Cerpenista

Saya seorang kutu buku, begitu kata teman. Kutu kek, badak kek, tidak soal, tapi saya memang senang membaca buku. Toko buku bisa membuat saya lupa waktu. Saya selalu kagum kepada orang-orang yang bisa menulis, merangkai kata dengan baik dan enak dibaca. Beberapa buku di tulis oleh lebih dari satu orang, biasanya yang begini ini bentuknya lebih merupakan laporan yang tidak dapat digolongkan sebagai karya sastra. Bagaimana jika karya sastra? Umumnya hanya ditulis oleh satu orang. Bayangkan saja cerita semacam Harry Potter, Lord of the Rings atau Tetralogi Pulau Buru (Tetralogi Bumi Manusia) ditulis oleh dua orang. Nah sekarang, bayangkan sebuah cerita yang ditulis oleh 25 orang sekaligus!!

cerpenista.jpg

Cerita (-cerita) yang dibuat secara keroyokan begini ada, Cerpenista namanya. Cepernista menyajikan karya-karya tulis yang dibuat secara keroyokan dan penulisannya dilakukan secara online. Setiap penulis hanya bisa menuliskan satu dua kalimat yang akan diteruskan oleh penulis lainnya. Cerita keseluruhan yang dihasilkan tentu saja mengerikan. Berdasarkan jenis ceritanya, Cepernista terbagi atas 9 kategori yaitu, Detektif, Dewasa 20+, Dongeng, Drama, Horor, Humor, Kisah Sejati, Romantis dan Umum.

Kekusutan cerita langsung terjadi di hari-hari awal Cerpenista dibuka oleh sang penciptanya. Maka kemudian untuk beberapa cerita penulisnya mulai dibatasi dan dikelompokan dalam kelompok (group). Saat ini ada 7 kelompok penulis yaitu, Cah Andong, Loviano, Hororika, Orgasmia, Jayustisia, PT: Penyair Tuwir dan Sastrawan Jenaka.

Jika ada kata-kata bijak yang menyarankan agar kita jangan menghakimi buku dari sampulnya, maka dalam Cerpenista sampeyan jangan sekali-kali berkesimpulan apa isi cerita dari judulnya. Kisah Preman Berhati Emas, Misteri Hantu Lucu atau Balada Aryani dan Ibu Mertua Tiri yang Jahat, berlari liar entah ke mana. Tidak semua cerita dapat dibaca oleh khalayak ramai, Jeritan Batin seorang Gigolo misalnya, hanya bisa dibaca dan ditulis oleh 15 orang anggota kelompok Orgasmia saja.

Saya tidak akan bercerita banyak soal Cerpenista ini, sampeyan lihat saja sendiri. Hanya saja, sebelum membacanya, jangan lupa untuk terlebih dahulu membaca FAQ dan Syarat & Ketentuan. Bagi sampeyan penggemar kisah Diajengnya Ndorokacung, kepergian Diajeng ke Milan belumlah mengakhiri kisah percintaan Ndoro dengan perempuannya itu. Cerpenista menghadirkannya kembali di sini.

Ada yang berminat membukukan karya orang-orang berotak selip ini?

Join the Conversation

42 Comments

  1. saya tuh gumun, hasil karya orang kurang gawean (momon) dan diteruskan oleh cah2 yg kewarasannya diragukan kayak gini kok ya laku dibaca… hihihi

  2. cerpen yang nista dan sinting abis :p

    mon, keknya gw inget deh, gimana ceritanya itu Dieajeng pas ninggalin Ndorokacung ke Milan. keknya diajeng ke bali deh sekarang :p

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *