
Let me not pray to be sheltered from dangers, but to be fearless in facing them. Let me not beg for the stilling of my pain, but for the heart to conquer it.
Kata-kata gagah lagi bijak dari Rabindranath Tagore itu pernah menghiasi blog salah satu dari berjuta lelaki pejuang hidup di Jakarta. Iqbal Prakasa, sang kolonel pitu, pemuda kelahiran Kampung Laweyan -Solo, memang petarung tangguh dalam menjalani hidup. Dengan sosoknya yang sebesar gardu hansip begitu, saya harus berpikir jutaan kali untuk menjahilinya. Tetapi percayalah, dibalik sosok garangnya itu, dia adalah lelaki berhati lembut.
Continue Reading
54 Comments

Dunia adalah panggung sandiwara, begitu ujar sebuah lagu lawas yang digubah oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Ada banyak pelantun lagu yang menyanyikannya, sebut saja nama seperti si kribo Ahmad Albar dengan God Bless-nya atau si madu – si ndok ceplok – si batu batere teteh Nicky Astria. Lagu yang menurut saya tidak tuntas sebetulnya. Lirik lagunya ada menyisakan pertanyaan “Mengapa kita bersandiwara”.
Continue Reading
29 Comments

Misal kata anda memenangkan mobil dari hasil undian, atau anda memenangkan sebuah telepon genggam canggih alang kepalang. Lantas jingkrak-jingkrak girang alang kepalang. Ya wajar-wajar saja. Anugerah tak seharusnya ditampik, perkara nanti itu anugerah lantas bikin gerah itu soal lain. Anugerah kok bisa bikin gerah?
Continue Reading
70 Comments

Ada barang yang sudah lama tak saya lihat di sebuah pasar di Bau-Bau, Buton. Barang itu adalah serit atau suri kerep atau sisir Kutu rambut. Sisir bergigi amat rapat yang mampu mengangkat Kutu rambut (Pediculus humanus captitis) dan telurnya dari rambut dan kulit kepala. Serangga renik, tak bersayap dan penghisap darah satu ini kabarnya bisa menimbulkan rasa gatal yang dahsyat di kulit kepala. Sungguh mengganggu. Maka di sebuah komunitas yang dihantam hama Kutu rambut begini, kerap kita jumpai aktivitas orang-orang saling membersihkan Kutu rambut dari kepala (petanan), sembari bertukar berita menjalin keakraban, dengan alat bantu utama serit itu tadi.
Continue Reading
70 Comments

Dahulu, di blog lama, saya ada menulis soal menyantap kuda. Kawan saya bersantap, yang orang Inggris itu, mengalami kesulitan yang teramat sangat. Kuda untuk sebagian besar orang Inggris dianggap hewan “suci”. Hewan yang harus disayang, dibelai-belai, tak boleh disakiti apalagi disantap. Hal yang sama juga berlaku untuk anjing, sehingga dijuluki teman terbaik manusia. Tapi itu di Inggris. Di banyak tempat lain di dunia, selain sebagai hewan peliharaan dan kawan berburu, anjing juga dijadikan sebagai santapan.
Continue Reading
50 Comments