Semua Ada Batasnya

suites.jpg

Ada banyak hal yang tidak boleh dilakukan di dalam kabin pesawat atau dibawa ke dalam kabin pesawat penerbangan komersial umum. Larangan soal apa-apa yang tidak boleh dibawa itu ada tercantum di banyak tempat di bandara, bahkan di lembaran tiket walaupun sifatnya umum. Jika sampeyan ragu, silahkan bertanya kepada petugas yang berwenang apakah kalung jimat berbentuk paku atau kambing kesayangan sampeyan bisa ikut ke dalam kabin pesawat. Saya berlebihan? Bisa jadi. Karena di dalam e-tiket pesawat saya pernah membaca ada yang disebut sebagai Dangerous Goods yang tidak boleh ikut ke dalam kabin, diantaranya Bacteria. Jika saya mematuhi itu, maka saya harus memasukkan usus saya ke dalam bagasi.

Lantas, apa saja yang tidak boleh dilakukan di dalam kabin? Ah, gunakan saja akal sehatlah untuk menjawabnya. Tetapi jika sampeyan ngotot bertanya kepada saya, contohnya adalah jangan membuka pintu selagi pesawat sedang terbang. Mengapa? Karena tidak berguna. Toh saya belum pernah dengar ada yang mengetuk pintu pesawat dari luar minta dibukakan pintu pada saat pesawat sedang terbang. Sebenarnya, makin tinggi kelas penerbangan sampeyan, makin banyak hal yang boleh dilakukan. Jumlah dan berat barang bawaan ke kabin misalnya, Kelas Bisnis memperbolehkan lebih dibanding Kelas Ekonomi.

Pada dasarnya dalam penerbangan komersial umum, terutama penerbangan jarak jauh, ada 3 kelas penumpang. Urutannya dari yang paling mahal adalah Kelas Utama (First Class), Kelas Bisnis (Business Class) dan Kelas Ekonomi (Economy Class). Kadang tidak semua kelas ada dalam satu penerbangan, ada yang hanya satu kelas saja ada pula yang hanya dua. Sementara itu beberapa perusahaan penerbangan ada yang membagi lagi kelas-kelas tersebut seperti Premium Economy dan Suites.

Premium Economy ini hanyalah kembangan dari Kelas Ekonomi dengan tambahan pelayanan dan kenyamanan seperti ruang kaki yang lebih lega atau kursi yang lebih lebar. Suites? hohoho … R-Class. Dahulunya kelas ini hanya diberlakukan untuk penerbangan supersonic (dengan pesawat Concorde) dan sempat hilang setelah pesawat Concorde tak lagi terbang. Tetapi sekarang kelas ini kembali hadir dalam kabin pesawat Airbus A380 yang merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia. Walaupun katanya Suites adalah kembangan dari First Class tetapi saya lebih menyukai sebutannya sebagai “Beyond First Class”.

Untuk Suites, sampeyan dapat ruangan sendiri. Apa saja itu isinya Suites? Macam-macam, dari mulai kursi yang ujug-ujug berubah sendiri bentuknya gara-gara ndak sengaja mencet tombol sampai televisi berwarna (berwarna lhoooo…) yang layarnya lebih besar dari layar televisi saya di rumah yang menayangkan acara tanpa sinetron Indonesia. Tidak lupa tempat tidur, bantal, guling, selimut dan piyama (saya agak sulit tidur tanpa piyama). Selain itu, makanan dan minuman berlimpah. Ini benar-benar kelas yang ihiiiy. Lantas, apa bisa suka-suka di kelas yang satu ini? Tunggu dulu.

Pelayanan boleh lebih tetapi batasan-batasan itu masih tetap ketat. Apapun kelas yang sampeyan pilih, semua ada batasnya. Di dalam kabin Suites tetap saja tidak boleh merokok, bawa duren, bawa piano atau melalukan hubungan sexual. Eh…hubungan sexual? Cerita ini sempat ramai setelah ditulis di Times Online. Ketika sang penumpang ditanya tentang hal ini dia menjawab “So they’ll sell you a double bed, and give you privacy and endless champagne — and then say you can’t do what comes naturally?” Ya sudahlah Pak Tua (dan Bu Tua). Mungkin itulah gunanya ada peturasan di pesawat … Eh?
Foto  © 2009 Singapore Airlines diambil dari sini.

Join the Conversation

23 Comments

  1. Kalo gitu aku ga akan mau masuk kelas itu ahh.. Gak bisa dasteran sambil bobo..(Ga disediain daster batik siy)

  2. Kalo gitu aku ga mau masuk kelas itu ahh.. Gak bisa dasteran sambil bobo..(Ga disediain daster batik siy)

  3. hihihi bikin seger pagi2 baca yang “and then say you can’t do what comes naturally?” aku kok jadi pingin nyoba:)

Leave a comment

Leave a Reply to debus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *