1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Dia Ingat Saya

Alkisah pada suatu hari yang gelap (karena sudah malam) di sebuah bandara antar bangsa kebanggan sebuah negeri, saya berserobok dengan serombongan awak kabin yang wajahnya mirip semua dari sebuah perusahaan penerbangan yahud. Entah kenapa saya memandangi mereka. Lantas, satu diantaranya tersenyum dan saya juga tersenyum, malu seperti anak muda yang tertangkap sedang curi-curi pandang.  Dia datang menghampiri, saya heran. Bukannya berkata “ape lu liat-liat“, dia malah berkata…”Hi how are you … we met in a flight from Sydney.” Mak jang!! …

Ah ya, saya ingat dia (akhirnya). Saya dengan sopan bertanya, bagaimana dia bisa ingat saya. Dia menjawab “I never forget the passenger who made me laugh and ruined my galley.” Lho padahal saya tidak mengobrak-abrik dapur pesawat, saya hanya membantunya dengan melayani diri saya sendiri. Lantas pertemuan itu berakhir begitu saja. Ada basa basi sebentar, dan dia lantas berlalu menyusul teman-teman kerjanya. Tidak ada yang spesial, tidak ada tukar menukar nomor telepon atau alamat Facebook -entah dia punya atau tidak- (hahaha you wish! … you dirty old man).

Sesudahnya saya sibuk berbincang-bincang dengan diri sendiri. Senang juga kalau ada yang mengenali diri kita, apalagi oleh orang yang hanya sekali pernah bertemu. Saya kagum, bagaimana dia bisa mengingat wajah saya? Setiap hari dia pasti bertatap muka dengan ratusan penumpang. Ah, mungkin karena faktor “ruined my galley” itu penyebabnya. Kadang ada tindakan-tindakan orang lain yang dianggap ganjil yang dapat membantu kita mengingat seseorang dalam rentang waktu yang cukup lama. Misalnya, saya masih ingat walaupun samar-samar, ekspresi girang kawan-kawan saya saat saya terjerembab dari pohon jambu batu karena mau pamer saya bisa manjat.

Oh … mungkin juga faktor lain penyebabnya. Faktor “I made her laugh”. Jika ini benar, maka ini membuat saya iba. Dari sekian ribu penumpang yang ditemuinya, apa semua bikin dia merengut? … kecuali saya *jingkrak-jingkrak walaupun masih iba*. Saya tentu saja mengingat banyak orang yang dapat membuat saya tertawa. Orang-orang seperti Joni Gudel, Gepeng, Asmuni, Jeremy Clarkson atau Rowan Atkinson misalnya. Mereka membuat saya gembira, itu intinya. Mungkin ada cara baginya untuk tetap tertawa gembira walaupun pesawat dipenuhi oleh para penumpang nakal yang membuatnya merengut … suruh saja mereka duduk di luar.

27 orang ikut ndobos

1

28 September 2009 17:01:54

nicowijaya

terharuw….

2

28 September 2009 17:17:01

bandit sp™

aih… mantab kali kawan…
keep make people laugh…

3

28 September 2009 17:46:19

JalanSutera.com™

memang, karakter yang kuat dari seseorang (misalnya: suka pethakilan), membuat orang lain lebih mudah mengingat. memangnya mas mbilung ngapain saja di pesawat?

Nganu…saya hanya melayani diri sendiri saja Mas -Mbilung-

4

28 September 2009 17:48:18

pitik

sampeyan eling aku ga om?sing seneng saru kae lho..
*nguntal busway*

Eh …ya ingat to yaaaa sama Mas Endik, masa lupa -Mbilung-

5

28 September 2009 17:48:29

mbakDos

jadi, siapa nama belakang si jasmine itu? :mrgreen:

Jiahahahahaha … jadi ngelamar buat jadi pramugari Ta? -Mbilung-

6

28 September 2009 17:49:13

sandal

Berarti semua awak pesawat akan ingat Funkshit.

Tentu sajaaa … apalagi diakan senangnya pipis sambil buka jendela -Mbilung-

7

28 September 2009 17:58:05

antokbilang

ihiiy

8

28 September 2009 18:00:28

sal hutahaean

kalau orang sampai nggak ingat wajah sampean yang lucu itu, barulah awak heran

9

28 September 2009 18:05:48

pitik

lha..bener kan…lali karo koncone saru..aku bukan endiks, om…

oh…maaf Mas Gembul, tadi yang mbales komennya itu kucing saya -Mbilung-

10

28 September 2009 18:32:49

lindaleenk

pakde waktu itu pethakilan ngapain sih???
*melayani diri sendiri ngambil minum ya?

11

28 September 2009 18:57:08

roel

Berarti Kang Ijo harus berterima kasih kepada Mario Teguh, karena berhasil membuat Kang Ijo tertawa terpingkal-pingkal, di saat sulit sekalipun :)

12

28 September 2009 20:47:36

uji

membuat orang bahagia.. :)

13

28 September 2009 21:44:37

geblek

ndak tukaran poto ndoro ?

14

28 September 2009 22:24:11

masoglek

mungkin itulah bakat pakdhe yang tak pernah sampeyan sadari, membuat orang senang :D

15

28 September 2009 22:33:06

hedi

yang sering merengut itu penumpang dari Indonesia…banyakan protes hihihi

16

28 September 2009 23:10:15

warm

pakdhe ini beneran bikin kagum euy..

17

29 September 2009 09:19:56

didi

sampeyan kan seleb pakdhe…

18

29 September 2009 09:46:29

kenyo

perjalanan yang menyenangkan deh…

19

29 September 2009 11:17:33

LT13

Mbok ya…ceret minumnya dibalikin om….wkwkwk….

20

29 September 2009 11:24:04

bootdir

melayani diri sendiri…..maksudnya ‘self-service’ di depan pramugari Pakdhe?

21

29 September 2009 12:41:47

DosGil

Menjura pada pakde mBilung

22

29 September 2009 16:26:23

zam

kalimatnya pasti dipotong, harusnya begini: I never forget the passenger who made me laugh and ruined my galley. please, give me back the spoon..

23

30 September 2009 13:54:56

Genduk

jadi belum ketemu facebooknya? ga oke ah… :p

24

01 October 2009 17:55:31

oKKy

haha…saLah satu pramugari pesawat terbang terkenal juga pernah utang 1 gelas coklat panas…sapa tau orangnya sama juga…=P

25

05 October 2009 20:00:01

yati

wooo….ingetnya sama pengacak2 dapur aja ya…mudah2an kalo sama pencuri sendok-garpu mereka ga inget :(

26

14 October 2009 10:08:03

reez

wahh… senangnya…. tapi kesmpatan tak datang dua kali lo hahaha..

27

21 June 2010 11:22:27

Yohan Wibisono

jgn gr dulu pakde?…..

Ikutan Ndobos

|