1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Man’s Best Friend

rw.jpg

Dahulu, di blog lama, saya ada menulis soal menyantap kuda. Kawan saya bersantap, yang orang Inggris itu, mengalami kesulitan yang teramat sangat. Kuda untuk sebagian besar orang Inggris dianggap hewan “suci”. Hewan yang harus disayang, dibelai-belai, tak boleh disakiti apalagi disantap. Hal yang sama juga berlaku untuk anjing, sehingga dijuluki teman terbaik manusia. Tapi itu di Inggris. Di banyak tempat lain di dunia, selain sebagai hewan peliharaan dan kawan berburu, anjing juga dijadikan sebagai santapan.

Dalam khazanah kuliner Menado ada RW (Rintek Wuuk), atau dalam Bahasa Semarangan merupakan singkatan dari rica waung. Di kuliner Batak ada B1 (dari kata Biang - thx untuk Gage), sementara di kuliner Jawa ada sengsu (tongseng asu) dan sate jamu. Semua berbahan baku anjing. Silahkan sampeyan tambahkan sendiri jika ada yang lain. Sebuah entry di wikipedia ada mencantumkan nutritional value daging anjing.

Kedekatan manusia secara emosional pada jenis hewan tertentu memang dapat menghambat keinginan untuk menyantapnya. Manusia memang omnivora, pemakan segala. Paling tidak komposisi gigi manusia menunjukan itu. Mulai dari pemotong, pencabik hingga penggiling, semua ada.

Dalam hal makan memakan anjing ini, Indonesia tidak sendiri sebetulnya. Korea, Vietnam dan China adalah negara yang paling dikritisi perkara yang satu ini, hingga menyulut protes besar dari kalangan pecinta hewan yang menganggap negara-negara tersebut tidak berperikeanjingan.

Saya bukan pembenci anjing, apalagi memakannya. Dalam keyakinan yang saya anut, ada batas-batas mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Lepas dari persoalan itu, di Korea misalnya (juga di Indonesia), ada anjing yang dipelihara sebagai pet ada juga yang dipelihara untuk dimakan. Lantas bisa terjadi seorang sedang bersantap rica waung sambil memangku terrier kesayangannya.

Guk!!!

50 orang ikut ndobos

1

Gravatar

12 June 2008 11:30:12

detnot

itu warung sengsu ya paman?

2

Gravatar

12 June 2008 12:04:17

sandal

Guk juga..

3

Gravatar

12 June 2008 12:32:20

zam

ini ndak ada hubungannya sama sepeda di posting sebelah itu kan? :D

4

Gravatar

12 June 2008 12:41:15

Nayantaka

Yang namanya menungso, yo sembarang sikil papat dimakan, kecuali meja dan sepasang blue jins biru

5

Gravatar

12 June 2008 12:56:50

mikow

pakde ga dendam sama anjing yg kmaren ngejar itu kan? :)

6

Gravatar

12 June 2008 12:57:43

ulan

awas anjing galak..

7

Gravatar

12 June 2008 12:59:23

suprie

meonng….

8

Gravatar

12 June 2008 13:02:31

Yahya Kurniawan

Katanya kalo suka makan anjing, maka dia bakal tidak disukai sama anjing.

9

Gravatar

12 June 2008 13:09:57

MaNongAn

itu di SOLO banyaks, apalagi di BALI.

Tapi akan lebih ngegirisi (bahasa Endonesahnya apa yah) lagi kalo ngeliat cara ngebunuhnya.
1. Hantam dgn keras tepat dibelakang kepala.
2. Masukin karung, terus direndam dalam air.
3. Ikat semua kakinya, masukkan selang kemulut terus di Glondong air.

Disembelih akan banyak mengeluarkan darah, dan hasilnya rasa daging tidak akan enak.

.::he509x::.

10

Gravatar

12 June 2008 13:14:59

anima

kalau bapak ngerasa dendam, mangga disantap itu anjing yang sering mengejar :D

11

Gravatar

12 June 2008 13:24:28

Gage Batubara

ah… postingan pendek tapi banyak pengetahuannya.

Mauliate Laee..

12

Gravatar

12 June 2008 14:19:00

kw

saya salut sama mereka para vegan.

13

Gravatar

12 June 2008 14:55:34

ngodod

saya masih suka nasi pecel…

14

Gravatar

12 June 2008 16:56:29

Epat

katanya di menado itu semua binatang berkaki empat akan terhidang di meja makan, tikus? cicak? kelelawar? deuh kah!

15

Gravatar

12 June 2008 16:56:32

Dhani Aristyawan

Salah satu cara untuk makan daging anjing supaya terasa enak :

1. Makan bebek goreng 2 sendok makan
2. Tutup mata anda
3. Suruh teman anda menukar daging bebek goreng tersebut dengan daging anjing goreng yang diberi bumbu sama.
4. Habiskan sisa makanan tersebut
5. Mainkan musik dari “Baha Men” - “Who let the dog out” ….
6. Yang paling penting : Jangan makan gigi anjing, apalagi jenis Doberman atau Herder.

Guk guk guk …. kaing kaing kaing

16

Gravatar

12 June 2008 17:06:00

iway

proses pembunuhannya itu lho yang bikin mengkirik :(

17

Gravatar

12 June 2008 17:48:14

ocha

huehuehue… emang cara membunuhnya nya yg paling sadis. mesti di getok. paling gak bisa ngeliat..
pernah liat di tv, kalau di pasar di menado sana, ada jualan khusus anjing untuk di makan. huhuhu sedihnya ngeliat tampang2 anjing itu.kayak tau aja bakal habis di situ hidupnya.

18

Gravatar

12 June 2008 19:16:13

bakulsempak

ada lagi. .di kampung saya namanya tongseng sekubidu(scoobydoo)
sekubidu. .bidu u u u u u :D

19

Gravatar

12 June 2008 19:24:24

mizan

Yang di postingan sebelah nasibnya berakhir di warung ini ya?

20

Gravatar

12 June 2008 19:57:44

andrias ekoyuono

kalo anjing masih ada, kalo budaya makan kucing ada gak ya ? wihh itu lebih gak tega lagi

21

Gravatar

12 June 2008 20:00:06

cK

saya ndak suka konsumsi daging hewan yang jadi sahabat…

*padahal di rumah melihara ikan, tapi tetep dimakan*

22

Gravatar

12 June 2008 20:49:06

nona foto model katanya pak de

ah, mendingan makan anjing daripada ngelindes kucing di parkiran kantor….huhuhuhu

23

Gravatar

12 June 2008 21:54:57

restlessangel

AGAINST ANIMAL VIOLENCE !!!

itu saja.
anything. even sapi glonggongan.

24

Gravatar

12 June 2008 23:23:54

yahya

jadi konklusinya : jangan makan anjing… apalagi makan temen !

gitu paklik ?

25

Gravatar

13 June 2008 00:07:09

Tedy

kaya apa ya rasanya daging anjing…pengen juga tuh nyobain..

26

Gravatar

13 June 2008 02:28:18

PeTeeR

hohohohoho……!!!!
saya termasuk orang yang doyan, tapi dengan catatan bukan anjing peliharaan saya dan saya tidak melihat proses eksekusinya.
Di t4 saya biasanya dikasih makanan, trus pas anjingnya lagi makan kepalanya dihantam sekeras mungkin dengan kayu.
Saya selalu gak mau ikut prosesi eksekusinya. Klo saya liat langsung, pasti gak bisa makannya.

27

Gravatar

13 June 2008 07:41:12

annots

Apa rica-rica jamu juga berbahan dasar yang sama dengan ‘RW’ Pakdhe?

Duh, *cemas*

28

Gravatar

13 June 2008 09:01:49

dnial

Saya ndak suka makan binatang yang ndak biasa dimakan meskipun terasa eksotis.
apa kambing, sapi, ayam sudah ndak enak jadi mesti makan anjing?

29

Gravatar

13 June 2008 11:42:59

nonadita

Sayah nggak tega bayangin proses penyembelihannya. Apalagi melihat di Bandung itu banyak banget kedai sate kelinci.

Bukan, sayah bukan vegetarian lho.

Saya makan daging juga, terutama ikan dan ayam. Tapi sayah kok melihatnya ayam dan ikan itu bukan hewan peliharaan ya (jadi tega2 aja gitu), tapi sebagai makanan berjalan…

*sadis* gyeheheheheh……

30

Gravatar

13 June 2008 12:03:45

ade

saya juga termasuk makan yg normal2 aja
ampe skarang aja masih lom kuat hati tuk coba coto kuda yg bertebaran dimakassar :D

31

Gravatar

13 June 2008 12:28:00

cm4nk

http://cm4nk.multiply.com/journal/item/6/Anjingthe_truly_story_.._-
Hmm..keragaman budaya memang membuat semuanya terlihat berbeda…tapi perlukah perbedaan itu dipertentangkan??

32

Gravatar

13 June 2008 15:31:49

yati

semi vegertarian
makan telur = makan orok ya, Pak?

33

Gravatar

14 June 2008 15:39:14

Yoyo

bersentuhan aja sudah najis, apalagi memakannya, hmmm !
guk *

34

Gravatar

14 June 2008 20:09:50

satrio

hmm..
sama.
disini juga ada warung RW.
gak jauh kok, cuma di ujung jalan deket kantor..

35

Gravatar

15 June 2008 13:05:16

gadis

enak ga tuch makan dagingnya, rasanya bgm yach :) deketin aja takut dijilat :D

36

Gravatar

17 June 2008 01:02:39

sluman slumun slamet

kalo di Tuban, ada juga pcinta daging anjing. biasanya disajikan dengan minuman toak. jangan harap anjing pedaging alias anjing ternak tapi anjing hasil berburu alias liar. caranya dengan membawa glangsing alias karung, anjing dimasukkan ke dalamnya lalu dipukuli sampai mati. hmmmmm… MAK NYUS :D

37

Gravatar

18 June 2008 22:23:28

rinon

di belakang malioboro (gang kedua dari utara kekanan, samping sekolah) ada yg jual sugopung alias asu goreng tepung. cukup nendang dan maknyoos

38

Gravatar

19 June 2008 17:32:28

Donny Verdian

Dulu saya penggemar santapan berbahan dasar daging anjing.
Mulai dari RW, B1 Batak sampai SGT (sengsu goreng tepung).

Tapi setelah memelihara anjing sejak 2002, saya jadi benci dengan orang yang makan daging anjing…

Kasihan…

39

Gravatar

22 June 2008 14:39:51

bangpay

RW….. dadi kelingan pertama kali ke manado! :)

40

Gravatar

25 June 2008 12:44:10

Sharon

Aku sih makan.. Hehehehe.. Dari kecil gaul sama orang Menado jadi ya terpaksa dengan senang hati makan makanan aneh2

41

Gravatar

25 June 2008 18:00:08

ngatini

guk guk…enak enak…
tapi kalo guk2 ku gak boleh..soalnya gak ada dagingnya..
hehehe..

42

Gravatar

28 June 2008 13:45:43

diditjogja

masih satu tembok-di belakang rumah saya, dulunya digunakan pak kepala dusun menyembelih guk-guk sembari mabok juga ditemani goyangan dari musik dangdut yang diputar keras

*saya juga gak percaya cerita Bapak saya soal ini..*

43

Gravatar

03 July 2008 18:10:06

titin

Di Medan sekitarnya dan Tanah Karo , banyak terdapat rumah makan penyedia BPK =Babi Panggang Karo .. B2 = Babi, kadang menyajikan juga B1 = Biang (Anjing dlm bahasa Karo). Dulu kalau bulan Des, lolongan anjing mulai jarang terdengar bahkan banyak pencurian anjing .. karena dijadikan bahan masakan .. B1 Panggang.

*hidung saya ampe hapal bau B1 dan B2 saat proses barbaquenya .. pdhl saya muslim loh.. tapi di ujung jalan ke rumah saya ada resto penyedia BPK & B1 .. uek uek*

44

Gravatar

06 July 2008 23:39:35

fisto

jadi kangen…

45

Gravatar

15 July 2008 15:59:09

ulil nazry

enak juga sich dangingnnya tapi agak banyak lendirnya

46

Gravatar

11 October 2008 07:40:07

Bonar

Saya tidak suka daging anjing, bauk…

Tapi ketika terpaksa berkelana dihutan dulu, saya pernah menyembelih dan memakannya. Anjing peliharaan saya sendiri.

demikian pula dengan daging kucing.

47

Gravatar

02 December 2008 11:26:11

Agusto de Mino

berikut katalog penjual sengsu yang saya ketahui:
Jogja :
1. Jetis (perempatan jetis depan SMK 2 dan SMA 11)
2. Sengsu pojok concat (utara lapangan ganjuran condong catur)
3. Prapatan Cebongan Sleman (tanya orang sekitar)
4. Sengsu Kalasan (deket ringin kalasan)
5. Sengsu terminal Jombor (dalam lokasi terminal tsb)
6. Sengus terminal concat (dlm lokasi terminal jejer yg jualan lapen)
7. Sengsu Murad concat (kelurahan concat ke utara –>permanen)
8. Sengsu Babarsari (timur pom bensin bbrsari, depan SMA 1 dpk)
9. Sengsu Jl. Solo (selatan jalan, 1 km dari bandara adisucipto)
10. Segsu bokoharjo (Jalan depan RS.Panti Rini –> kira 300m dari teteg sepur)
11. Sengsu Bogem (belum pernah nyoba)
12. Sengsu Klepu (sekitar Gua Maria Jatiningsih)
13. Sengsu Sendang Sono (Dlm Lokasi Gua Maria Sendang Sono)
14. Sengsu Mataram (depan eks Bioskop Mataram)
15. Sengsu Semaki (Barat Makam Pahlawan semaki, depan SMTI)
16. Sengsu Jagalan (depan Jl.Jagalan, deket2 Sayidan)
17. Sengsu Plengkung Gading (udah pindah tp deket2 situ kok)
18. Sengsu Winongo (jl. bantul, sebelah selatan Jembatan Winongo)
19. Sengsu Palbapang (deket lapangan –> lom nyoba)
20. Sengsu Ganjuran ( dikawasan lokasi candi ganjuran , ada 4 lokasi silahkan milih)
21. Sengsu Tembong Ganjuran (dimasak kurang dari 5 menit –> Ganjuran keutara 300M terus belok kebarat, liat kanan jalan udah tergantung daging waungg)
22. Sengsu sodara winongo 1 (deket sengsu tembong)
23. Sengsu sodara winongo 2 (deket sengsu tembong)

di jogja terdapat puluhan penjual sengsu.. Habis natal 2008 aku mudik, yang mau hunting bareng dengan saya silahkan send email, padaku hehehhe.
Klo di Jakarta ga nemuin sengsu..paling di senayan (lapo) dan Matraman.
Btw ada referensi sengsu di Jakarta ga?

14. S

48

Gravatar

16 March 2009 08:47:08

sutama

silahkan gabung di komunitas penggemar sate jamu

49

Gravatar

18 March 2010 10:42:40

Maurents

Di kalangan gw biasa di sebut bebek india…

50

Gravatar

21 June 2010 12:33:03

Yohan Wibisono

apaan sich sengsu tuch?

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya