Ampuh

Setiap mengikuti perhelatan macam pertemuan kemarin itu di Manado, barang bawaan saya selalu bertambah berat. Ada setumpuk dokumen yang harus dipilah-pilah dan ditindak lanjuti (merajang di mesin perajang dokumen termasuk salah satu tindak lanjut juga), pernak-pernik perhelatan, kartu-kartu nama dari kenalan baru (dan kenalan lama yang sudah ganti juragan/kumpeni) serta segepok tanda pengenal (id-card). Oleh-oleh juga? Ah…saya terlalu kikir dan malas untuk membeli oleh-oleh, bahkan berceritapun kadang malas.
Bicara soal tanda pengenal, ada kenangan yang bisa bikin senyum-senyum sendiri. Setiap tanda pengenal dari setiap perhelatan selalu menyimpan kenangan. Untuk lantas, dikala senggang kemudian dilihat lagi sembari dielus-elus agar kenangannya cepat keluar. Tidak heran, beberapa kawan lantas mengumpulkan semua tanda pengenal yang pernah diterimanya dan lantas disimpan baik seperti layaknya menyimpan foto.
Kemarin itu saya ada diberi sebuah tanda pengenal ampuh yang bisa membuat bapak-bapak penjaga kekar berwajah rata itu hanya melirik sekelebat dan membiarkan saja saya jalan melewatinya tanpa pertanyaan. Hohoho … ngeri gak!!! Awalnya, saya yang kikuk, pemalu dan sopan itu merasa agak ganjil juga. Tidak ada pertanyaan saya siapa dan mau apa yang biasanya walaupun ditanyakan dengan pilihan kata yang sopan tetap saja terkesan menakutkan. Tetapi setelah terbiasa, saya bahkan berani melewati mereka sambil setengah berlari.
Bukan hal yang barus sebetulnya. Pada jaman yang sudah lama dahulu, para pembawa tanda-tanda ampuh begini, bisa berupa cincin atau cap, juga menikmati akses nyaris tanpa batas. Bisa dipakai untuk menjelajah nyaris semua ruang yang ingin didatanginya tanpa rintangan.
Lantas, apakah tanda pengenal ampuh itu menjadikan saya manusia ampuh? Tidak juga. Saya tetap saja menjadi seorang yang kikuk, pemalu dan sopan apalagi jika tanda-tanda itu dilepas dari saya. Mungkin saya akan jadi ampuh jika saya bisa melakukan semua yang saya sebut tadi tanpa tanda pengenal apapun. Saya melihat ada yang bisa melakukannya, dia hanya melambai sekadarnya … mestinya dia orang terkenal. Tanpa tanda-tanda itu, saya tidak ada bedanya dengan orang-orang kebanyakan yang sibuk berlalu-lalang di depan saya kemarin itu.
36 orang ikut ndobos
25 May 2009 17:20:43
cK
saya juga suka menyimpan ID card dari setiap event…
paling senang kalau dapat all access. kayaknya gimanaaa gitu
25 May 2009 17:22:38
-GoenRock-
Wogh ganti julukan! Bukan Manusia Koper lagi! Sekarang Manusia ID-Card!
*mencelat*
25 May 2009 17:22:54
venus
Haha…gak jadi pensiun? Katanya sekarang status resmi sampeyan ‘mantan blogger’, ahahaha..
25 May 2009 17:25:35
Yahya Kurniawan
Pak Dhe Mbilung pemalu? ah, rasanya gak bisa membayangkan saya …
25 May 2009 17:26:27
bangsari
berarti masih sekelas tukang usung-usung kuwi pakde.
25 May 2009 17:28:19
Chic
*ngakak baca komeng GoenRock*
eh eh, itu id-card sampe 6 cuma buat acara CTI itu kemaren doang Pakde?
busyet deh!!
25 May 2009 17:33:28
yudhi
blogmu di hack to om? opo mau sopan? kikuk ? eh
*nari hula2*
oh ya saya ada masalah dan sengaja nyari masalah dengan komen ini. *ngakak*
25 May 2009 17:36:04
Moes Jum
buat hiasan dinding tuh Kang … kalo lebih banyak lagi bisa jadi gordyn
25 May 2009 17:36:47
didut
1 event 6 ID card? (doh)
25 May 2009 17:37:20
Maruria
all access..mantap!! *ngirikarenagapernahdapetidcardallaccess*
25 May 2009 17:43:38
rara
jangan kikir2 dong ah.. besok cerita ya.. ya.. (grin)
25 May 2009 17:44:23
dita_disini
ID-card emang layak dikoleksi…
*nyari2 koleksi ID-card*
25 May 2009 17:48:34
lindaleenk
8-|
masih punya ID card ga yah..
25 May 2009 18:04:26
aad
dulu koleksi juga, mayan buat keren-kerenan :))
25 May 2009 19:02:40
dilla
Kalo lomba banyak2an id-card musti pakdhe yang menang (woot)
25 May 2009 20:12:13
antobilang
situ sopan? =))
25 May 2009 23:12:58
tetangga sebelah
@Moes Jum: Gordyn? Hahahahaha… Setuju!
Nama cuma satu kata gak jadi masalah tuh?
26 May 2009 00:10:31
mbakDos
BIKINI-ku manaa??
26 May 2009 01:30:07
arya
saya juga seneng ngumpulke ID card. lumayan buat bahan cerita sama anak cucu nanti hihihi
26 May 2009 10:48:51
hedi
@arya: lulus ae gurung, kok mikir anak cucu *sepak*
26 May 2009 16:05:18
nonadita
asal ndak make ID Card bertuliskan “Pensiunan Blogger” ae
26 May 2009 17:01:12
funkshit
@hedi
belajar bikin anak dan cucu itu bukan di perguruan tinggi
dan saya setuju klo pakde mbilung itu sopan..
27 May 2009 13:07:22
dewi
label, sir..label. betapa pentingnya kemasan
27 May 2009 13:25:54
pinkina
diklumpukno ae pak, trus dikilok’no
27 May 2009 13:51:29
itikkecil
all access…. memang menyenangkan kalau mendapat id card yang seperti itu…
27 May 2009 16:41:18
adipati kademangan
manusia (usung-usung) koper dapet all access
tumben ??!
27 May 2009 17:24:54
nonce
untuk warisan anak dan cucu..wekek..kek..kek..
28 May 2009 11:14:28
Luthfi
jadi oleh2 woc kemarin cuman kertas pakde?

28 May 2009 23:07:14
otholo
Mantabs…jalan-jalan Manado
29 May 2009 06:19:17
iman brotoseno
enam enamnya ID Card dipakai sekaligus ?? kok kayak orang kenthir di terminal malah ya ? dengan begitu banyak asesories bergantungan
02 June 2009 01:18:30
Faniez
“…seorang yang kikuk, pemalu dan sopan..”
mosok sih, pakdhe? (thinking)
02 June 2009 15:52:36
ebeSS
lumayan bagi2 rejeki . . . . liat pun mbakdos tanpa sehelai rambut!
all access memang ampuh . . pun bikini disambar pulak . . .
09 June 2009 11:44:53
tukang ngomel
itu id cardnya lebih ampuh dari uang yang meteran po?
23 June 2009 00:30:27
Investasi
ya memang seperti piala aja id card ini ada suatu catatan sendiri memang saya ada tiga tuh lumayan kan kenangannya ada yang pertama kenangan waktu ngenal miminya farel hi hi
24 June 2009 10:43:40
Billy K.
saya juga tuh, ngoleksi yang aneh2.. tapi belum pernah dapet all access..
*sigh*
21 June 2010 11:40:08
Yohan Wibisono
gak ada pekerjaan nich buat koleksi id card??he…