1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for February, 2010

Perlukah?

ember.jpg

Saya kagum, sejujurnya, dengan keberanian Depkominfo mempublikasikan Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia (RPM-KM) untuk dilihat/dibaca dan dikomentari oleh publik. Saya juga senang dengan niat baik seperti yang tertuang pada bagian awal RPM-KM. Marilah rancangan tersebut dibaca, sebelum mengambil sikap. Begitulah, saya lantas membaca rancangan tersebut, berkali-kali, disertai dengan melihat-lihat sumber lain, salah satunya yang dilansir di situs Depkominfo di sini. Berkali-kali membaca karena sulit bagi saya untuk memahaminya. Hingga pada saat saya telah lelah membacanya, saya lantas tiba pada titik di mana saya bertanya, apa ini semua perlu? Bagi saya, itulah masalahnya.

Continue Reading 30 Comments

Ciblek Berisik

perenjak.jpg

Pada saat saya baru mulai mengamati burung, ada beberapa jenis burung yang karena seringnya dijumpai lantas dijuluki “burung sampah”. Salah satunya adalah Perenjak sayap-garis (Prinia familiaris) atau dikenal juga dengan nama Ciblek. Bagi saya, “burung sampah” satu ini punya nilai lebih … dia adalah burung yang gembira dan sekaligus berisik. Bagi saya sekarang, burung ini tidak lagi menjadi “burung sampah”, karena burung ini sudah mulai susah dijumpai di sekitar tempat tinggal saya sehingga keberisikannya menjadi pelepas rindu akan masa lalu. Konon kabarnya, jika ada perenjak berkicau riang di depan rumah, ada tamu yang berkunjung ke rumah. Siapa tamunya? Ya si perenjak itu.

Continue Reading 37 Comments

Terima Kasih Neng

us.jpg

Pada hari itu saya memutuskan untuk putus dengan pacar saya dan pacar saya itu tersenyum-senyum girang karenanya. Saya memutuskan untuk mengajaknya menikah. Karena saya adalah macam orang yang pelupa, maka agar saya selalu ingat, tanggal pernikahan kemudian ditetapkan pada tanggal kelahiran saya. Begitulah, 18 tahun yang lalu berjuta-juta gadis kehilangan harapan untuk disunting seorang jejaka pujaan hati mereka dan berjuta-juta jejaka putus harapan untuk mempersunting seorang gadis dambaan mereka. Bagi saya, hari itu adalah hari saya mendapat hadiah ulang tahun terbaik hingga saat ini. Bagi dirinya, tentunya hari itu adalah hari dia menjadi yang paling bahagia karena dijadikan hadiah buat saya. Suka sama suka, senang sama senang.

Neng … terima kasih dirimu telah mendampingi saya selama 18 tahun ini. Ketabahanmu amat sangat patut dipuji. On the romantic side of this special occasion, I would like to say thank you … and I love you.

Foto : Personale

Continue Reading 30 Comments

Lowongan Pekerjaan

Seorang kawan di bagian kepegawaian dahulu pernah mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan calon tenaga kerja dengan kemampuan seperti yang diharapkan. Saya lantas bertanya, apakah karena lagi-lagi soal upah? Maklum saja, kantor tempat saya bekerja itu tidak sekuat perusahaan raksasa yang mampu menawarkan upah yang dapat membuat orang terlanda “mak cleguk” (baca: menggiurkan) secara tiba-tiba. Maka keluhan yang lantas kerap dilontarkan adalah, “…bagaimana kita mau bersaing untuk mendapatkan tenaga terbaik jika upah yang ditawarkan menyedihkan begini?” Saya sendiri menolak jika upah dijadikan satu-satunya alasan ketidakmampuan untuk mendapatkan yang terbaik. Untungnya, kawan itu berkata, “belum sampai perundingan upah kok, ini yang melamar jumlahnya sangat sedikit dan nyaris tidak ada yang memenuhi syarat minimum.” Ah…minat awal ternyata.

Saya bukanlah seorang yang ahli dalam bidang periklanan dan perekrutan pegawai. Hanya saja, saya pribadi berpendapat iklan lowongan kerja itu sering isi persyaratan yang ditulis lebih mengerikan dari kenyataan pekerjaannya itu sendiri. Apa lagi jika iklan tersebut ditulis dalam bahasa asing (Bahasa Inggris) … aih, ngeri kali kesannya. Selain itu, iklan lowongan kerja juga tidak menyertakan gambar atau foto sebagai pelengkap tentang pekerjaan yang harus dilakoni nantinya. Lantas bagaimana? Saya ya lantas lancang memberi usulan, bagaimana kalau ilklannya dibuat begini? (sambil menunjukan 3 foto berikut keterangannya). Apa reaksi yang saya dapat? Hanya kerutan di wajah mereka dan seruan “BAH !!!”. Apa yang salah dengan penyajian iklan lowongan kerjaan yang saya buat di bawah ini?

Continue Reading 39 Comments

|