1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Tanduk Sabit di Taman Hewan

oryx-dammah.jpg

Gage
ada mengirimkan sebuah foto binatang kepada saya yang dipotretnya pada saat sedang tetirah bersama kawan-kawan blogger lainnya ke Taman Safari di Cisarua, Bogor. Ia meminta saya untuk mencari tahu, apa nama binatang itu. Saya bukan ahli mammalia, tetapi saya tahu itu kira-kira species apa. Tidak sulit, tinggal cari-cari saja sedikit. Hasilnya, saya terkejut. Sangking terkejutnya, saya meragukan hasil dari apa yang saya temukan itu. Hingga sekarang, masih belum bisa menemukan bahwa apa yang saya temukan itu salah.

Jika pergi ke Taman Safari, kebanyakan orang memang lebih tertarik dengan Gajah, Badak, Singa, Harimau, Jerapah dan binatang-binatang “karismatik” lainnya. Sehingga binatang lain yang kurang publikasi (sehingga tidak dianggap sebagai “satwa selebritis”) menjadi tidak terperhatikan. Toh sebagian orang yang datang ke tempat itu memang bertujuan untuk menonton binatang, senang-senang, foto-foto, pikinik, makan-makan, bermain komidi putar, dan untuk itu semua tak perlulah tahu soal ini itunya binatang yang sedang mereka lihat. Singkat kata, itu satwa ya hanya sekedar jadi tontonan saja. Untuk belajar? Hmmmm … masih bisa diperdebatkan soal yang satu ini. Apa ada yang bisa mengajari?

Kembali soal foto dari Gage. Itu foto dari Scimitar-horned Oryx (Oryx dammah) berasal dari Afrika, atau jika hendak dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia mungkin bisa jadi Oryx tanduk-sabit. Lantas apa istimewanya dengan si tanduk sabit itu? Berdasarkan tingkat seberapa terancam punahnya, maka mahluk hidup dibagi ke dalam 4 golongan besar. Yang baik-baik saja kondisinya, kemudian yang Terancam Punah, lantas yang sudah Punah di Alam Aslinya (Extinct in the Wild) dan yang terakhir Punah (Extinct), lenyap dari muka bumi ini. Si tanduk sabit itu berstatus Punah di Alam Aslinya. Satu langkah lagi, lenyaplah dia dari muka bumi ini. Saat ini yang pasti si tanduk sabit ini ada di beberapa kebun binatang, sementara di alam aslinya mungkin sudah punah, walaupun mungkin masih ada sejumlah kecil hidup di Niger dan Chad.

Ini amat sangat istimewa, karena dari seluruh mahluk hidup yang telah diketahui ada di muka bumi ini, hanya 38 spesies yang masuk kelompok Extinct in the Wild. Kelompok Extinct in the Wild ini di dominasi oleh kelompok ikan bertulang (Actinopterygii) dan Keong/Siput (Gastropoda) masing-masing dengan 13 spesies. Untuk hewan menyusui (Mammalia) ada 4 spesies dalam kelompok ini. Hal tersebut membuat si tanduk sabit “lebih istimewa” dibandingkan dengan para satwa selebritis.

Sang tanduk sabit dimasukan dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), sebuah konvensi yang mengatur “Trade” satwa antar negara di mana Indonesia adalah anggotanya. Appendix I secara gampang bisa diartikan sebagai daftar spesies yang tidak boleh di”Trade” kecuali untuk kepentingan penelitian misalnya. Trade itu sendiri dalam konvensi diartikan sebagai semua kegiatan “export, re-export, import and introduction from the sea”.

Pertanyaannya sekarang, jika tebakan saya benar bahwa hewan yang difoto itu adalah Oryx dammah, bagaimana sang tanduk sabit ada di Taman Safari? Untuk penelitian? Siapa peneliti Oryx di Indonesia? Lantas apakah semua kegiatan ini hasilnya bisa dilepas kembali ke alam aslinya sehingga ia tidak punah di alam dan hanya ada di kebun binatang saja? Mungkin ada dari sampean yang bisa menjawab soal ini, saya sekali lagi bukan ahli mammalia, saya bisanya mainan burung saja.

Foto oleh Gage.

>> Selamat akhir pekan Ki Sanak. Kapan sampean punah? *Ndorokakung mode on*

51 orang ikut ndobos

1

26 July 2008 19:28:42

Dhimas Yhoga Saputra

Dari kesemua pertanyaan itu tak satupun saya bisa menjawab…

2

26 July 2008 19:35:36

Yahya

Ternyata kadang kita tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang berharga dan unik di sekeliling kita

3

26 July 2008 19:36:46

danney

wahh…keduax….senangnya bisa masuk 2 besar komen di bloger selebriti..mengalahkan satwa selebriti pakdhe

4

26 July 2008 19:42:21

gambarpacul

meh mirip wedus yah?

5

26 July 2008 19:48:17

mbakDos

waahhh moso? beneran itu langka ya?!
kesebut ndak ya istilah ‘langka’ itu oleh si bapak pemandu? saya lupa :P

6

26 July 2008 20:14:38

mr.bambang

wah panjang juga ya….
Panjang tanduknya..

7

26 July 2008 20:21:43

Gage Batubara

@mbakDos, kayaknya engga deh. Sibapak pemandu cuma menyebutkan itu tanduknya diburu sama orang Arab buat sarungin pedangnya

Kayaknya yang dikejar-kejar buat sarung pedang itu Arabian Oryx (Oryx leucoryx) -Mbilung-

8

26 July 2008 20:35:22

bangsari

ada apa gage dan mbakdos?

*sepetinya gage lagi berusaha menghindari kepunahan?*

9

26 July 2008 20:46:16

goblog

@bangsari
kompor mode On ya ?? mo ‘menciptaken’ pasangan blogger baru ?

klo gitu… setujuuu…. :d

*ngabur sebelum di timpuk gage*

10

26 July 2008 20:54:42

yoki

Wah jadi kangen baca postingan seribu intan-nya neh :D

11

26 July 2008 21:10:07

cK

dan seharusnya binatang ini benar-benar dilindungi, kalau bisa dikembangbiakan… :P

eh benar pakdhe cuma maenan burung aja?? :o *yang lain kok gak disebutin?*

12

26 July 2008 21:45:47

yati

:d ngulang lagi komentar tadi….cuma pernah liat binatang jenis ini di buku2 cerita.

13

27 July 2008 00:07:57

valens

wah, detil banget jawabannya. keren sekali… salam kenal…

14

27 July 2008 04:42:16

leksa

*bloger serius mode:ON
nah inilah fungsinya blog dan networking antar bloger…
*bloger serius mode:OFF

Mungkin bisa di cross check ke kelompok peneliti Kambing Tanduk Sabit itu saja, Pak De.. Apa ada affiliasi mereka di Indonesia?

Udah euy, di Antelope Specialist Groupnya IUCN. Kagak ada -Mbilung-

15

27 July 2008 05:48:44

sandal

Si Kambing Jantan tau ga ya soal ini?

*kriuk*

16

27 July 2008 09:46:39

Fa

jadi, skrg pakde terima orderan mencari ketengan fotokah? *ngumpet sebelum liat pakde melotot*

17

27 July 2008 14:02:10

nopid

quote : “….saya bisanya mainan burung saja.”

(membaca dg expresi takjub..)

18

27 July 2008 16:16:12

Epat

harusnya sang pakar itu belajar dari pakdhe ndobos soal riset foto kekeke

19

27 July 2008 16:26:56

arya

itu kalo disate apa seenak sate kambingnya casmadi ya pakde?

20

27 July 2008 20:30:15

maruria

mungkin ya biar ndak punah itu pakdhe.. Tapi ko ditaro di kebon binatang ya?

21

28 July 2008 09:16:38

iway

titipan dari pejabat kali pakdhe **teori konspirasi mode**

22

28 July 2008 10:43:52

pitik

tak pikir tadi itu anoa…

23

28 July 2008 11:56:43

zam

tak pikir ini burung jenis baru..

24

28 July 2008 12:02:32

nonadita

disebut antelop saja, bisakah?

*pernah dapet figurin antelop dari Dancow Instant jaman dulu*

25

28 July 2008 12:38:04

suprie

@dita , emang disebut antelope

pakdhe, mungkin mereka gak sadar, atau salah .. jadi kapan kita ke TSI

Iya, Oryx memang salah satu anggota dari kelompok Antelope. Maksudnya gak sadar atau salah itu soal apa ya? -Mbilung-

26

28 July 2008 13:16:05

suprie

gak sadar klo itu orxy dammah, soale si pemandu bilang klo itu di pake buat sarung pedang

27

28 July 2008 13:34:13

Affan

bkn anoa yah ?

28

28 July 2008 16:05:51

ngodod

gemblung mode : ON
disate enak gak ya…?

29

29 July 2008 10:17:14

hanny

cantik sekali yah diaaaa…

30

29 July 2008 17:02:46

tintin

Oryx sama antelope apa bedanya yah ..?? :D

Antelope itu nama kelompok hewan menyusui, berkuku genap, memamah biak, yang bertanduk panjang, kakinya panjang, larinya cepet, relatif langsing … dan Oryx adalah salah satunya. -Mbilung-

31

29 July 2008 19:16:58

satrio

oohhh…. ternyata begitu.. -manggut-manggut-

32

29 July 2008 20:43:25

Dektizz

…duapuluh taun yll, kalo si Mas ini nemu binatang langka terancam punah dikandangin begini bawaannya pasti ‘mecucu mode on’ , trus nggrundel ngancem mau njebol kandang biar binatangnya lepas… *kekekekek*

33

29 July 2008 23:41:28

theloebizz

mbeknyah lucuuu… :)

34

30 July 2008 02:50:27

merahitam

Saya ndak tahu jawaban atas pertanyaan sampeyan, Sir. tapi cuma mau nanya, beneran itu keong termasuk hewan yang sudah punah di alam aslinya? Tapi di sawah-sawah itu, masih banyak keong. Kalau si mbak pulang ke Cianjur, saya masih suka pesan dibawain keong.

35

30 July 2008 15:39:57

Rara

tai-nya ‘srinthil’ juga? :D

36

31 July 2008 12:10:37

kw

mukanya mirip kambing, tp tubuhnya mirip sapi. tanduknya mirip impala. ini kambing gunung kali..

37

01 August 2008 00:00:31

pasarsapi

Jangan keras-keras Pakdhe! Bisa bahaya kalo Taman Safari tau sang tanduk sabit itu langka. Dijual laku berapa ya?
*Stttt….Stttt…..*

38

01 August 2008 17:13:55

Nurul

Nanya balik. Apa udah pernah ada satwa di kebun binatang atau TSI yang dilepas kembali ke alam? Lagian, dilepas juga belum menyelesaikan persoalan…. hehe….. Jadi inget film ‘Madagascar’

Masih suka pijit-pijit pelipis tiap kali diskusi soal ini? -Mbilung-

39

02 August 2008 14:36:08

wku

kalo disembeleh lalu disate lalu dikecapi lalu dimakan pake nasi putih anget… ya rasanya sama saja mirip wedhus… mungkin…

40

02 August 2008 20:34:39

tito

walaaaa…gimana nasibnya oryx di situ? Mungkin si oryx cukup rendah hati sehingga mau diperlakukan sederajat dengan rekan-rekannya. Tidak mau diistimewakan. Lha ndak diistimewakan gimana, temen-temennya tinggal dikit gitu. Trus njenengan cuma masang foto aja? *ngomporin*

41

03 August 2008 08:56:14

gungde

walah, pakde, saya sendiri bahkan ndak yakin klo binatang di atas benar2 binatang.. hidup terlalu lama di tengah kota Bandung yg sekarang (makin & terlalu sumpek) membuat saya hanya bisa lihat gambar binatang lewat majalah bobo …

ah anyway .. saya belon mau punah dulu deh .. hehehehe

42

03 August 2008 11:39:25

dilla

cantik ya.. :) *dah lama banget gak ke taman safari*
itu ada berapa ekor di taman safari? mungkin bermaksud untuk dilestarikan pakdhe…mengingat sudah hampir punah dia…

43

03 August 2008 18:53:35

atta

Namanya bagus ya :)

44

05 August 2008 05:49:01

Domba Garut!

Banyak spesies di alam habitatnya punah, semua karena ulah manusia.. seperti halnya di negeri si bau kelek ini. Miris kalau melewati sebuah pasar yang dilaui setiap pagi, namanya Duala Market – disana banyak sekali diperdagangkan daging2 hutan – mereka menyebutnya: “Bush Meat”.

Ada monyet, Kijang, terus sampai ke Trenggiling dan mahluk merayap lainya di hutan Liberia. Pendidikan lingkungan adalah penting, karena dengan hilangnya mereka dari peredaran sudah pasti rantai makanan dan mausia yang berada didalamnya pasti terganggu.

Semoga si Oryx Tanduk Sabit ini bisa terus berkembang biak di Taman Safari. Thanks for sharing the awareness.

45

05 August 2008 08:51:14

windra

Sir, njenengan sungguh mengerti segala macam jenis binatang, bukan hanya burung ternyata.

*takjub mode on

46

06 August 2008 11:40:51

mayssari

saya cuma mau bilang : How beauty she is….

47

07 August 2008 12:18:19

Manika

Sy gak tau apa nama hewan itu tp kmgknn cara ngedapetinnya dgn cara barter sesama hewan langka di Indo Sir. Jd mmg buat koleksi kebun binatang.

Sayang ya udah jauh2 dr Aprika gt disini dicuekin. Mustinya buat pendidikan lingkungan tuh. Pengenalan sm anak2 kt. Betapa beranekaragam spesies di dunia. Tp kalo kt tdk hati2 bisa2 punah.

48

07 August 2008 12:22:36

Manika

Satu hal yg penting adl tahukah kita bahwa di Ind jg ada hewan2 yg SUDAH PUNAH spt trulek jawa dan harimau jawa. Kmdn hewan2 yg TERANCAM PUNAH jg banyak. Nah kita tau tdk apa2 saja satwa lokal di negara kita yg terancam punah?

Masa besok anak kt cuma tau gajah dr gadingnya doang? Orangutan dr gambarnya doang? Harimau dr belangnya doang?

49

07 August 2008 12:26:56

Manika

Trus kesadaran akan keberadaan mahluk lain dlm hdp kt itu pntg jg lo Sir. Alam itu kan diciptakan dgn dinamikanya tp semua seimbang. Nah kalo ada hewan yg punah, kepunahan manusia jg tdk lama lg. Sebab logikanya hewan punah krn tdk punya rumah dihutan. Nah kl tdk ada hutan, tdk ada penghasil oksigen dan penyerap karbondioksida. So.. Memang kepunahan manusia tergantung pd manusia sdr.

“Lha kok sy malah nge blog disini to? Pulang ah. Pamit Sir”

50

25 September 2008 16:22:32

roel

Barangkali yang bisa jawab pertanyaan Sir Mbilung adalah orang-prang yang ada di:
Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati,
Direktorat Jenderal PHKA,
Departemen Kehutanan RI
Gedung Manggala Wanabakti, Blok 3 lantai 7
Kalo gak dapat jawaban juga, berarti harus tanya langsung ke Pak Tony Sumampau di Taman Safari Indonesia Kang…

51

21 June 2010 12:09:12

Yohan Wibisono

berapa meter yach..panjang tanduknya??/

Ikutan Ndobos

|