok. paling gak bisa ngeliat..
pernah liat di tv, kalau di pasar di menado sana, ada jualan khusus anjing untuk di makan. huhuhu sedihnya ngeliat tampang2 anjing itu.kayak tau aja bakal habis di situ hidupnya.
12 June 2008 19:16:13
bakulsempak
ada lagi. .di kampung saya namanya tongseng sekubidu(scoobydoo)
sekubidu. .bidu u u u u u
12 June 2008 19:24:24
mizan
Yang di postingan sebelah nasibnya berakhir di warung ini ya?
12 June 2008 19:57:44
andrias ekoyuono
kalo anjing masih ada, kalo budaya makan kucing ada gak ya ? wihh itu lebih gak tega lagi
12 June 2008 20:00:06
cK
saya ndak suka konsumsi daging hewan yang jadi sahabat…
*padahal di rumah melihara ikan, tapi tetep dimakan*
12 June 2008 20:49:06
nona foto model katanya pak de
ah, mendingan makan anjing daripada ngelindes kucing di parkiran kantor….huhuhuhu
12 June 2008 21:54:57
restlessangel
AGAINST ANIMAL VIOLENCE !!!
itu saja.
anything. even sapi glonggongan.
12 June 2008 23:23:54
yahya
jadi konklusinya : jangan makan anjing… apalagi makan temen !
gitu paklik ?
13 June 2008 00:07:09
Tedy
kaya apa ya rasanya daging anjing…pengen juga tuh nyobain..
13 June 2008 02:28:18
PeTeeR
hohohohoho……!!!!
saya termasuk orang yang doyan, tapi dengan catatan bukan anjing peliharaan saya dan saya tidak melihat proses eksekusinya.
Di t4 saya biasanya dikasih makanan, trus pas anjingnya lagi makan kepalanya dihantam sekeras mungkin dengan kayu.
Saya selalu gak mau ikut prosesi eksekusinya. Klo saya liat langsung, pasti gak bisa makannya.
13 June 2008 07:41:12
annots
Apa rica-rica jamu juga berbahan dasar yang sama dengan ‘RW’ Pakdhe?
Duh, *cemas*
13 June 2008 09:01:49
dnial
Saya ndak suka makan binatang yang ndak biasa dimakan meskipun terasa eksotis.
apa kambing, sapi, ayam sudah ndak enak jadi mesti makan anjing?
13 June 2008 11:42:59
nonadita
Sayah nggak tega bayangin proses penyembelihannya. Apalagi melihat di Bandung itu banyak banget kedai sate kelinci.
Bukan, sayah bukan vegetarian lho.
Saya makan daging juga, terutama ikan dan ayam. Tapi sayah kok melihatnya ayam dan ikan itu bukan hewan peliharaan ya (jadi tega2 aja gitu), tapi sebagai makanan berjalan…
*sadis* gyeheheheheh……
13 June 2008 12:03:45
ade
saya juga termasuk makan yg normal2 aja
ampe skarang aja masih lom kuat hati tuk coba coto kuda yg bertebaran dimakassar
13 June 2008 12:28:00
cm4nk
http://cm4nk.multiply.com/journal/item/6/Anjingthe_truly_story_.._-
Hmm..keragaman budaya memang membuat semuanya terlihat berbeda…tapi perlukah perbedaan itu dipertentangkan??
13 June 2008 15:31:49
yati
semi vegertarian
makan telur = makan orok ya, Pak?
14 June 2008 15:39:14
Yoyo
bersentuhan aja sudah najis, apalagi memakannya, hmmm !
guk *
14 June 2008 20:09:50
satrio
hmm..
sama.
disini juga ada warung RW.
gak jauh kok, cuma di ujung jalan deket kantor..
15 June 2008 13:05:16
gadis
enak ga tuch makan dagingnya, rasanya bgm yach
deketin aja takut dijilat 
17 June 2008 01:02:39
sluman slumun slamet
kalo di Tuban, ada juga pcinta daging anjing. biasanya disajikan dengan minuman toak. jangan harap anjing pedaging alias anjing ternak tapi anjing hasil berburu alias liar. caranya dengan membawa glangsing alias karung, anjing dimasukkan ke dalamnya lalu dipukuli sampai mati. hmmmmm… MAK NYUS
18 June 2008 22:23:28
rinon
di belakang malioboro (gang kedua dari utara kekanan, samping sekolah) ada yg jual sugopung alias asu goreng tepung. cukup nendang dan maknyoos
19 June 2008 17:32:28
Donny Verdian
Dulu saya penggemar santapan berbahan dasar daging anjing.
Mulai dari RW, B1 Batak sampai SGT (sengsu goreng tepung).
Tapi setelah memelihara anjing sejak 2002, saya jadi benci dengan orang yang makan daging anjing…
Kasihan…
22 June 2008 14:39:51
bangpay
RW….. dadi kelingan pertama kali ke manado!
25 June 2008 12:44:10
Sharon
Aku sih makan.. Hehehehe.. Dari kecil gaul sama orang Menado jadi ya terpaksa dengan senang hati makan makanan aneh2
25 June 2008 18:00:08
ngatini
guk guk…enak enak…
tapi kalo guk2 ku gak boleh..soalnya gak ada dagingnya..
hehehe..
28 June 2008 13:45:43
diditjogja
masih satu tembok-di belakang rumah saya, dulunya digunakan pak kepala dusun menyembelih guk-guk sembari mabok juga ditemani goyangan dari musik dangdut yang diputar keras
*saya juga gak percaya cerita Bapak saya soal ini..*
03 July 2008 18:10:06
titin
Di Medan sekitarnya dan Tanah Karo , banyak terdapat rumah makan penyedia BPK =Babi Panggang Karo .. B2 = Babi, kadang menyajikan juga B1 = Biang (Anjing dlm bahasa Karo). Dulu kalau bulan Des, lolongan anjing mulai jarang terdengar bahkan banyak pencurian anjing .. karena dijadikan bahan masakan .. B1 Panggang.
*hidung saya ampe hapal bau B1 dan B2 saat proses barbaquenya .. pdhl saya muslim loh.. tapi di ujung jalan ke rumah saya ada resto penyedia BPK & B1 .. uek uek*
06 July 2008 23:39:35
fisto
jadi kangen…
15 July 2008 15:59:09
ulil nazry
enak juga sich dangingnnya tapi agak banyak lendirnya