1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Pintu di Hotel Jam Merpati

Ada banyak hal-hal ganjil yang dapat membuat saya tergelak-gelak dalam setiap perjalanan yang saya lakukan. Sebenarnya kebanyakan keganjilan itu datangnya dari diri saya sendiri, mulai dari sok tahu yang akhirnya nyasar dan pulang diantar polisi sampai diuber-uber pelayan toko karena saya mengudap potongan kueh lantas lenggang kangkung meninggalkan toko. Lha saya kira itu kueh untuk icip-icip. Tetapi kali ini saya ingin berkisah tentang keganjilan yang bukan berasal dari diri saya. Sesekali bolehlah saya menjadi manusia genap.

Dalam rangkaian perjalanan saya kali ini, saya menginap di banyak tempat. Ada penginapan berkelas bintang, melati dan melata. Lengkap. Salah satu tenpat menginap saya kali ini menyediakan pelayanan mencuci pakaian gratis. Biasanya pakaian yang akan dicuci diambil bersamaan waktunya dengan waktu kamar dirapihkan dan dibersihkan. Ada kalanya sang tamu ingin beristirahat seharian tanpa diganggu oleh acara bersih-bersih begini. Dalam kasus begini penginapan menyediakan alat bantu yang dapat memberi tahu para perapih, pembersih dan pengambil pakaian kotor. Ada tulisan yang digantung di pintu bagian luar kamar bertuliskan “Do not disturb” (untuk yang tidak ingin pintu kamarnya digedor-gedor).

do-not-disturb.jpg

Entah mengapa tempat saya menginap kali ini menyatukan tulisan-tulisan itu dalam satu kertas (foto di atas). Don’t disturb please; No Laundry; No cleaning. Masalahnya, tulisan itu dipasang permanen di pintu kamar, saya tidak bisa memindahkannya. Lantas, apakah kamar saya lalu tidak pernah dibersihkan dan pakaian kotor tidak pernah diambil? Aha…yang terjadi justru sebaliknya. Saban pagi pintu kamar saya digedor-gedor dahsyat dan penggedor memaksa saya keluar serta berkali-kali meminta pakaian kotor untuk dicuci, walaupun saya tidak ingin diganggu. Apa pasal? Sederhana saja, tulisan tersebut dipasang permanen di pintu bagian dalam kamar!

Sudah beberapa hari ini saya merenung-renung berpikir bagaimana caranya saya mencopot tulisan itu dan memindahkannya ke pintu bagian luar kamar tanpa merusak panel pintu. Karena sampai sekarang masih gagal, saya mulai berpikir untuk mencopot pintunya dan membaliknya agar saya bebas gedoran.

Kisah lain adalah soal waktu check-in dan check-out. Penginapan biasanya memiliki waktu jam berapa mulai bisa masuk dan jam berapa harus keluar. Tidak patuh jam keluar bisa-bisa diharuskan membayar satu malam lagi. Setiap kali memesan kamar di penginapan saya selalu menanyakan waktu tersebut. Kali ini jawabannya mengejutkan. “Kami pakai jam Merpati Pak.” Eh…apa pula ini.

Selidik punya selidik, ternyata Merpati yang mereka maksud adalah nama perusahaan penerbangan (Merpati Nusantara Airlines). Jam boleh masuk itu sesuai dengan kedatangan pesawat Merpati dan jam harus keluar itu sesuai dengan jam keberangkatan pesawat Merpati. Kota ini memang dilayani oleh Merpati, satu penerbangan setiap hari. Tidak heran jika waktu check-in dan check-out bisa berganti-ganti. Saya berusaha mencari tahu mengapa yang digunakan sebagai acuan adalah Merpati? Karena kota ini toh juga dilayani oleh Air North dan Silk Air. Tidak ada yang dapat memberi jawaban.

Lantas bagaimana jika Merpati tidak datang atau tidak jadi berangkat? Ah…ternyata penduduk kota ini sangat yakin dengan Merpati. Telat tidak masalah toh Merpati tetap akan datang dan pergi … Merpati tak pernah ingkar janji.

36 orang ikut ndobos

1

Gravatar

12 November 2009 22:00:13

Herman Saksono

Hahahahahahahahahahahahaha. Numpang ngguyu ya Pakde.

2

Gravatar

12 November 2009 22:00:28

dilla

Kalo merpatinya ndak brangkat2 brarti ngendon di hotel dulu dong pakde :))

3

Gravatar

12 November 2009 22:05:51

roi

lagi di Papua mas?

4

Gravatar

12 November 2009 22:39:24

-alle-

hahaha..
repot donk mesti check out kalau tiba2 ditelpon jam 12.15 “pesawat anda jam 12.30 karena pak bupati mau berangkat”
hahaha…

5

Gravatar

12 November 2009 22:46:43

geblek

lakalo merpatinya nyasar ndak datang datang weh wenak toh ada yg nyuciin gratis :)

6

Gravatar

12 November 2009 22:53:17

zam

Di Dili, dhe?

7

Gravatar

12 November 2009 23:33:57

hedi

pancen top…apa iya merpati lebih jantan dari pada garuda, misalny? :P

8

Gravatar

13 November 2009 00:00:26

tooooooooooopics

kalo pesawat merpati ndak dateng, ya mungkin burung merpati yang dateng..

9

Gravatar

13 November 2009 02:36:36

mawi wijna

sesuk-sesuk bakal enek jam Garuda opo jam Lion :D

10

Gravatar

13 November 2009 04:03:00

ekowanz

dimana to dhe?

11

Gravatar

13 November 2009 06:21:44

diladisini

hehe..penginapan kelas melata itu kyk apa pakdhe?

Ngglosor di lantai -Mbilung-

12

Gravatar

13 November 2009 08:13:40

antyo rentjoko

merpati tak pernah ingkar janji. hanya waktu penepatan janji yang bergeser.

Kami memang sering lupa janji, tetapi tidak pernah ingkar janji :D -Mbilung-

13

Gravatar

13 November 2009 08:28:54

Lekdjie gitu,dab..

Kalo merpati itu bhs ilmiyahnya(biasanya pake bhs latin)apaan to pakdhe?

:-D :-D :-D

Merpati? nama ilmiahnya Columba livia -Mbilung-

14

Gravatar

13 November 2009 10:02:39

didut

(ROFL) *muncrat ngekek baca bagian merpati*

15

Gravatar

13 November 2009 10:29:46

bangsari

lho, bukannya merpati dah bangkrut ya?

16

Gravatar

13 November 2009 12:37:43

yati

huahahaha….
kayaknya mirip hotel di Berau :D tapi di sana batavia :p

17

Gravatar

13 November 2009 12:43:23

Chic

masalah nya Merpati itu secara species lebih mampu terbang ketimbang “Sutera” atau “Singa”, Pakdhe… Ya wajar kalo mereka pake jam merpati… :lol:

18

Gravatar

13 November 2009 15:39:18

sesy

seru critanya. dah pernah danger siha da tempat yg pk acuan kedatangan pesawat (kl g salah dr temen sma) tp yg do not disturb itu lucu jg. aneh bin ajaib:P

19

Gravatar

13 November 2009 17:45:59

itikkecil

hidup merpati!!!!

20

Gravatar

13 November 2009 19:28:18

nina

njenengan ini pancen menarik ………….

21

Gravatar

14 November 2009 04:38:12

tomangbukannamasebenarnya

kirain kalo jam merpati tu abis “ciak” langsung cabut, pak dhe?

22

Gravatar

14 November 2009 15:40:35

neng oCHa

wogh! jadul banget, Merpati Tak Pernah Ingkar Janji. ngono ki nek bandara’ne kukut piye jal? podo wae ra iso mendarat >:)

23

Gravatar

14 November 2009 19:28:53

ngodod

pakde ngapusi. mung ndobos. mana ada hotel seperti itu…. pakde mesti lagi ra genep.
*ngipasi menyan*

24

Gravatar

16 November 2009 10:25:36

mpokb

menginap di hotel itu sepertinya kudu berbekal ekstra sabar, Pak.. ide mencopot pintu itu boleh juga :P

25

Gravatar

17 November 2009 11:22:40

Riki Pribadi

cuma bisa ikutan pasrah ketawa….itu yg bikin tulisan sebenarnya bukan guest-nya lg, tapi justru emang buat guest dari pihak hotel-nya..hahaha

26

Gravatar

18 November 2009 21:51:18

aad

*penasaran* dimana toh pakdhe ?

27

Gravatar

18 November 2009 22:41:38

iccak - felisma

numpang mampir & ndobos.
I love this page.
salam kenal.

28

Gravatar

19 November 2009 19:40:39

venus

gyahahaha…jam merpati. keren juga, haqhaqhaq….

29

Gravatar

19 November 2009 19:43:01

venus

minta pintunya dilepas aja kayaknya yg paling masuk akal. ya ndak? ya ndak? hihihi….

30

Gravatar

19 November 2009 21:02:36

mataharitimoer

disiram air aja mas.

31

Gravatar

20 November 2009 21:05:10

nonadita

Minta ganti pintu baru… gitu aja kok repot

32

Gravatar

21 November 2009 12:44:57

mayssari

jangan datang ke hotel itu lagi dunk…

33

Gravatar

25 November 2009 05:53:31

ngupingers

kwkwkwkwkwkwwkwkwkwkwk baung sial dengan LOL

34

Gravatar

29 November 2009 05:24:12

tiyok

Pakdhe, di mana to ini Pakdhe?

35

Gravatar

01 December 2009 01:57:13

Domba Garut!

Ada-ada aja jam merpati - ta kira merpati pos… :D

36

Gravatar

21 June 2010 10:31:11

Yohan Wibisono

Piye to pakde tak kirain Burung Merpati????

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya