Dec 18 2006 - 16:09
Ego saya yang sebesar gajah meteng ini perlu dipijeti agar selesa rasanya. Banyak yang nulis soal seleb blog tapi kok ndak ada yang nyebut selebnya siapa. Piye ki jal? Ya sudah, dari pada banyak yang bergunjing, nebak-nebak ndak karuan, saya ngaku saja. Selebnya itu saya.
Continue Reading
49 Comments
Dec 17 2006 - 01:48
Seorang kawan di Tokyo, sebut saja namanya Ninien, mengirimi saya tulisannya. Falcons will always come home, begitu judulnya. Kawan itu menulis bagaimana burung harus bermigrasi, pindah, ke tempat asing yang jauh dari rumah untuk tetap dapat bertahan hidup. Nyaman sekali tempat barunya itu, ada makanan berlimpah dan udara bersahabat. Lantas dia menganalogikan peristiwa tersebut dengan fenomena brain drain yang banyak terjadi.
Continue Reading
9 Comments
Dec 10 2006 - 11:26
Sampeyan tentu sering baca macam-macam keluhan soal penerbangan berongkos irit di koran, dari mulai soal keterlambatan, merasa ditelantarkan, barang bawaan hilang, atau yang lebih dahsyat pesawatnya mengalami kemalangan. Ndak ada yang baru dalam soal tersebut, murah kok protes. Dengan alasan untuk memenuhi rasa ingin tahu itulah, saya mencoba salah satu maskapai berbiaya irit tersebut untuk bepergian ke negara tetangga kali ini. Lagipula toh ini hanya penerbangan pendek saja dan ongkos pergi pulangnya lebih murah dari biaya fiskal.
Continue Reading
21 Comments
Dec 5 2006 - 02:36
Saya paling suka bau tanah sesudah hujan. Sering juga nongkrong di luar pada saat-saat sesudah hujan hanya untuk menghirup harum tanah itu. Jika sedang beruntung, makin bungah rasanya kalau lantas disuguhi pelangi, jembatan angkasa berwarna tujuh, yang biasa muncul sehabis hujan. Kumplit.
Entah berapa lagu yang sudah dibuat dengan inspirasi dari pelangi. Fenomena alam biasa sebetulnya, cahaya berwarna putih yang dibiaskan oleh butiran air yang tersisa di udara . Hasilnya ya tujuh warna itu, yang kalau di lagu anak-anak itu direduksi jadi tiga saja, merah kuning hijau di langit yang biru.
Continue Reading
15 Comments
Nov 26 2006 - 18:16
Seorang kawan berkata “aku mencintai dia Mas, sungguhan ini, aku nggak main-main“. Lantas dia bercerita tentang pria pujaannya itu, pria yang menurutnya penuh pengertian dan perhatian, baik hati, dan semua kualitas baik dari seorang manusia. Pria yang dipujanya setinggi langit itu juga mencintai dia, paling tidak begitu kata teman saya itu. Lha, kalo sudah cocok begitu apa lagi yang ditunggu? Tak mudah ternyata … teman saya yang sesenggukan sambil curhat soal pria pujaannya itu … juga pria.
Continue Reading
22 Comments