Dalam sebuah buku berjudul Guns, Germs and Steel karya Jared Diamond, yang sudah saya baca berulang-ulang, ada satu bagian yang menceritakan tentang hubungan antara manusia dan hewan peliharaannya, entah itu sebagai pet maupun sebagai hewan ternak. Hubungan yang diceritakan adalah tentang penyakit yang berasal dari hewan dan lantas menyerang manusia dan menjadi penyakit menular antar manusia. Jumlahnya banyak ternyata (banyak mengacu pada lebih dari lima, tanpa angka, karena saya tidak hafal), antara lain AIDS, flu burung, TBC, cacar air, pes, kolera (seperti saya katakan, banyak … lebih dari lima). Dalam buku tersebut, penulisnya ada bercerita seperti sebuah kejadian nyata.
Continue Reading
14 Comments
Sebuah tulisan lama yang saya terbitkan ulang dengan suntingan dan tambahan di sana-sini. Mudah-mudahan berguna.
Membongkar-bongkar arsip dan membaca tulisan-tulisan tentang kepunahan spesies membuat saya rajin menarik napas panjang, ada terlalu banyak cerita sedih di situ. Ini misalnya, tentang suatu tempat di negara tetangga, Philippina, dan tempat itu bernama Pulau Cebu. Awal ceritanya memang sudah sedih, bagaimana pulau yang sangat penting bagi upaya penyelamatan burung ini praktis diabaikan dari upaya pelestarian burung hanya karena sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang ahli ternama dan sangat dihormati yang dimuat di sebuah jurnal terkenal. Ahli ternama dan dihormati itu menulis pada tahun 1958 (diterbitkan tahun 1959) bahwa hutan di Pulau Cebu sudah habis tak bersisa, tak ada lagi harapan di pulau itu. Tulisan tersebut ternyata tidak seluruhnya benar dan pada saat kesalahan fatal tersebut disadari, semuanya sudah terlambat. Kesalahan besar tersebut diungkap dalam sebuah tulisan yang berjudul “Extinction by assumption; or, the Romeo Error on Cebu” yang diterbitkan pada tahun 1998.
Continue Reading
13 Comments

Acara tahunan Pesta Blogger untuk tahun 2010 sudah selesai. Empat kali saya mengikuti acara ini, sejak Pesta Blogger pertama. Buat saya tidak ada yang berubah, karena niat saya datang ya untuk bertemu kawan lama maupun baru, bekumpul, sesederhana itu saja. Jika saya mendapat manfaat lain dari acara tersebut, itu bonus, dan setiap tahun saya selalu dapat bonus itu.
Bonus saya tahun ini apa? Ada kebahagiaan luar biasa manakala saya menyaksikan para penggiat online bersama-sama menggalang bantuan untuk bencana alam. Ya … bersama-sama. Sekat kelompok jadi hilang. Di ujung sana saya melihat dua orang dari dua komunitas berbeda, yang baru sekali itu bertemu, bersama-sama menggalang dana. Di ujung lainnya, ada beberapa orang dari beberapa komunitas menghitung dana yang terkumpul bersama-sama.
Penggiat online mungkin tidak akan pernah berhimpun dalam satu komunitas, tetapi saya yakin mereka bisa bekerja sama. Bagi saya, kumpulan penggiat online itu seperti halnya jari-jari tangan. Biarkan jempol menjadi jempol, telunjuk menjadi telunjuk. Toh mereka bekerja sama dalam menggenggam pena, memegang cangkul, atau merengkuh saudaranya yang sedang bersedih.
Untuk semua, terima kasih atas kebahagiaan kemaren itu. Sampai jumpa di Pesta Blogger 2011.
Continue Reading
14 Comments
tanggal 5 April nanti, adalah hari ulang tahun perkawinan Rebecca Rolfe dengan John Rolfe yang ke 396. John Rolfe adalah petani tembakau asal Inggris dan petani pertama dari Virginia yang berhasil mengembangkan tanaman tembakau sebagai produk komersial. Tembakau yang kemudian dikenal sebagai tembakau Virginia yang tersohor itu. Lantas siapa pula Rebecca Rolfe? Ya dia istrinya John Rolfe. Tidak tersohor memang nama itu, tetapi itu bukan nama lahirnya. Perempuan bernama asli Matoaka ini mungkin lebih terkenal dari pada suaminya itu. Matoaka, sang perempuan Indian anak dari Wahunsenacawh kepala suku Powhatan itu juga dikenal dengan nama Pocahontas. Mestinya, banyak yang kenal dengan nama itu.
Kisah hidup Pocahontas memang penuh perdebatan. Kisah hidup yang ditulis di banyak buku bahkan dibuat film, termasuk film animasi oleh Disney, mengundang banyak keberatan. Cerita tersebut kebanyakan berasal dari cerita John Smith yang di banyak tulisan dan film digambarkan sebagai “kekasih” Pocahontas. John Smith sendiri menceritakan pengalamannya dengan Pocahontas lebih dari 17 tahun setelah kejadian tersebut lewat.
Continue Reading
24 Comments

Ada sebuah berita yang agak basi, tetapi tetap saja membuat saya gembira. Ini soal berita tentang “naik kelasnya” Garuda Indonesia. Garuda menjadi salah satu dari 29 (bukan 27 seperti yang dilansir oleh Garuda Magazine edisi Maret 2010) penerbangan di dunia yang oleh Skytrax diberi pengakuan sebagai perusahaan penerbangan berbintang empat. Sebagai salah satu pengguna yang sangat sering menggunakan jasa Garuda, saya menilai upaya keras dalam hal peningkatan layanan yang dilakukan Garuda patut diberi penghargaan ini. Mengangkat citra dari sebuah perusahaan penerbangan kelas abal-abal menjadi sebuah perusahaan penerbangan berkelas dunia bukanlah perkerjaan mudah. Saya sendiri pernah menanggapi niatan Garuda untuk menjadikan perusahaan penerbangan ini sebagai perusahaan penerbangan bintang empat dengan cibiran, dan saya salah. Lantas, mengapa pula saya mencibir?
Continue Reading
28 Comments