Dari Belakang Layar

header1.jpg

Awalnya adalah sebuah obrolan sederhana di sebuah angkringan di Jogja untuk menanggapi permintaan kesediaan menyelenggarakan hajat tahunan Pesta Blogger. Suguhannya jus timun, wedang uwuh, dan es teh tanpa gula dua gelas, itu yang saya ingat. Beberapa hal penting dihasilkan malam itu, paling tidak ada konsep dasar dan siapa yang akan menjadi jenderal di lapangan nanti. Ini bukan rapat gelap, walaupun lampunya agak remang. Inilah awal dari sebuah pekerjaan yang sekaligus hendak dijadikan ajang belajar oleh para penggiat kegiatan online di Jogja yang hadir malam itu.  Kegiatan yang kemudian dinamai Pesta Blogger Jogja (PB Jogja) 2010.

Bagi saya, yang menarik adalah bagaimana PB Jogja dilaksanakan. Mengutip ucapan Kang LantipPB Jogja harus menjadi titik di mana komunikasi antar komunitas menjadi ada.” Itu tantangan besar. Dengan alasan itu pula mengapa lantas kegiatan PB Jogja dilakukan selama 2 hari, bukan satu hari seperti halnya di kota-kota lain. Bentuk kegiatan PB Jogja sendiri secara umum dapat dibagi 3, yaitu:

1. Panggih Batir (Rally PB Jogja).
2. Kegiatan di dalam ruang dalam bentuk presentasi dan workshop.
3. Kumpul-kumpul PB Jogja (Gathering).

Panggih Batir (bertemu dengan teman) bisa dikatakan sebagai bagian paling unik dari rangkaian acara  PB Jogja kali ini. Pada kegiatan ini, komunitas para penggiat kegiatan online bertandang, mengenal dan belajar dari komunitas penggiat kegiatan offline. Boleh dibilang, kegiatan ini adalah semacam eksperimen yang berani dan bisa menjadi inti dari keseluruhan acara PB Jogja.

Kegiatan di dalam ruang awalnya bersumber dari permintaan panitia PB pusat untuk mengadakan kegiatan blogshop. Lantas terpikir, blogshop hanya terbatas tempatnya dan lebih diperuntukan bagi yang belum atau baru berkecimpung di dunia blog. Bagaimana dengan yang sudah aktif di blog atau kegiatan online sejenis? Maka muncullah tiga kelas tambahan selain blogshop, yaitu kelas kreatif, kelas fashion, dan kelas workshop espresso, yang diadakan nyaris bersamaan.

Kegiatan kumpul-kumpul PB Jogja ditempatkan di akhir sekaligus sebagai penutup rangkaian acara PB Jogja. Saya bisa mengatakan, inilah acara yang paling rumit pengaturannya. Perkiraan jumlah peserta meleset jauh dari perkiraan awal. Semua upaya lantas dilakukan untuk tidak menolak peserta, tak sepenuhnya berhasil. Dengan jumlah peserta yang jauh melebihi perkiraan awal, maka penataan arena acara harus disesuaikan, tanpa hendak mengorbankan kesempatan bagi para peserta untuk bisa berkomunikasi secara bebas. Saat pertama kali saya melihat arena, pikiran pertama yang muncul adalah “ini mau membunuh pembawa acara apa ya?”

Jumlah peserta yang membengkak, ditambah banyaknya acara sisipan di luar pakem Pesta Blogger, konsekuensi logisnya adalah biaya yang membengkak. Soal biaya memang sempat menjadi isu, karena PB pusat berlaku adil dengan memberikan jumlah biaya yang sama besar untuk tiap daerah, sementara PB Jogja banyak maunya. Jalan keluarnya, panitia PB Jogja harus mencari tambahan uang sendiri. Bukan pekerjaan mudah, karena waktu yang tersedia tidak banyak dan itupun terpotong libur Lebaran.

Saya tidak akan bercerita soal bagaimana akhirnya kegiatan ini berjalan. Sudah ada banyak tulisan tentang itu. Saya hanya ingin mengatakan, dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, tujuan utama acara ini sebagai titik di mana komunikasi antar komunitas menjadi ada, paling tidak sudah terlihat. Nyaris tidak mungkin memang menyenangkan hati semua orang. Mengutip ucapan Hermansaksono, sang ketua acara, “Panitia PB Jogja itu seperti taplak kecil yang ditarik-tarik untuk menutupi meja yang luas. Kita memang kurang kerjaan, sudah tahu panitianya kecil, tapi ya bikin Rally, Blogshop, Kelas, Kuis, dan Gathering.”

Saya pribadi, sangat bangga dapat bekerja sebagai taplak bersama mereka.

Join the Conversation

23 Comments

  1. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh panitia yang sudah terlibat dalam pelaksanaan PB 2010 Chapter Jogja, juga kepada semua yang sudah memberikan sumbangsih dalam bentuk apapun.
    Kalian semua hebat!

  2. saya juga de… makanya sempat kangen pengen bekerja sama lagi dengan mereka di kepanitian taun ini…

    dan sekarang saya kangen bekerjasama lagi dengan temen2 panitia pb2010.

    sampai jumpa pb2011 ya tweeps…

  3. Semua rangkaian acara berlangsung dengan baik dan keren.
    Salut buat kerja keras semua panitia pbjogja 2010m

    Dan senang bisa berjabat tangan langsung dgn pakdhe 🙂

  4. Salut buat kerja keras panitia Pesta Blogger Jogja yang penuh semangat dan selalu antusias. Kerjasama yang baik ini menjadikan acara di Jogja menjadi sangat spektakuler dibanding daerah2 pelaksana blogshop dan mini PB sebelumnya.

    Yang terakhir, senang sekali saya akhirnya bisa jumpa dan ngobrol lama dengan Pakde Mbilung yang legendaris dan fenomenal itu 🙂

  5. wow, quote taplak kecil ditarik2 utk menutupi meja luasnya kok keren, sih 😀 #komenberbayar

    anyway, thanks berat utk Panitia PB Jogja atas segala usaha, niat, doa dan kerja kerasnya. It was always great to see wonderful people working together in solidly and having fun while doing it, ya, tweeps!!! 🙂

    mariii *tarik-tarik taplak*

  6. wow, quote taplak kecil ditarik2 utk menutupi meja luasnya kok keren, sih 😀 #komenberbayar

    anyway, thanks berat utk Panitia PB Jogja atas segala usaha, niat, doa dan kerja kerasnya. It was always great to see wonderful people working together solidly and having fun while doing it, ya, tweeps!!! 🙂

    mariii *tarik-tarik taplak*

  7. salut buat semua penyelenggara PB jogja yg bekerja tnp dibayar dan tak kenal lelah. kalian sudah jd tuan rumah yang luar biasa!

  8. Pak dhe, makasih banget udah ngasih support selama persiapan, terutama dengerin omelan, keluhan ku. Kalo gak ada pak dhe, aku gak tau bisa lanjut apa enggak *hugs*

  9. kerja keras, ga dibayar, diomongin banyak orang, adalah tantangan luar biasa. tapi kelegaan setelahnya juga…luaaar biasa 🙂 selamat untuk pb jogja. mari ke puncak pb jakarta 🙂

  10. “Wedang Uwuh Angkringan Jogja”

    Minuman ramuan tradisional terbuat dari 100% rempah alami yang sudah turun temurun sejak zaman Raja-raja Mataram.

    “Wedang Uwuh” merupakan minuman tradisional alami khas Jogjakarta yang terbuat dari rempah-rempah alami dengan aroma menyegarkan serta cita rasa rempah herbal unik & nikmat, juga kaya akan khasiat untuk kesehatan.

    Sejak zaman nenek moyang terdahulu, bahan ramuan “Wedang Uwuh” dipercaya dapat meringankan serta mencegah masuk angin & batuk ringan, melegakan tenggorokan, memperlancar peredaran darah, menghilangkan nyeri, capek, pegal, kembung dsb.

    Saat ini ramuan“Wedang Uwuh Angkringan Jogja” makin digemari & banyak dikonsumsi untuk menghangatkan badan, menjaga kebugaran serta vitalitas.

    Profil Angkringan Jogja

    Produsen “Wedang Uwuh” merk ” Angkringan Jogja” minuman kesehatan Tradisional khas Jogjakarta yang terbuat dari bahan 100% rempah-rempah alami dikemas dengan Kantung Kertas Klasik berupa Sachet & Tas : Instan, Racikan, Celup & Sirup.

    Untuk pemesanan produk, kerjasama Distributor & Agen di seluruh Indonesia hubungi :
    – +6281392977979 ( Telkomsel )
    – +6281904131899 ( XL )
    – +622747849189. ( Flexi )
    – 0101702747849189. ( Flexi untuk luar kota Jogja, tariff Rp 100,-/menit)

    Website : http://www.angkringan-jogja.com

    Email & FB : angkringan_jogjakarta@yahoo.co.id

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *