Jan 17 2008 - 11:35
Bagi kawan yang belum pernah ke Bandung dan lantas saya antarkan ke Bandung maka saya akan membawanya ke penanda Km 0 yang ada di Jalan Asia Afrika. Bagi saya, itulah penanda Bandung dan dari situlah Bandung yang kita kenal sekarang itu dimulai, lebih dari 197 tahun yang lalu.
“Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd” (ntar kalo saya balik ke sini lagi, udah ada kota di sini ya), begitu ujar Daendels pada saat ia menancapkan tongkat kayu di bantaran Sungai Cikapundung yang kemudian menjadi titik Km 0 Bandung.
Sejak tahun 2004, di belakang penanda Km 0 tersebut, berdiri MONUMEN KM BDG 0+00, di halaman kantor Bina Marga. Apakah kemudian penanda Km 0 penuh sejarah tersebut ramai dikunjungi orang? Ya tidak juga. Tempat itu hanya ramai dilalui orang saja.
Catatan: Belajar dari kesalahan masa lalu, saya ganti foto model. Terima kasih Tik.
Continue Reading
27 Comments
Jan 16 2008 - 22:55
Ini soal selera makan. Tempe melenyap, padahal saya suka tempe. Tetapi tulisan di spanduk yang terpampang di sebuah tempat makan di Jl. Terusan ABC, Bandung itu dapat membuat selera makan saya benar-benar hilang. Perihal nasi dan sop iga, saya itu sukanya nasi pulen dan sop iga empuk.
Continue Reading
26 Comments
Jan 8 2008 - 11:56
Dia selalu mengaku masih harus banting tulang, kerja keras bagai kuda di pabriknya. Ya begitulah resiko kalau memiliki kolam renang pribadi.
Foto oleh Didit. Model Matriphe dan Annots.
Continue Reading
25 Comments
Dec 31 2007 - 08:28
Ini hanya beberapa catatan kecil dibuang sayang dari acara jeng jeng kemarin itu. Tidak ada hubungan antara satu dengan lainnya.
Dalam berwisata sedapat mungkin saya menghindar untuk mendatangi tempat wisata yang sudah terkenal. Kalaupun akhirnya tempat terkenal itu didatangi, ya jangan pada hari libur. Sulit bagi saya menikmati objek wisata sembari umpel-umpelan atau diuber-uber pedagang asongan. Sulitnya mencari tempat parkir, pungutan ndak jelas, peturasan umum yang mengerikan kondisinya, atau pengeras suara yang mengganggu kenyamanan telinga, hanyalah beberapa dari banyak pengganggu kenyamanan berwisata.
Continue Reading
24 Comments
Dec 28 2007 - 11:42
Perkara makanan sekarang. Ini sulit. Saya tak pandai membahas soal makanan, tidak seperti Zam yang jeng jeng nya hendak saya tiru ini. Bagi saya, makan ya makan saja, lantas, ooo ini bisa dimakan, itu tidak. Maka, tinggal di Bogor yang diseraki begitu banyak jajanan (herannya, kok ya laku), tidak menjadikan saya seorang yang piawai dalam urusan menilai makanan.
Jadi, jeng jeng kemarin itu apa saja yang masuk perut? Banyak dan tidak semua sebetulnya layak untuk saya santap. Tidak semua akan saya ceritakan, yang berkesan saja.
Continue Reading
29 Comments