1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for the ‘crita’ Category

Tepar

chicken.jpg
“Quit complaining and eat it! … Number one, chicken soup is good for the flu -
and number two, it’s nobody we know.”

Hidup sendiri, jauh dari keluarga, yang repot itu kalau sakit. Paling ya terkapar sendirian sambil separuh melayang karena pengaruh obat. Bagi yang sedikit beruntung masih ada perangkat komunikasi genggam, sehingga dapat berbagi sengsara dengan kawan nahas di ujung sana (sengsara kok dibagi), sambil separuh melayang karena pengaruh obat. Atau membaca buku yang sudah lama dibeli tetapi belum selesai dibaca, sambil separuh melayang karena pengaruh obat.

Continue Reading 10 Comments

Dari Belakang Layar

header1.jpg

Awalnya adalah sebuah obrolan sederhana di sebuah angkringan di Jogja untuk menanggapi permintaan kesediaan menyelenggarakan hajat tahunan Pesta Blogger. Suguhannya jus timun, wedang uwuh, dan es teh tanpa gula dua gelas, itu yang saya ingat. Beberapa hal penting dihasilkan malam itu, paling tidak ada konsep dasar dan siapa yang akan menjadi jenderal di lapangan nanti. Ini bukan rapat gelap, walaupun lampunya agak remang. Inilah awal dari sebuah pekerjaan yang sekaligus hendak dijadikan ajang belajar oleh para penggiat kegiatan online di Jogja yang hadir malam itu.  Kegiatan yang kemudian dinamai Pesta Blogger Jogja (PB Jogja) 2010.

Continue Reading 23 Comments

Dead as a Dodo

 large_extinctanimals_dodo.jpg

Jika kita bicara soal kepunahan mahluk hidup dari muka bumi akibat ulah manusia, maka nama burung Dodo selalu muncul. Dodo (Raphus cucullatus) adalah spesies burung yang tidak dapat terbang dan endemik Pulau Mauritius (di dunia, burung ini hanya ada di Pulau Mauritius). Dodo yang masih berkerabat dekat dengan merpati dan juga pemakan buah-buahan ini kemudian punah pada penghujung abad ke 17 (tahun pastinya tidak diketahui, mungkin antara tahun 1689 – 1693).

Continue Reading 25 Comments

Dahulu

omah-sendok.jpg

Rentang ingatan saya itu pendek, bahkan terlalu pendek bagi banyak kawan. “Masih muda kok pikun!” begitu ujar mereka. Santai saja, dianggap muda itu saya anggap pujian dan pikun itu bukan hinaan, karena begitulah adanya. Di acara reuni, bisa saja saya dengan mudahnya menjadi bahan olok-olok karena secara spontan saya mengucapkan kata tersohor yang lantas diwikikan di wiki gemblung itu “Weeee…Apa kabar … senang sekali bisa ketemu lagi. Kamu siapa?”

Continue Reading 24 Comments

Topeng

penari3.jpg

“Malam ini saya akan menikmati bulan separuh, bintang dan ombak” begitu pikir saya. Sebentar nanti memang akan ada pertunjukan seni anak-anak sekolah menengah di bale pesandekan pura di Pantai Atuh, Nusa Penida. Saya tidak begitu tertarik. Cerita jadi lain ketika awan mulai datang menutupi pemandangan langit, dan saya yang nyaris tanpa pilihan lantas duduk bersandar pada tiang menyaksikan pertunjukan seni. Menghibur, tetapi tidak ada yang istimewa, hingga nyaris di ujung acara. Semua berubah ketika tarian yang bercerita tentang murka alam dengan tujuh matahari dan sembilan mata angin itu ditampilkan.

Continue Reading 29 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru