Rasa Beda, Harga Sama

kopi.jpg

Saya suka kopi. Minum kopi tepatnya, bukan mengunyah kopi. Saya bukan ahli kopi sehingga bagi saya kopi ya nyaris sama saja rasanya. Memang saya pernah merasakan kopi yang enak sekali, tetapi tidak sering, jarang sekali malah. Mungkin sejarang saya menemukan “kopi tidak enak”. Ganjilnya lagi, nyaris semua kopi tidak enak tersebut harganya relatif mahal. Mungkin itu kopi luwak salah olah. Kopi luwak itu buah kopi yang dimakan luwak, dicerna, lantas bijinya keluar bersama kotoran dan biji kopi tersebut yang diolah menjadi bubuk kopi. Kopi tidak enak itu mungkin kopi luwak salah olah, yang diolah kotorannya, bukan biji kopinya.

Apa pasal ini? Jadi inilah hari dari sedikit hari saya menemukan kopi tidak enak. Disajikan biasa saja, sepoci kopi, 2 bungkus pemanis rendah kalori dan gula pasir dalam wadah. Rasanya mengerikan. Tetapi berhubung saya sedang amat sangat ingin minum kopi, menu yang ada saya lihat lagi, siapa tahu ada macam kopi lain. Tidak ada. Saya lalu memanggil mbakyu pramusaji dan bertanya, “Kopinya hanya satu macam?” Jawaban yang diberikan sungguh menjanjikan “Sebetulnya ada dua macam Pak, kopi hitam dan kopi susu, harganya sama saja.” Saya lantas memesan kopi susu itu.

Pelayanan di tempat ini sungguh cepat, saya tidak harus menunggu lama bagi datangnya kopi susu pesanan saya itu. Maka begitulah, di meja lantas tersaji 2 poci kopi hitam (yang sama persis), 2 cangkir minum, gula pasir dalam 2 wadah terpisah, 4 bungkus pemanis rendah kalori dan secangkir kecil susu.

Join the Conversation

33 Comments

  1. pertamaxx..
    lha klo buat para barista itu kopi idup mereka pakde.
    klo kopi desa buatan simbah saya wahhh….sedep pooll..
    kopinya segelas ampasnya sepertiga. airnya duapertiga

  2. @Herman Saksono: Mas Herman, kalau kemasannya sama, mungkin harganya sama. Namun kalau si Mbakyu Pramusaji menawarkan susu dengan kemasan yang berbeda, saya yakin harganya juga berbeda.

    (*Sori euy, saya bukan ahli susu. Mungkin Pakde Mbilung bisa mengkonfirmasi susu dan kemasan yang mungkin ditawarkan si Mbakyu*)

  3. Saya juga bukan ahli kopi, Pakde. Saya juga nggak tahu mana kopi kualitas bagus dan bukan. Tapi soal rasa, saya pernah punya pengalaman mengerikan. Semalaman saya kelilingi beberapa kedai kopi yang katanya menjual kopi maknyus dengan harga yang tidak maknyus. Tapi sampai capek dan perut saya kembung kebanyakan minum kopi, nggak ada yang rasanya enak. Lebih enak kopi bikinan saya di rumah. Dengan takaran yang pas sesuai selera saya. Hihihihi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *