1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Serit Penjalin Kerukunan

serit.jpg

Ada barang yang sudah lama tak saya lihat di sebuah pasar di Bau-Bau, Buton. Barang itu adalah serit atau suri kerep atau sisir Kutu rambut. Sisir bergigi amat rapat yang mampu mengangkat Kutu rambut  (Pediculus humanus captitis) dan telurnya dari rambut dan kulit kepala. Serangga renik, tak bersayap dan penghisap darah satu ini kabarnya bisa menimbulkan rasa gatal yang dahsyat di kulit kepala. Sungguh mengganggu. Maka di sebuah komunitas yang dihantam hama Kutu rambut begini, kerap kita jumpai aktivitas orang-orang saling membersihkan Kutu rambut dari kepala (petanan),  sembari bertukar berita menjalin keakraban, dengan alat bantu utama serit itu tadi.

Perkara kutu di tubuh manusia, sebetulnya Kutu rambut bukanlah satu-satunya kutu yang berpotensi menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya mencari makan (dan berkembang biak). Sebut saja Kutu badan (Pediculus humanus humanus) yang gemar bermukim di pakaian atau Kutu selangkangan (Phthirus pubis) yang bersemayam di rambut pubik. Saya sendiri hanya pernah menyaksikan serit digunakan untuk menghilangkan Kutu rambut, dan belum pernah melihat serit digunakan dalam kasus Kutu selangkangan.

Sama halnya dengan serit, sudah lama juga saya tidak menyaksikan orang petanan. Apakah ini berarti kasus Kutu rambut sudah berkurang? mudah-mudahan demikian. Walaupun demikian, obat-obatan pemberantas Kutu rambut, seperti Peditox, masih saya lihat dijual di apotik. Kabarnya, jeruk nipis atau cuka, bisa juga digunakan sebagai ramuan untuk turut membantu upaya menghabisi Kutu rambut ini.

Tiga macam kutu yang menghuni tubuh manusia itu sebetulnya hanyalah bagian kecil dari sekitar 500 jenis kutu parasit penghisap darah yang ada di dunia. Korban para kutu ini tidak hanya manusia, hewan juga, termasuk hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau burung. Selain yang menghuni tubuh manusia, ada juga serangga yang sering dianggap kutu yang sebetulnya berbeda Ordo dengan kutu penghuni tubuh. Misalnya kepinding atau Kutu busuk atau tinggi atau bangsat (Cimex lectularius) yang juga menghisap darah dan senang menghuni kasur.

Perpaduan Kutu busuk dan pengguna kasur dapat menghasilkan tarian penuh improvisasi sembari rebah-rebah. Dalam kasus ini, saya tidak pernah melihat peran serit. Jika kasur telah menjadi sarang bangsat, acara jemur-jemur kasur lantas menjadi agenda berikutnya. Bertegur sapa dengan tetangga sembari meminta ijin menggunakan pagar bersama sebagai sarana penjemur kasur.

Kutu, serit, petanan, kadang saya bertanya, sejauh apa peran mereka dalam membangun kerukunan hidup bersama dalam sebuah komunitas.

56 orang ikut ndobos

1

Gravatar

13 June 2008 14:33:53

bangsari

sampeyan itu ya kutu kok. kutu buku.

2

Gravatar

13 June 2008 14:47:51

nonadita

>> membangun kerukunan hidup bersama dalam sebuah komunitas.

Ini berpengaruh lho…
Di tempat tinggal saya dulu (bukaaann…bukan di hutan!), aktivitas mencari kutu seringkali dibarengi dengan kegiatan curhat. Soal rumahtangga, soal sekolah (kalau yang kutuan adalah anak sekolah). Tapi seringkali juga yang diomongin adalah gosip ttg tetangga, yang ada malah nambah kerenggangan di kehidupan pertetanggaan.

Bisa jadi topik penelitian nih..

3

Gravatar

13 June 2008 14:57:51

zam

minyak tanah juga bisa dipake buat mematikan kutu!!

guyur kepala orang yg kena kutu.. lalu dibakar!!

kutu ludes.. sekalian orangnya.. :D

4

Gravatar

13 June 2008 14:58:49

ngodod

lo di kampung saya, sarana pemersatu sudah diganti dengan main kartu, gaple, nonton euro, main ps, karambol, sama ngecengin gadis sekolah keperawatan yang lewat.
yang penting, guyub…
[suer.., ndak bakalan didapat lo tinggal di kompleks rumah gedongan]

5

Gravatar

13 June 2008 15:02:40

dina

Klo yang kutu-an banyak, jadi rukun-karena bisa saling memberantas. Tapi klo cuma satu dua orang..paling malahan dijauhi karena menular. kenapa tuh pak dhe?

6

Gravatar

13 June 2008 15:18:00

goop

Barangkali bukan hanya jemur kasur, dan petanan yang telah hilang. Bercengkerama di pinggir kali sembari mencuci, atau *maaf* buang hajat juga tidak lagi dilakukan.
Ada yang protes karena ruang publik berkurang, namun senyatanya bukankah lebih senang melakukan kegiatan di ruang-ruang private?
*bingung*

7

Gravatar

13 June 2008 15:22:56

yati

kenapa anak2 sekarang ga ada yg kutuan? pengaruh sampo atau apa yak?
ga pernah lagi liat sisir kutu. eh, itu buatan cina ya? apa2 dari cina

8

Gravatar

13 June 2008 15:34:02

cK

saya masih pake sirkam itu buat nyari kutu kucing-kucing saya.. :-?

9

Gravatar

13 June 2008 16:10:24

iway

didis sebagaimana ndobos tidak mengandung alkohol dan zat-zat terlarang

10

Gravatar

13 June 2008 16:12:06

njepret

jadi inget masa kecil dhe.
ngaku aja aku dulu kutuan.
abis, hobi kluyuran kemana-mana en main ma sapa aja.
en serit itu jadi senjata sakti embokku … duh kangen diseriti aku … (tapi gak pake kutuan)

11

Gravatar

13 June 2008 16:14:03

suprie

wah udah gak pake lagi… tapi aktifitas mencari kutu ini bukan manusia doank loh pakdhe, monyet juga klo saya sering liat pada nyariin kutu temen nya, kutu mungkin emang di ciptakan begitu, mahluk kecil penjalin keakraban…

12

Gravatar

13 June 2008 16:40:52

dewi

saya baru tau namanya tinggi itu bangsat, pakdeh. klo saya mengumpat, saya ganti aja kali yah , “tinggi!!!”

13

Gravatar

13 June 2008 17:11:49

leksa

Tulisan yang OKE Pak De.. !!!! :D
jadi teringat zaman dulu di kampung, sodara2 saya suka petanan..
terus ntar duduk2 ditangga rumah panggung
diatas selembar kain putih, lalu telur kutu dan emak-nyakutu di bunuh dengan menggunakan 2 kuku jempol…

dan hidup warga tetap rukun sambil membasmi kutu lewat serit…

14

Gravatar

13 June 2008 17:17:39

pinkina

yaoloh, penelitiane sampek tekan serit, tumo, tinggi ck ck ck ck

15

Gravatar

13 June 2008 17:41:01

ulan

njenengan kutuan to pakde??

16

Gravatar

13 June 2008 18:05:05

Epat

Untuk Kutu selangkangan apa ya harus petanan juga? :-D

17

Gravatar

13 June 2008 19:05:10

Blog Kenthir

Saya jadi inget, dulu waktu di kampung sering ngliat Emak-emak petanan sampai 6-7 orang…koyo wong baris. Indonesia banget.

18

Gravatar

13 June 2008 19:22:55

ocha

Di daerah saya di Sorong masih ada sisir2 kutu itu dijual di pasar tradisional. Kalau kutu rambut emang gampang untuk dipakai sendiri ketimbang di cariin orang. Mempermudah dan gak buat repot. Maklum Peditox jarang didengar.
Kalau kutu kasur.. nah.. ini dia yg bikin badan gatel2. Kalau kasurnya dari kapuk yah resiko kutuan pasti ada. Cara membasminya perlu sekeluarga untuk mengepung dari tiap sudut kasur memburu si kutu. Cari dan pites, sama kyk kutu rambut. kikikikiki Pengalaman sih.

19

Gravatar

13 June 2008 19:48:52

Anang

kutu kupret itu apa ya. hahaha… iya pernah ngobrol ma temenku jg ni. tapi kduluan dah di tulis di blognya. asem.. jarang bgt kutu, tinggi dll. apa karna kemajuan tekno ya. hahaha..

20

Gravatar

13 June 2008 20:37:13

funkshit

jaman saya kecil juga massih sering liat orang petanan. . .sepertinya lucu

21

Gravatar

13 June 2008 21:11:52

venus

ya ampun! serit??? masih ada ya? :D

22

Gravatar

13 June 2008 22:15:45

atta

Nah ya itu
Petanan terbukti mampu dijadikan daripada yang mana pengikat komunitas. Kan ndak bisa sendiri tokh? Mesti melibatkan orang lain…
Anu apa sampeyan tertarik nggarap penelitian ini: bagaimana dampak petanan mampu merekatkan komunitas :D

23

Gravatar

14 June 2008 00:56:28

kw

thx infonya mas. ada peluang nih bisnis bedak doris di bau bau….

24

Gravatar

14 June 2008 01:16:21

babel

Kapur barus + minyak goreng = kutu-kutu pada modar :D

25

Gravatar

14 June 2008 07:39:38

mizan

Kayaknya bisa dijadikan topik tesis nih.

26

Gravatar

14 June 2008 10:17:33

bangpay

saya punya serit tinggalan mbah saya pakde… disimpen.. kawan saya bahkan menduga kalo itu jimat pengasih milik saya…

27

Gravatar

14 June 2008 12:13:33

ebeSS

si dokter kewan itu masih sempat terkena serit emaknya . . .
pertanyaannya . . . ketularan dari teman cewek yang mana ya..
cukup mengerikan ternyata . . . ‘lingsa’, telur ‘tuma’ itu . . .
ngerentep di sepanjang rambut . . kerlap kerlip kek pohon natal
serit emak lebih efektif untuk lingsa itu . . .
walaupun dia sekarang sudah ahli membedakan tuma dan kutu,
pipih dari samping dan pipih dari atas . . .
maklum itu penyakit umum pasiennya . . . :P
*bagaimana dengan saudara2 . . . .

28

Gravatar

14 June 2008 13:28:32

bakulsempak

hahahaha…diselangkangan marai aboh

29

Gravatar

14 June 2008 14:32:30

nothing

pke bygon..dijamin kutu rambut ato tumo dan lingsonya ilang

30

Gravatar

14 June 2008 15:19:25

Yoyo

selain menjalin kerukunan, apakah ada penelitian yang memungkinkan sebagai arena membicarakan orang lain ? mudah-mudahan nggak ya !

31

Gravatar

14 June 2008 15:36:41

Iis sugianti

Wah, perkakas wanita peninggalan jaman keemasan ndoro putri jawa laku keras di bau-bau ya Pakde? Bisa jadi ladang bisnis kecantikan ni PakDe…

32

Gravatar

14 June 2008 16:51:05

ndop

eit,sorri,blog saya masih bermasalah lo bang. jangan komen balik dulu ya… dua hari lagi deh… hehehe… *syapa juga yang mau komentar di blokmu ndop?*

aku byen pas esde, petanan sembari ngerjakne ulangan. malah kadang-kadang tumone ceblok ndik kertas ulangan…. dan teesss!!! kertas ulangan pun ada titik berwarna merahnya…

FYI. saya sudah menuliskan masalah ini dengan judul “punahkah binatang ini???” di blog saya bang.. jangan2 abang terispirasi dari saya bang.. hayooo.. ngakuuu…

*dipentung sama mouse oleh bang ndobos*

33

Gravatar

14 June 2008 16:52:40

ndop

oh ada satu lagi bang…
TENGU !!!
yup!
saya akan menuliskan bab itu aaah…

34

Gravatar

14 June 2008 19:35:11

Hedi

busyet serit dan petanan…langka banget nih :D

35

Gravatar

14 June 2008 20:23:58

satrio

bangsat? seperti nama panggilan saya dahulu..

36

Gravatar

15 June 2008 12:49:29

mbahatemo

pitu limo.. tumo..

37

Gravatar

15 June 2008 19:29:29

nananias

menghilang. persis kayak bancaan.

38

Gravatar

16 June 2008 06:34:41

Ade

udah lama bgt ga liat serit
ampe hampir lupa

39

Gravatar

16 June 2008 10:14:04

mayssari

Di daerah pedalaman Solo, kartosuro dan Boyolali masih ada yang petanan lho pakdhe….

40

Gravatar

16 June 2008 16:03:01

wira

ketika malem2 bangsat menggigit pantatnya zam, zam lantas teriak “diancuk… diancuk”, tetangganya yg denger langsung mbatin.. wah zam nonton bola semangat banget, padahal pakde … ??

41

Gravatar

17 June 2008 13:54:14

kangtutur

…sejauh apa peran mereka dalam membangun kerukunan hidup bersama dalam sebuah komunitas….

pada saat bejejer, bebaris nyari kutu…, sekalian bebagi cerita… kayak nya jauh juga deh perannya

*halah…*

42

Gravatar

17 June 2008 17:22:53

mpokb

mungkin memang itu manfaatnya kutu.. menjalin kerukunan :P

43

Gravatar

18 June 2008 12:09:12

unai

sekarang banyak cara praktis petan…tanpa memakan waktu lama. Cukur smua rambut. Hmm sepertinya memang kita terlalu bergegas, abai..bahwa petan itu penting :)

44

Gravatar

18 June 2008 13:09:07

anakperi

sampek bau-bau, kulakan cakar apa nggak, kyai…?
harap ngati-ati sama yang bekas lho, kyaine…

45

Gravatar

19 June 2008 09:59:48

doc_wong

shampoo sudah gampang didapat kalik..tetapi apakah rajin nyampoo bisa menghilangkan kutu? Sekarang jarang mendengar orang kutuan? *Hidup Unilever!*

Saya setuju ama ngodod tentang replacement dari serit sebagai penjalin kerukunan. Contoh lainnya adalah: blog, ym, email (dulu mirc sama icq ya? tapi udah gak kedengaran lagi juga)

46

Gravatar

19 June 2008 22:07:04

mbakDos

kalo lagi berantem sama mbakyu, masih menggunakan jasa kutu itu juga, pakdhe?

47

Gravatar

20 June 2008 00:05:50

abdee

dulu… kalo sore2 mbahku sudah manggil dan bawa suri/serit kaya gini… aku langsung lari dan sembunyiii. Habis sakit jee disisiri pake kayak ginian…

48

Gravatar

20 June 2008 17:18:14

Gelandangan

klo liat gambarnya ingat nenek :(

Salam kenal Mas

49

Gravatar

21 June 2008 09:55:07

blanthik_ayu

hahahahaha serit…
dulu waktu kecil tumoan ketularan temen maen…
sama mbok’ku di seriti tur di petani…
giliran bapakku…aku lantas di krukupi pake anduk kecil mukanya..trus rambutku di semprot…SHELTOX…hahahahaha
amblasss tumone…[mungkin karna sheltox kui rambut ku saiki apik..tebel san bergelombang seksiih…hihihii]

50

Gravatar

25 June 2008 12:02:07

Jauhari

biasanya dulu dipake untuk cari TUMO :D

51

Gravatar

26 June 2008 20:22:41

ivn

jadi inget waktu kecil dulu suka disisir pake serit…..

52

Gravatar

29 June 2008 19:56:43

network_pirates

wong saya dulu rekor kok, umur enam tahun, kutu saya 20 ekor lebih. Ya pake senjata serit ituu, sama kerta putus untuk alas membantai

53

Gravatar

30 June 2008 05:17:24

-tikabanget-

kutu.. :|
sayah suka garuk garuk itu gara2 kutu apa jamur ya.. :|

54

Gravatar

30 June 2008 09:05:50

dewa

kutu itu nampaknya sekarang sudah jarang sekali soalnya shampoonya sekarang bahannya kuat - kuat :)

55

Gravatar

03 July 2008 19:19:22

gambarpacul

pancen enak temenan dipetani Lik…

sing urung tau nek kutu nang selangkangan terus dipetani…..enak maning kayane..he,.he..

56

Gravatar

16 August 2008 10:18:12

puji

aduh, ada info yang lebih komplit ttg phthirus gak???
lagi butuh nih buat tugas PPS… help me please….!!!!!!!!!!!!?

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya