Update
Susah update blog? Ah tidak … nulis begini saja sudah updated kok.
Archive for September, 2008
Susah update blog? Ah tidak … nulis begini saja sudah updated kok.

Mengenalnya sejak blog belum lagi lahir, dialah yang “menjerumuskan saya ke dunia blog. Satu dari sedikit orang yang bisa memaksa saya untuk menulis tanpa saya lantas merasa terpaksa. Buat saya, dia adalah orang yang langka dalam arti yang positif … sangat positif.
Terima kasih Dab, saya sangat bahagia menjadi teman sampeyan … kalau sampeyan tidak menganggap saya teman, itu urusan sampeyan.
Selamat Ulang Tahun, segala doa baik saya berikan dan anggaplah hadiah kecil dari orang-orang yang mencintaimu itu sebagai tanda cinta. Para penggemarmu tentu juga ingin tahu lebih banyak tentang sampeyan, oleh karenanya dalam hadiah itu dicantumkan pula perkara yang menyangkut asal usul nama, shio dan masa kecil sampeyan.

Dahulu ada yang pernah berujar bahwa ibadah yang paling gampang adalah dengan memberi senyuman. Kerutkan saja itu otot-otot zygomatic (otot pipi) hingga ujung bibir terangkat, maka senyum terwujud. Walau senyum sering diartikan sebagai ungkapan bahagia tanpa kata (hanya ekspresi wajah), tetapi ada senyum yang artinya tidak sedap, senyum sinis misalnya. Pada tingkatan yang lebih tinggi, senyum menjadi lebih lebar dimana bibir merekah dan gigi terlihat. Pada sisi baik ini menyenangkan, pada sisi tidak baik ini namanya seringai sebagai uangkapan ekspresi kekejaman.
Dalam hal meyakinkan atau menyihir orang lain, kemampuannya tidak lagi diragukan. Pesonanya memang bawaan lahir tampaknya. Kalaupun lantas dia memiliki ambisi politik, sekarang memang waktunya untuk mulai berkampanye. Dengan hanya mengandalkan pesona semata, tidaklah cukup tampaknya. Kemampuannya untuk mencuci tangan masih harus ditingkatkan. Saran saya, belajarlah pada begawan cuci tangan.
Akan ada banyak petuah mengalir di bulan ini. Petuah-petuah untuk memperoleh berkah. Kemasannya bisa macam-macam, dari mulai ceramah hingga sinetron. Tempat penyampaian petuahpun dapat beragam, dari mulai emperan toko hingga hotel berbintang. Keragaman begitu memang wajar saja ada, “tuntutan pasar” begitu istilah gagahnya. Hanya saja, sebagai orang yang ndableg, saya sangat sulit diceramahi. Apalagi jika saya mendapat kesan saya mau dicuci otak (sekotor apapun otak saya, mencuci tanpa ijin itu menjengkelkan). Saya lebih menyukai dialog yang memberi ruang bagi terjadinya percakapan, diskusi hingga perdebatan.
|