1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Nikmati Selagi Bisa

keluarga.jpg

Anak. Betapa berharganya mereka. Paling tidak buat saya. Setiap detik bersama mereka, adalah saat yang membahagiakan (well … almost). Anak selayak suar, yang menjadi penuntun arah tujuan. Menjadi jangkar, sehingga hati selalu tertambat pada keluarga. Juga menjadi pagar sehingga saya tidak menjadi kambing liar. Ada masa di mana saya tidak melihat mereka tumbuh, sehingga terkaget-kaget melihat sosok mereka manakala saya kembali ke rumah. Untung mereka tidak memanggil saya Om. Atau lebih parah dari itu, untung tidak ada teriakan begini di rumah ketika saya pulang, “Sebentar ya Om. Paaaaa, Papaaaaa, ini ada temannyaaaaa!!!”

Kapan itu ada kawan yang baru punya anak, datang dengan keluhan betapa lelahnya dia mengurus anaknya. Kapan lagi, ada yang datang dengan keluhan yang sama soal anaknya yang masih balita. Saya hanya berpesan pada mereka, “Nikmatilah saat-saat itu, sebentar lagi anakmu akan tumbuh besar dan mulai hilang dari kehidupanmu. Sebentar lagi mereka akan punya dunia sendiri.” Klise? Basbang? Biarin, karena begitulah adanya.

Jika pada jaman dahulu orang memiliki anak banyak karena memang tidak ada hiburan lain selain bikin anak atau karena perlu tenaga kerja untuk menggarap ladang, maka jaman sekarang jumlah anak dari tiap keluarga cenderung menurun jumlahnya. Bisa jadi ini adalah salah satu indikator keberhasilan program KB dahulu itu, dua anak cukup (cukup mahal mungkin maksudnya), atau laki perempuan sama saja (sama-sama mahal mungkin maksudnya). Umur anak sulung dan bungsu dalam keluarga menjadi berdekatan, dan mereka menghilang dari rumah dalam waktu yang relatif bebarengan. Meninggalkan orang tua yang masih relatif muda untuk bercanda dengan anak tetapi terlalu tua untuk punya anak lagi.

Ini ada apa toh? Ah, ya ndak ada apa-apa kok. Saya hanya baru saja melihat-lihat foto anak-anak saya saja. Kangen sepertinya. Mereka sudah tumbuh besar, berusia remaja. Sudah mulai punya dunia sendiri. Sebentar lagi datang waktunya saya harus melepas mereka menjalani hidup mereka sendiri.

Oh tidak, saya tidak akan memenjarakan mereka di bawah ketiak saya, atau memegangi mereka. Toh tangan saya nanti akan sibuk, menggandeng istri saya, menelusuri jalur pedestrian di bantaran Sungai Seine, sekadar berdiri memandang air dari atas jembatan Pont d’lena atau menggelandang di Wonosobo. Gimana Jeng?

Begitu saja. Nikmatilah kebersamaan bersama anak sebelum mereka kabur entah ke mana.

Foto diperagakan oleh model. Fotografer Zam.

50 orang ikut ndobos

1

Gravatar

24 July 2008 00:07:32

suprie

sumpah, itu orang tuanya baekk banget minjemin anaknya buat di foto bareng mutia dan balibul :))

2

Gravatar

24 July 2008 00:38:46

yoki

Iyah memang betul, gak kerasa sudah banyak “type-ex” di kepala menandakan bilangan umur sudah banyak, jadi intinya mau pensiun dini neh? :P

3

Gravatar

24 July 2008 01:06:48

aGoonG

anake lucu banget …

4

Gravatar

24 July 2008 01:26:32

bibisp

gimana kalo jalan-jalannya sama si jeng di tambah juga ngeliat cherry blossom di potomac park? sekalian mbantu momong keponakaanmu ini, juga ketemuan ama jeng bunder yg sekarang jadi juragan batik :-) ….

Lho…di situ masih ber-Hanami? Ah, kalau untuk itu saya pilih taman Shinjuku Gyoen saja. - Mbilung -

5

Gravatar

24 July 2008 01:35:20

ndoro kakung

modyiar kowe, mbul … hahaha …

6

Gravatar

24 July 2008 01:58:47

Fany

wakakakaa mas gembul kena di sini… fotonya so swiiit… hihihi…

7

Gravatar

24 July 2008 02:06:05

sandal

Woh, ternyata jadian kemarin itu untuk nutupi anak ini yo?
Jaman sekarang emang jamane gampang meteng :D

8

Gravatar

24 July 2008 02:18:53

merahitam

Ah, saya jadi kepingin cepet-cepet punya anak :D

9

Gravatar

24 July 2008 02:28:17

antobilang

kasian anak itu, wajahnya begitu tersiksa.

10

Gravatar

24 July 2008 02:58:12

leksa

baru tahu saya ternyata Kang Gembul sudah berbuntut.. :|

Oh ya? saya malah ndak tau. - Mbilung -

11

Gravatar

24 July 2008 03:55:51

Gum

lebih menyakitkan lagi kalo pas njenengan pulang, dia bertanya ke ibunya, “mama, ini papa yang mana?” :D

12

Gravatar

24 July 2008 06:43:13

Iman

he he..kapan metengnya si meutia?

Lho? pernah to?

13

Gravatar

24 July 2008 08:24:20

evi

loh? gembul dah punya anak tho? cepet amat baru kemarin punya pacar, atau dari pacar sebelumnya ya?

Loh? yang bilang gembul punya anak siapa? - Mbilung -

14

Gravatar

24 July 2008 08:41:37

adipati kademangan

foto diatas kok mengingatkanku pada pesan seseorang yang menyebutkan …
“ati-ati lhoh, saiki jamane gampang manak”
Lhah kapan meteng e …

15

Gravatar

24 July 2008 09:04:42

iway

kok ga mirip iqbal ya??

Lha? emangnya itu anaknya Iqbal??? - Mbilung -

16

Gravatar

24 July 2008 09:33:41

zam

modiar koe, mbul!!! wakakakaak…

pakde, tolong jaga nama baik saya…

17

Gravatar

24 July 2008 09:41:07

Jeng

mauuuuuuu……. !!!!!!!! kapaaaaaannnn……..??????? :D

18

Gravatar

24 July 2008 11:19:15

Moes Jum

Hebat Kang tulisane menggugah rasa … sayang model fotomu sing lanang kuwi koq gak tepak gitu. Tampangnya cenderung seneng punya anak banyak, tapi semua anak sulung

19

Gravatar

24 July 2008 11:47:20

cK

waktu berjalan begitu cepat pakdhe. mungkin kemaren masih momong anak, bentar lagi momong cucu… :mrgreen:

horeeee, sebentar lagi mau dapat cucu dari chika. -Mbilung-

20

Gravatar

24 July 2008 11:47:51

Ghilman

Mas, itu pipa ledeng yang bocor disebelah sana.

21

Gravatar

24 July 2008 11:56:57

windra

nonton potone kayake ‘mbul gimana gitu…….

*apa mirip orang nepsong yach ???

22

Gravatar

24 July 2008 12:26:55

Mutia

oo..ini to postingan yang edukasi itu om..? :D

“mas bul, kok si kecil nggak mirip kita berdua ya… anak siapa ini?”

23

Gravatar

24 July 2008 12:27:29

arya

anak: eh ada om ayah
ayah: *gubraks*

iya itu, anakmu itu memang begitu. sudahlah, jangan sedih. -Mbilung-

24

Gravatar

24 July 2008 12:32:24

balibul

“mut, yang bocor kan pipa tetangga .. “

25

Gravatar

24 July 2008 12:41:52

jarwadi

yah menikmati damainya keluarga memang
aghrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ….

26

Gravatar

24 July 2008 12:42:23

Mutia

” woo pantes istri tetangga teriak..teriak pipanya bocor ”
*manggut-manggut*

27

Gravatar

24 July 2008 12:43:00

balibul

hahahaha, muti ini edukasi nduk. sudah ah.. sungkem dulu sama om mbilung (sungkem - sun nang cangkem)

28

Gravatar

24 July 2008 13:11:12

nonadita

>> menelusuri jalur pedestrian di bantaran Sungai Seine, sekadar berdiri memandang air dari atas jembatan Pont d’lena

Saya boleh ikutan? Bawa temen deh.. jadi misah di sananya…xixixixi!

bersama anjing lautmu itu? -Mbilung-

29

Gravatar

24 July 2008 13:42:03

bangsari

oh, gembul lagi ngurus anak to. pantesan ra tau ngetok.. :d

anaknya sapa pul? anaknya omith? -Mbilung-

30

Gravatar

24 July 2008 14:12:44

aprikot

wonosobo?? itu pasti teh tambi!!!! meluuuuuuuuuuuu

31

Gravatar

24 July 2008 14:29:10

ekowanz

ngglandang neng wonosobo pakde??…meluuuw ;))

32

Gravatar

24 July 2008 16:31:21

meong

weeelhaaa….iki to yg diobrolin semlm itu

yowiz, nderek bingah kemawon, dateng panjenengan2 sedanten…
mugi daos birul waliddin, saknah mawaddah warahmah….

:mrgreen:

33

Gravatar

24 July 2008 18:33:08

anakperi

itu tangan kanan om-omnya lagi ke mana, ya?

34

Gravatar

24 July 2008 18:34:06

Dhimas

tidak ada hiburan lain selain bikin anak

:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

35

Gravatar

24 July 2008 19:30:43

hanny

woh, wis nduwe bocah… ayu tenan… tokcer juga kau, bal!!! hihihihi. sibuk ngurusi anak rupanya, pantas belum ngapdet2 blog lagi :D hehehe.

lho? emang itu anaknya Iqbal ya? - Mbilung -

36

Gravatar

24 July 2008 19:30:47

ngodod

jah…, bisa didakwa dengan delik pencemaran nama baik.

siapa? kenapa? -Mbilung-

37

Gravatar

24 July 2008 20:21:26

alabahy

banyak anak banyak rejeki .hohoho

38

Gravatar

24 July 2008 20:24:09

alabahy

kalau kita udah tua gantian anak yang merawat kita. ho oho

39

Gravatar

24 July 2008 21:20:43

mr.bambang

Kasihan anaknya

kenapa? -Mbilung-

40

Gravatar

25 July 2008 00:16:21

mbakDos

iyah… saya juga ikut menyaksikan kemesraan balibul sekeluarga kemaren itu…

41

Gravatar

25 July 2008 07:55:54

MazIm

mast.. kami blum dapet lho… do’aken ya mast.. Ngemeng2, tomorrow July 26 kami anniversary nyang ke-10. Seperti yang Ibunda bilang, perlu & harus diperjuangkan… do’aken juga ya mast & mbak.

42

Gravatar

25 July 2008 09:01:43

-tikabanget-

sayah harusnya udah punya dua anak.
cuma mereka sekarang gak tau dimana.
*ambil tissue*


yak.. CUT..!!

—batas suting sinetron—

43

Gravatar

25 July 2008 12:44:56

ocha

bener pakdhe, anak itu sumber kebahagiaan. saya ketinggalan banyak banget masa pertumbuhannya. hikzz…. padahal baru tiga tahun. Gak bisa membayangkan besok mereka besar dan meninggalkan ’sarang’nya

44

Gravatar

25 July 2008 12:48:14

yudhi

sungai seine.. haduh.. ngiler dhe.

45

Gravatar

25 July 2008 14:37:34

yati

Toh tangan saya nanti akan sibuk, menggandeng istri saya, menelusuri jalur pedestrian di bantaran Sungai Seine, sekadar berdiri memandang air dari atas jembatan Pont d’lena

dan sesekali saya menengok ke belakang, karena yati ternyata ikut bersama kami.

*serasa di cerpenista*

46

Gravatar

25 July 2008 16:15:29

pasarsapi

Saya ingin menikmati Pakdhe..membaca tulisan pakdhe yg mengharukan dan membayangkan putri kecil saya yg sebentar lagi tidak mau digandeng, tapi….PHOTO itu mengganggu Pakdheeee..!!!!

Lha bagaimana Mbak, wong foto itu justru mengharukan je menurut saya. -Mbilung-

47

Gravatar

29 July 2008 18:48:12

mariskova

“Umur anak sulung dan bungsu dalam keluarga menjadi berdekatan, dan mereka menghilang dari rumah dalam waktu yang relatif bebarengan.Meninggalkan orang tua yang masih relatif muda untuk bercanda dengan anak tetapi terlalu tua untuk punya anak lagi.”

Hahahahaha….
Pokoke saya ketawa banget baca ini.

48

Gravatar

30 July 2008 11:52:54

parmin

mbetul pisan euy.. kalao anak lagi sehat, bandel sedikit suka dimarahi. kerasa pas anak sakit, inginnya dia sehat, gak apa bandel juga.. :D

49

Gravatar

07 August 2008 13:47:16

Manika

Ah jd pgn berlama2 main dgn si 11bulan..

50

Gravatar

28 November 2008 23:29:44

dboestami

hmm jadi pingin nambah…ayahhhhhhhh….om….lho?

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya