1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for 2008

Cerpenista

Saya seorang kutu buku, begitu kata teman. Kutu kek, badak kek, tidak soal, tapi saya memang senang membaca buku. Toko buku bisa membuat saya lupa waktu. Saya selalu kagum kepada orang-orang yang bisa menulis, merangkai kata dengan baik dan enak dibaca. Beberapa buku di tulis oleh lebih dari satu orang, biasanya yang begini ini bentuknya lebih merupakan laporan yang tidak dapat digolongkan sebagai karya sastra. Bagaimana jika karya sastra? Umumnya hanya ditulis oleh satu orang. Bayangkan saja cerita semacam Harry Potter, Lord of the Rings atau Tetralogi Pulau Buru (Tetralogi Bumi Manusia) ditulis oleh dua orang. Nah sekarang, bayangkan sebuah cerita yang ditulis oleh 25 orang sekaligus!!

Continue Reading 42 Comments

Metamorfosa

Ada seekor ulat bulu di daun kembang sepatu, rakus melahap daun seakan tiada hari esok. Penampakan sang ulat mampu memancing jerit histeris ketakutan perempuan ayu yang matanya tertumbuk pada wujud sang ulat. Pada saat lain, hewan yang sama dilihat dengan penuh kagum pesona, mengundang hasrat membelai sebuah keindahan ragawi sempurna. Sang ulat pengundang jerit telah berubah menjadi rama-rama pengundang kagum. Sebuah metamorfosa luar biasa.

Continue Reading 49 Comments

Sebuah Kerlingan di Tujuh Juli

balibul.jpg


Let me not pray to be sheltered from dangers, but to be fearless in facing them. Let me not beg for the stilling of my pain, but for the heart to conquer it.

Kata-kata gagah lagi bijak dari Rabindranath Tagore itu pernah menghiasi blog salah satu dari berjuta lelaki pejuang hidup di Jakarta. Iqbal Prakasa, sang kolonel pitu, pemuda kelahiran Kampung Laweyan -Solo, memang petarung tangguh dalam menjalani hidup. Dengan sosoknya yang sebesar gardu hansip begitu, saya harus berpikir jutaan kali untuk menjahilinya. Tetapi percayalah, dibalik sosok garangnya itu, dia adalah lelaki berhati lembut.

Continue Reading 54 Comments

Panggung Sandiwara

behave.jpg

Dunia adalah panggung sandiwara, begitu ujar sebuah lagu lawas yang digubah oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Ada banyak pelantun lagu yang menyanyikannya, sebut saja nama seperti si kribo Ahmad Albar dengan God Bless-nya atau si madu – si ndok ceplok – si batu batere teteh Nicky Astria. Lagu yang menurut saya tidak tuntas sebetulnya. Lirik lagunya ada menyisakan pertanyaan “Mengapa kita bersandiwara”.

Continue Reading 29 Comments

NdoroJimi Warna-Warni

power.jpg

Imajinasi liar, warna-warni cerah dan menusuk, penuh damai dan cinta kasih, dengan segerobak kejutan di pengkolan, benar-benar sebuah hidup yang berwarna bagi insan muda di tahun lawas. Dunia warna-warni begini memang sudah lama berselang, tetapi toh masih mampu mengundang rindu untuk kembali diakrabi walaupun barang sejenak.

Cabikan senar gitar Jimi Hendrix dari masa penuh warna itu, masih juga digandrungi remaja tanggung dari generasi global. Bahkan film-film bernuansa masa itu juga tak sepi penonton, semisal film-film Austin Powers yang berdialog nakal itu …. ooooh, behave.

Tidak mengapalah masa yang sudah lama lewat itu dikenang sesekali. Bukan untuk bergenit-genit, hanya sejenak untuk melupakan penat kerja dan keusilan lingkungan. Jika lantas aksi mereka mampu menghibur yang tak hadir di pesta, anggap saja itu merupakan buah cinta kasih yang merupakan ciri generasi lawas itu.

Ooo … Groovy baby

Foto dikirim oleh penggemar rahasia.

Continue Reading 73 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru