Tepar

chicken.jpg
“Quit complaining and eat it! … Number one, chicken soup is good for the flu –
and number two, it’s nobody we know.”

Hidup sendiri, jauh dari keluarga, yang repot itu kalau sakit. Paling ya terkapar sendirian sambil separuh melayang karena pengaruh obat. Bagi yang sedikit beruntung masih ada perangkat komunikasi genggam, sehingga dapat berbagi sengsara dengan kawan nahas di ujung sana (sengsara kok dibagi), sambil separuh melayang karena pengaruh obat. Atau membaca buku yang sudah lama dibeli tetapi belum selesai dibaca, sambil separuh melayang karena pengaruh obat.

Soal sakit jauh dari keluarga begini, sudah saya alami entah berapa kali. Macam-macamlah sakitnya, dari mulai hanya batuk pilek ringan, luka-luka kecebur got karena dikejar anjing, radang empedu, sampai disamber truk pengangkut batu kali. Jika balai pengobatan dekat, masalah bisa dikurangi. Tetapi ada masa di mana balai pengobatan dekat dari tempat tinggal, saya malah dapat masalah besar karena saya tidak pandai bicara dalam Bahasa Jepang. Punggung saya yang sakit, malah disetrum.

Bagi saya, terkurung sendiri di kamar itu siksaan. “Tapi kamu perlu istirahat”, kata teman di ujung sana yang sok tahu itu padahal dirinya kalau sakit ya tidak bisa diam juga. Badan saya bisa saja diam istirahat, tetapi isi kepala? ini susahnya. Obat-obatan pemaksa istirahat itu juga menyiksa, biasanya saya tertidur sebentar, mimpi buruk, dan bangun dalam keadaan basah kuyup karena keringat. “Waaah, bagus itu kalau keluar keringat banyak”, kata teman lain di ujung sana yang sok tahu juga. Basah kuyup begini artinya saya harus ganti pakaian, sprei dan sarung bantal-guling. Sedang sehat saja malas ganti, apalagi sedang sakit.

Lantas, apa yang bisa dilakukan jika sedang terkapar begini? Ya menulis sajalah, lumayan untuk ngisi blog yang jarang di-update ini, sambil separuh melayang karena pengaruh obat. Paling tidak sakit ini membuktikan bahwa saya ini masih manusia.

Gambar oleh Gary Larson

Join the Conversation

10 Comments

  1. Hebat deh, separuh melayang saja bisa nulis posting sebagus ini.
    (kok jadi ingat nama setiyadi = setengah tidur aja jadi)

    Baiklah, sekarang istirahat dulu. Cukup itu nasehat saya, saya ndak mau kasih nasehat macam2 yang ujung2nya dibilang sok tau, hehehe

  2. tosss!!!
    udah bertahun2 juga ngalamin hal yang sama, dan tepar juga seminggu lamanya pekan lalu. huh, ga enak. apalagi kalo ga ada yg bisa ditelpon atau digangguin.
    obatnya udah abis, pak? 🙂

Leave a comment

Leave a Reply to estya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *