1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for the ‘crita’ Category

Tong Kosong Nyaring Bunyinya.

bw.jpg

Sudah lumayan lama saya tidak melakukan hobi satu ini, mengamati burung (birdwatching). Kemampuan mengenal jenis burung di lapangan jelas menurun jauh. Buku panduan untuk mengenali jenis (field guide) kembali harus rajin dibuka. Itulah yang terjadi dua minggu belakangan ini. Dua hari minggu kemaren, saya memaksakan diri untuk kembali melakukan hobi ini. Untungnya, teman-teman mantengin burung di tempat ini sungguh menyenangkan.

Continue Reading 37 Comments

Hari (yang mestinya) Bahagia

Begitulah, ada yang berulang tahun lagi. Kali ini Nonagila dan Momon yang berulang tahun di hari yang sama, 15 Juli. Namanya teman, mestinya saya ikut senang dengan acara tahunan mereka itu. Tetapi teror minta hadiah dari Nonagila itu memang maut adanya dan itu membuat saya ketakutan. Dari Momon? belum ada tuntutan apa-apa. Dua orang yang lahir di tanggal dan bulan yang sama bisa begitu berbeda. Yang satu pendiam, serius layaknya pemikir ulung, sementara satunya lagi penyantap segala yang jika berkata-kata lebih mirip berondongan senapan mesin.

Continue Reading 59 Comments

Metamorfosa

Ada seekor ulat bulu di daun kembang sepatu, rakus melahap daun seakan tiada hari esok. Penampakan sang ulat mampu memancing jerit histeris ketakutan perempuan ayu yang matanya tertumbuk pada wujud sang ulat. Pada saat lain, hewan yang sama dilihat dengan penuh kagum pesona, mengundang hasrat membelai sebuah keindahan ragawi sempurna. Sang ulat pengundang jerit telah berubah menjadi rama-rama pengundang kagum. Sebuah metamorfosa luar biasa.

Continue Reading 49 Comments

Sebuah Kerlingan di Tujuh Juli

balibul.jpg


Let me not pray to be sheltered from dangers, but to be fearless in facing them. Let me not beg for the stilling of my pain, but for the heart to conquer it.

Kata-kata gagah lagi bijak dari Rabindranath Tagore itu pernah menghiasi blog salah satu dari berjuta lelaki pejuang hidup di Jakarta. Iqbal Prakasa, sang kolonel pitu, pemuda kelahiran Kampung Laweyan -Solo, memang petarung tangguh dalam menjalani hidup. Dengan sosoknya yang sebesar gardu hansip begitu, saya harus berpikir jutaan kali untuk menjahilinya. Tetapi percayalah, dibalik sosok garangnya itu, dia adalah lelaki berhati lembut.

Continue Reading 54 Comments

Panggung Sandiwara

behave.jpg

Dunia adalah panggung sandiwara, begitu ujar sebuah lagu lawas yang digubah oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Ada banyak pelantun lagu yang menyanyikannya, sebut saja nama seperti si kribo Ahmad Albar dengan God Bless-nya atau si madu – si ndok ceplok – si batu batere teteh Nicky Astria. Lagu yang menurut saya tidak tuntas sebetulnya. Lirik lagunya ada menyisakan pertanyaan “Mengapa kita bersandiwara”.

Continue Reading 29 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru