Kopat Kapit

nene-aldrin.JPG

Sampeyan percaya kalau sampeyan itu punya kembaran di tempat lain, walaupun sampeyan secara biologis bukan anak kembar? Banyak teman yang mengatakan kalau saya punya kembaran paling tidak satu orang. Istri saya ya bilang begitu, dan saya berharap mudah-mudahan dia bisa membedakan kami saja, ndak tertukar.

Kembaran yang saya maksud bukan dalam penampakan fisik, hanya saja kami memiliki amat sangat banyak kesamaan, bahkan sudah pada tingkatan yang mengerikan tampaknya. Kami sama-sama sudah menikah (untungnya bukan dengan perempuan yang sama), istrinya dan istri saya sama-sama pernah bekerja di perusahaan yang sama (mereka tidak saling kenal saat itu karena di negara yang berbeda), sama-sama berputra dua dengan tongkrongan tubuh sama (satu bulat besar yang satu kurus seperti gagang sapu). Cara kami menjalankan keluarga masing-masing amat sangat mirip terutama dalam pembagian peran suami-istri. Sering dia bertanya “Kamu yakin, kita tidak menikah dengan perempuan yang sama?” Bayangkan saja seperti ada dua keluarga yang sama di dua negara yang berbeda.

Sering kami mengeluarkan celetukan yang sama persis di saat yang bersamaan. Sering pula, di dalam rapat di kantor lama, kami hanya saling pandang dan lantas cekikikan berdua. Melamunkan hal-hal yang sama, dan memiliki cita-cita yang mirip, jika tak ingin dikatakan persis sama. Sama-sama kuliah lagi dengan alasan yang sama di negara yang sama.

Istri saya ya dekat dengan dia. Pernah suatu kali ketika mereka sedang sama-sama di Inggris, ada bisik-bisik menyebar hanya karena dia waton njeplak di kantor “I am going to take her out for a romantic dinner.” Saya sendiri baru tahu itu jadi bisik-bisik setelah ada seorang teman yang dengan amat sangat hati-hati dan sopan mengabarkan ke saya perkara itu. Lantas apa saya cemburu? Ya tidak sama sekali, wong di saat yang sama saya juga sedang makan malam dengan istrinya kok dan kami saling tahu. Kedekatan kami kadang mengundang pertanyaan tak penting, dan jawaban kami selalu sama “We are very close, but we don’t kiss.”

Jika ada perbedaan maka dia termasuk “lelaki mall”, saya tidak. Sering kali pada saat kami sedang bepergian, saya memilih tinggal di penginapan sementara istri saya pergi memenuhi hasrat cuci mata dan beli-belinya bersama kawan satu itu. Terus terang, kalaupun saya ikut maka daya tahan saya menemani mereka hanya setengah jam saja. Sungguh waktu yang teramat sangat singkat bagi dua shopping monsters itu.

Lantas ini postingan soal apa? Ah, saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun saja buat kawan saya itu. Maligayang bati pare.
Lalu, apa hubungannya tulisan ini dengan judul? Ya ndak ada.

Join the Conversation

42 Comments

  1. Ah so sweet………
    Aku malah salutnya pada kalian, kok bisa ndak cemburuan? *menjura*

    Ah, begitulah cinta2annya orang dewasa yah?
    Met ulangtahun buat itu kembarannya? Untung ngga ubanan juga ;))

  2. asik banget, ga cemburuan… :d
    biar ga kenal, met ultah deh, buat mister itu…orang philipina?

    mmmm….dia kembaran sama …ah, ga usah bilang, tar ada yg ga terima :p

  3. @Dita @Zam

    Woi… kalian berdua kok malah ngobrol di blog orang. silakan ngobrol pake YM atau pake blackberry kalian saja. Jangan ngobrol di sini… kekekekekekkk…

    lho, kenapa saya malah nggak ngomentari blog ini, kenapa malah ngomentari dua orang itu. bingun saya….

  4. @blackberry couple, kudoakan semoga kalian juga bisa menjadi pasangan yang romantis seperti pak dhe mbilung dan bu dhe jeni, juga segera membina biduk pernikahan dan dikaruniai anak-anak yang pintar-pintar dan lucu-lucu seperti si ‘mas’ dan ‘adek’. aminnnn.

  5. lho, kok keluarnya jalan sutera? itu komenku…

    @blackberry couple, kudoakan semoga kalian juga bisa menjadi pasangan yang romantis seperti pak dhe mbilung dan bu dhe jeni, juga segera membina biduk pernikahan dan dikaruniai anak-anak yang pintar-pintar dan lucu-lucu seperti si โ€˜masโ€™ dan โ€˜adekโ€™. aminnnn

  6. ooo tak pikir cerita tentang sampeyan jadi swingers…tibaknya ulang tahon…yo wis selamat..selamat..

  7. saya kok demen banget bagian ini :

    […]Lantas ini postingan soal apa? Ah, saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun saja buat kawan saya itu. Maligayang bati pare.
    Lalu, apa hubungannya tulisan ini dengan judul? Ya ndak ada.[…]

    ah ya, selamat bertambah usia…

  8. saya kira hanya saya yang pernah melihat ke mata orang lain dan tahu bahwa dia sedang memikirkan apa yang saya pikirkan, e lha ternyata saya tidak sendirian..

    jadi kangen nongkrong bareng orang itu lagi..

  9. ah andaikan dulu aku selalu bercermin pada kedua anakku, pasti setidaknya separuh umurku masih bisa merasakan keindahan dunia seperti ini. betul2 soulmate. jaga selalu ya nak. sampe kakeknenek.(tahukah kamu semua. . . . aku sambil menitikkan air mata kala mengetik kata2 ini)

Leave a comment

Leave a Reply to yati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *