1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for July, 2009

Lulus

wisuda.jpg

Belakangan ini saya ada menerima beberapa berita bahagia seputar kawan-kawan yang telah menyelesaikan satu lagi jenjang pendidikan sekolah formalnya. Ya, berita lulus kuliah. Diawali dengan hingar bingar berita dari Utet, si bungsu lasak yang lulus dari Universitas Gajah Mada. Tidak lama kemudian ada berita yang tak kalah meriahnya dari MbakDos, shopping monster yang lulus dari Universitas Indonesia. Lantas ada Arief, jawara gitar kawan lama semasa kami kuliah di Inggris dulu yang menyelesaikan program doktornya di Australian National University. Seolah belum cukup, siang tadi saya ada menerima berita dari “saudara kembar” saya yang akan mempertahakan disertasinya di Manchester Metropolitan University akhir bulan Juli ini. Selamat untuk kalian, saya sungguh gembira.

Continue Reading 32 Comments

Bahagia

Beberapa kawan yang kewarasannya perlu dipertanyakan ada yang bertanya kepada saya perkara kebahagiaan dirinya dan pasangannya. Mereka merasa dirinya dan pasangannya tidak bahagia. Dalam keadaan terpojok begini, maka saya mengeluarkan jurus gombal (yang mungkin bermanfaat) untuk menjawabnya.

Begini saya berkata :

” Jika kamu mencintai pasanganmu, maka kamu akan sangat bahagia jika melihatnya bahagia.”

Kawan itu mengangguk.

“Maka, agar dirimu bahagia, bahagiakanlah pasanganmu itu.”

Kawan itu mengangguk lagi.

“Maka, jika dirimu melihat pasanganmu berusaha membuatmu bahagia, apa yang akan kamu katakan kepadanya?” saya bertanya.

Bukannya menjawab, dia malah terlongo-longo memandangi saya, dan saya terpaksa menjawab pertanyaan saya sendiri.

“Kamu katakan … DASAR EGOIS!!!”.

Sampai tadi kawan itu masih mengirim pesan singkat (sms) menanyakan tentang hal itu, dan saya malas menjawabnya. Salahnya, tanya hal begitu kok ke saya.

Continue Reading 30 Comments

Sirip Hiu

great-white-shark.jpg

Ini bukan soal perut yang lapar lantas perlu diisi, mungkin soal selera. Tetapi bagi saya, ini lebih soal gengsi. Perkara di belakang itu ada soal kekejaman, bisa jadi itu adalah soal yang (di)lain(kan). Baiklah jika persoalannya hendak dipisahkan, maka saya tidak akan bicara soal selera dan gengsi, hanya soal kekejaman (inipun ukurannya relatif). Ini soal memakan sirip hiu, yang kabarnya berharga mahal per porsinya.

Continue Reading 35 Comments

Perjumpaan

bs.jpg

Sebuah akhir pekan yang sangat menyenangkan dapat saja terjadi tanpa perencanaan. Ah seringnya memang begitu sih. Tadinya hanya ingin mengantarkan seorang bocah gila yang lelah mengenal apa itu yang namanya hidup tenang dan menunjukkan bagaimana kami (ya … dia dan dia juga) hidup di Bali. Toh saya juga memerlukan perjalanan ini, setelah beberapa bulan bekerja di Jakarta. Tidak rumit, kami hanya mengajaknya ke Ubud. Lantas, ada sebuah pesan singkat masuk dari seorang kawan yang mengabarkan kalau ada seorang kawan lama saya yang sedang berada di Ubud, akibatnya akhir pekan tersebut kemudian berubah menjadi lebih menyenangkan.

Continue Reading 32 Comments

|