Petuah (1)

Akan ada banyak petuah mengalir di bulan ini. Petuah-petuah untuk memperoleh berkah. Kemasannya bisa macam-macam, dari mulai ceramah hingga sinetron. Tempat penyampaian petuahpun dapat beragam, dari mulai emperan toko hingga hotel berbintang. Keragaman begitu memang wajar saja ada, “tuntutan pasar” begitu istilah gagahnya. Hanya saja, sebagai orang yang ndableg, saya sangat sulit diceramahi. Apalagi jika saya mendapat kesan saya mau dicuci otak (sekotor apapun otak saya, mencuci tanpa ijin itu menjengkelkan). Saya lebih menyukai dialog yang memberi ruang bagi terjadinya percakapan, diskusi hingga perdebatan.

Seorang kawan yang gemar menyebut perusahaan setrum sebagai satwa itu, ada membuat ilustrasi tentang hal ini. Pesannya, jangan terkecoh oleh cuci otak yang disebut sebagai “piwulang”.

piwulang1

piwulang2

piwulang3

BERSAMBUNG

Join the Conversation

36 Comments

  1. iya malam itu banyak petuah yang aku dapat dari ndorokakung kita…. “ngeblog itu bkan mengejar trafick, namun menularkan semangat berbagi……

    🙂

  2. *itu si penceramah makin lama kok makin sulit difoto ya . .
    *menunjukkan dia hiperaktif . . jadi potonya kabur gerak terus . .
    *beda tipis ma gila hormat . . .
    ngeplurk lebih damai . . apalagi bulan puasa . . . 😉

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *