1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bahagia Secara Bersahaja

tl1.jpg

Selalu saja ada yang membuat saya betah di negeri kering bebatuan ini. Kunjungan kemarin yang lumayan panjang itu, ya masih sama saja rasanya malah bisa dikatakan penuh keriangan. Di sela-sela “kesibukan” kerja masih ada keriangan dari bermain kelereng – dan kalah – dengan anak-anak di Lore, mengejar kambing di bawah pohon asam di Com atau sekadar bermain air laut di Valu Sere, Tutuala sembari senyum-senyum kecut mendengar anak-anak yang menertawakan perut saya yang ikal dan bergelombang sementara mereka dengan bangga memamerkan perutnya yang rata seperti papan cucian – masamu akan tiba nak! -.

Jika ada kejadian langka yang saya alami di Dili, maka itu adalah hujan deras.Agak terlambat hujan itu datang sebetulnya, begitu menurut penuturan kawan di sana. Jika hendak dibandingkan dengan Jakarta, hujan di Dili juga menyebabkan macetnya lalu-lintas. Bukan … bukan karena banjir yang tidak perlu itu, tetapi karena jalanan penuh dengan orang yang dengan riang bermain hujan.

Warung-warung bersahaja di sepanjang Pantai Kelapa, Dili juga sudah dibenahi – bukan diusir – menjadi lebih rapih dan menyenangkan. Menunya masih sama, ikan, jagung, ayam yang semuanya dipanggang, ditemani ketupat dan minuman ringan. Nikmat benar melewatkan makan malam di tempat ini, sembari baku nganga dengan teman. Saya rasa saya bukan satu-satunya orang yang menikmati tempat ini, ada banyak orang di sana, termasuk Presidente da Rep├║blica.

Kembali ke Bali dari perjalanan yang melelahkan tetapi menyenangkan itu, seorang kawan langsung menculik saya. Berhubung tujuan penculikan tampaknya menyenangkan, dengan sukarela saya mengikutinya. Adalah sebuah desa bersahaja bernama Pengotan, dekat Bangli di kaki Gunung Batur yang menjadi tempat saya berakhir pekan dan saya tidak menyesal. Pemandangan, keramahan, makan enak, musik dan tidur pulas.

bl1.jpg

Jika ada yang sangat istimewa dari tempat ini bagi saya, maka hal itu adalah hal yang sekaligus membuat saya malu. Penggerutu macam saya memang pantas malu. Jadi begini … saya bertemu dengan seorang yang sudah sepuh. Saya tidak tahu siapa nama lengkapnya, orang-orang di desa ini memanggilnya Ki Tamped. Walaupun telah sepuh, Ki Tamped sangat mandiri, sejak dahulu hingga sekarang dia selalu berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Berladang, mencari dan membelah kayu bakar, membetulkan rumahnya yang bersahaja. Dia juga bukan seorang penggerutu dan pemurung. Paling tidak selama pertemuan saya dengan dirinya, dia lebih banyak tertawa dibandingkan saya, termasuk menertawakan saya. Lantas apa yang membuat saya malu? Nggg … anu … Ki Tamped itu bisu, tuli dan buta.

Begitulah, buat saya kemarin itu saya bisa belajar banyak dari kebersahajaan yang ada dan sekarang saya sedang tergelak-gelak menertawakan kebodohan saya sendiri.

39 orang ikut ndobos

1

15 December 2009 11:05:45

bangsari

wajah simbahe kuwi lho. ndak nguati…

2

15 December 2009 11:18:53

mbakDos

it’s a good day to celebrate good things in our life, isn’t it?

good morning, pakdhe :D

3

15 December 2009 11:25:14

sandal

Simbahnya super keren, membetulkan rumah dan membelah kayu dengan segala keterbatasan fisiknya. Benar-benar super.

4

15 December 2009 11:25:36

Moes Jum

hehehe … kapokmu kapan … Sampeyan kayaknya harus sering nyantrik sama Ki Tamped

5

15 December 2009 11:29:14

the bitch

gpp, dhe. sing penting budhe jeni tetep cintah. atau gada yg laen, aku juga ga tau sih.

6

15 December 2009 11:48:25

geblek

bagaimana rasanya di tertawakan orang bisuk :)

7

15 December 2009 12:12:33

nonadita

Life is Good :D

8

15 December 2009 12:27:25

venus

setuju sama ipul. wajah ki tamped…

9

15 December 2009 12:31:07

venus

maaaas aku mau ke baliiiii…..

10

15 December 2009 12:48:09

pinkina

oooo iki toh sing sampeyan critakno wingi, salut dehh. sekalian buat pelajaran, bahwa kita gak pantes mengeluh….duhh….

11

15 December 2009 13:20:14

pitik

merguru ae nang ki tamped om..ben sampeyan sadar lan ora pethakilan terus..wakakaka

awakmu melu merguru sisan … ben ndang lulus -Mbilung-

12

15 December 2009 13:54:09

Chic

kalo gitu dirimu bukan si dopey ya Pakde, ganti si Grumpy wae lah :mrgreen:

Lho Chic … kemaren katanya The Prince :D -Mbilung-

13

15 December 2009 14:42:06

hedi

Ki Tamped iku pasti keturunan majapahit…halah :D

14

15 December 2009 15:09:27

neng oCHa

aiiihhh….pengen ke pantai berpasir putih dan berair biru seperti ituuu :cry:

15

15 December 2009 17:29:44

ulan

si mbah nya pegang apa sih ?? jagung bukan ??

kayu bakar -Mbilung-

16

15 December 2009 22:29:15

mawi wijna

Gimana ya cara Ki Tamped berkomunikasi ke sesama warga desa? Siapa tahu bisa dicari tahu kisah hidupnya :)

berkomunikasinya melalui sentuhan -Mbilung-

17

15 December 2009 23:53:03

ngupingers

bodoh bodohbodoh *kutambahin pakde* heheh

18

16 December 2009 00:09:52

tomangbukannamasebenarnya

blog kan juga bisu,tuli n buta pak dhe
n tetep bisa berkomunikasi (berbagi info) dengan sentuhan (keyboard n mouse)

19

16 December 2009 08:39:46

yudhi

hello santiago! :D

20

16 December 2009 18:32:41

senimanpeta

wah mengandung tuntunan hidup ini..

21

17 December 2009 03:55:05

-goenrock-

Mari saling menertawakan *lho*

22

17 December 2009 21:07:34

monda

baku nganga ….apaan tuh…..
dua2nya nganga…?……

23

20 December 2009 23:45:00

tetangga sebelah

Jadi sekarang udah gak six packs lagi nih? Udah jadi one pack? hahaha…

Pengen baca lagi ttg Ki Tamped. Kok sedikit bgt?

24

21 December 2009 09:11:25

yati

iya, sama ma komen mba mariskova, kisah Ki Tamped kok dikit banget :(

dan tentang mandi hujan bareng itu…woh, indah sekali cara mereka mensyukuri nikmat hujan yaaa :)

25

22 December 2009 22:49:00

omagus

wajah ki tamped begitu polos..! oh..!

26

27 December 2009 16:06:12

didut

memang kita hrs bercermin tiap hari ya pakde :)

27

29 December 2009 11:48:58

elia|bintang

ki tamped ini bisu, tuli, buta trus gimana ketawanya? tapi dari beliau, kita belajar untuk bersyukur yah :D

28

30 December 2009 17:49:35

Citra Dewi

Saat membaca tulisan ini rasanya saya juga ikut berkelana. Jadi teringat kisah Robinson Crusoe. Kapan yah masa itu tiba lagi. Menjelajahi tempat2 yg terpencil di seluruh pelosok tanah air dan bertemu dgn orang2 desa sederhana yg tau apa kebahagiaan itu dan yg hidup pada saat ini, hari ini. Yg pikirannya tdk melompat2 spt monyet kemasa lalu dan masa yg akan datang tp melupakan hari ini.

29

30 December 2009 21:56:09

itikkecil

mereka dengan bangga memamerkan perutnya yang rata seperti papan cucian – masamu akan tiba nak! -.

masa mereka memang akan tiba pakde… tetapi masih lama sekali…

30

01 January 2010 17:18:08

mpokb

kata iwan fals, keinginan adalah sumber penderitaan. kesimpulannya, nggak usah banyak keinginan, supaya bahagia..?
foto yang keren pak.. kapan2 ke sana ah.. *mimpi* :)

31

04 January 2010 16:36:16

dilla

Wah,,speechless..
Ki Tamped memang superman!

32

11 January 2010 10:33:18

-tikabanget-

saya masih bisa hidup sederhana ndak ya?
menurut subjektif kepala saya, ada beberapa orang yang terlanjur ndak bisa balik ke kehidupan sederhana..
entah karena kebutuhan, terikat lingkungan kerja, dan terikat lingkungan gaya hidup.

atau saya salah mendefinisikan kata “sederhana”?

33

14 January 2010 10:57:42

Riki Pribadi

Waduh, dia nertawain apaan Pak Dhe?? Kok bisa?? Kalo saya sih butuh sesuatu yg saya denger yg terasa lucu, yg saya liat yg terasa lucu, ato yg saya ingat yg terasa lucu untuk tertawa. Selain itu rada susah, apa Ki Tamped teringat sesuatu yg lucu??

34

19 January 2010 17:04:43

adegustiann

spirit of life…

35

27 January 2010 10:13:02

The Greatest Gifts

anak2 memang sumber inspirasi yg gag habis2 yaa.. ^^
http://www.the-greatest-gifts.blogspot.com

36

02 February 2010 09:13:39

Sita

Pakdhe, kasih tau aku, gmana caranya biar bisa bertemu dengannya…… ^^

37

07 February 2010 07:38:36

warm

pelajaran berharga malah di dapat di kampung ya pakdhe.
makasih ceritanya :)

38

19 March 2010 18:57:55

Kaboel

Melihat orang seperti Ki Tamped, membuatku merasa semakin jauh dari surga.

39

21 June 2010 10:28:04

Yohan Wibisono

hidup yang bersahaja juga merupakan hidup yang apa adanya..

Ikutan Ndobos

|