1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for the ‘crita’ Category

Jaman Dulu Itu …

Tentang masa lalu, dengan segala kemanisan dan kepahitannya, adalah bahan obrolan yang kok ya ndilalah sering diulang-ulang. Sebagian besar isi cerita adalah soal kebanggan, seperti “… jaman revolusi dulu, kakekmu ini … wooo … dapur umum”. Gagah. Tetapi, tidak selamanya kisah “menyenangkan” memang, kadang ya soal kesusahan walaupun tetap dengan nada penuh kebanggaan (susah kok bangga?) seperti ” … dulu itu, bapakmu kalau ke sekolah harus jalan kaki 5 km !!!” Atau kisah yang kikir fakta seperti “… jaman bapakmu sekolah dulu, bapakmu ini penjaga gawang kesebelasan sekolah, dan tidak pernah kebobolan.” Tetapi fakta kalau sang bapak adalah penjaga gawang cadangan (dengan sengaja) tidak diceritakan.

Continue Reading 51 Comments

Cerita? … Nanti Saja

koala1.jpg

Hiyaaaa, bisa update blog ini. Jadi begini, sebulan ini saya praktis hidup bersama koper saya itu. Ada Dili, Kupang, Jogyakarta, Brisbane, Townsville, Great Barrier Reef, Singapura dan tentu saja Bali. Ada banyak cerita sebenarnya yang menurut seorang kawan semestinya ditulis. Tetapi toh pada akhirnya tidak ada yang ditulis. Tidak tentang cerita orang-orang Lamalera dan Boti, tidak tentang cerita pemandangan bawah laut The Great Barrier Reef yang masih kalah indah dibandingkan dengan Taman Nasional Wakatobi, juga tidak tentang mengayuh sepeda dari pasar Cebongan ke Warak. Semua cerita tadi akhirnya hanya diceritakan secara lisan saja kepada orang-orang yang tertimpa kemalangan karena duduk di depan saya dan harus mendengarkan saya ngoceh.

Mungkin karena saya lelah (kok ndak pernah lelah ngoceh ya?), atau memang sedang malas saja menulis. Semua itu akhirnya hanya tersimpan di ingatan saya yang sudah dari dulu memang lemah dan terserak di ingatan beberapa orang saja. Karena saya berkeyakinan selalu ada hal baik dari semua kejadian, perkara sepele dan ndak penting semacam jarang update blog begini juga ada berkahnya. Saya jadi punya bahan obrolan jika bertemu dengan kawan. “Ada cerita apa, blogmu sepi cerita”. Lantas, mengapa ini perlu?

Dua hari lagi akan ada kumpul-kumpul besar para blogger di Jakarta. Konon katanya laris manis, ada banyak yang akan datang nanti. Saya berencana untuk datang walaupun tampaknya akan terlambat. Kepada sang manusia kursi hajatan ini saya sudah berkabar, “dengan sangat menyesal, tampaknya saya tidak akan bisa mengikuti acara pidato-pidato”. Dia tidak berkeberatan, karena toh saya bukan salah satu orang yang akan memberikan pidato. Saya hanya ingin bertemu dengan banyak kawan yang sudah lama tidak saya jumpai, dan lantas bertukar cerita. Jika waktu yang tersedia di perhelatan besar itu belum cukup, masih ada warung seorang kawan yang ingin saya sambangi. Betapa sedapnya bertukar cerita sembari menyeruput wedang yang kata sang juragan warung akan diberikan gratis untuk saya. Sampeyan mau ikut? Saya ada banyak cerita.

Lantas itu foto koala di atas apa hubungannya dengan tulisan ini? … Ndak ada hubungannya.

Continue Reading 52 Comments

Turis Tahunan

Sejak awal bulan Oktober, beberapa teman SBI-InFo dari Bintan, Medan, Depok, Bogor dan Semarang sudah melaporkan kedatangan ribuan raptor menyerbu masuk wilayah udara Indonesia.

Ya, raptor adalah nama yang diberikan kepada kelompok burung pemangsa seperti elang dan alap-alap. Raptor tadi sebenarnya sedang dalam perjalanan musimannya dari Siberia di Russia sana, beberapa lagi berasal dari Jepang dan Cina.

Para raptor ini memiliki insting yang mendorong mereka untuk segera migrasi ke selatan meninggalkan tanah kelahirannya setiap saat musim gugur mulai melanda belahan bumi utara. Musim dingin yang datang setelah musim gugur menjadikan udara di sana amat dingin, sementara makanan para raptor menghilang, bersembunyi di lubang-lubang perlindungannya untuk memulai tidur panjang selama musim dingin. Insting ini memerintahkan mereka untuk terbang ke selatan ke tempat yang kaya makanan dan penuh kehangatan, ke Indonesia-lah tujuan mereka.

Continue Reading 54 Comments

Taplak

Begitulah, saya berada di kelas bisnis (mereka menyebutnya Executive Class) dalam penerbangan Denpasar ke Jogyakarta kemaren. Bukan soal besar dan tidak ada yang istimewa sebenarnya. Selayaknya pelayanan di kelas “lebih” begini, pada saat makanan akan disajikan, meja kecil itu diberi taplak, makanan dihidangkan di piring keramik dan minuman disajikan dalam wadah gelas (bukan plastik).

Continue Reading 41 Comments

Absurd

absurd.jpg

Ada banyak hal yang layak disimpan dalam ingatan dari kunjungan ke Yogja kemarin itu. Soal acara syukuran Cerpenista tidak usahlah lagi dibahas, jika sampeyan tertarik lihat saja di sini, sana dan situ … ah di sana juga ada. Mengapa suasana menyenangkan yang dilaporkan oleh tulisan-tulisan itu terjadi dan mengapa pula banyak orang dari tempat yang jauh lantas meluangkan waktunya untuk berkumpul, itulah soalnya.

Continue Reading 37 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru