Jul 30 2007 - 09:12
Sepanjang perjalanan Jakarta – Tanjung Lesung pergi pulang, ada yang sangat mengganggu pemandangan alam sekitar. Di banyak tempat ada banyak menara. Tiga hingga empat menara, kadang lebih, bergerombol. Katanya itu menara untuk menyangkutkan peralatan Base Transceiver Station (BTS) bagi perusahaan jasa komunikasi nir-kabel.
Ada menara yang banyak diganduli alat, ada pula yang sepi. Kasihan juga perangkat BTS itu kalau hanya sendirian, ndak ada temannya di menara itu. Apa tidak bisa itu para perusahaan menggunakan menara secara bersama-sama? Apa sampeyan ada yang tahu?
Continue Reading
24 Comments
Jul 20 2007 - 09:00
Dalam bidang ilmu hayat ada dikenal spesies generalis dan spesies spesialis. Dikatakan generalis jika spesies tersebut mampu hidup di berbagai macam kondisi lingkungan dan/atau memiliki jenis makanan yang beragam. Dikatakan spesialis jika sebaliknya. Koala misalnya, adalah spesies hewan spesialis. Hewan ini praktis hanya menyantap daun eucalyptus. Pada ujung yang ekstrim, ada manusia yang bisa manggon nyaris di mana-mana dan segala macam disantap.
Dalam dunia kerja istilah spesialis dan generalis juga ada. Pada suatu ketika saya yang sebenarnya spesialis, pernah terpaksa berada pada posisi generalis. Entah karena saya seorang generalis yang trampil atau karena kantor saya dulu itu ingin melakukan penghematan, maka saya berada pada posisi tersebut agak lama.
Continue Reading
16 Comments
Jul 17 2007 - 12:20
Mengoleksi prangko, begitu salah satu kegemaran istri saya, selain kegemarannya yang lain seperti mengurusi saya. Saya sendiri kurang telaten dalam hal kumpul-mengumpul begini, tetapi saya bisa ikut menikmati hasil kumpulan istri saya yang ternyata beberapa dari prangko-prangkonya itu berharga lumayan tinggi. Salah satu prangko yang harganya tinggi itu konon kabarnya karena kelakuan saya.
Pada tahun 1994, ada diterbitkan sejumlah prangko dengan gambar satwa dan puspa daerah. Salah satunya yang diterbitkan adalah Serindit melayu, satwa untuk Propinsi Riau. Gambarnya sudah benar, walaupun dua ekor burung yang digambar pada prangko bernilai nominal Rp.150 itu jantan semua. Hanya saja, nama ilmiah yang dituliskan pada prangko itu salah. Tertulis Loriculus pusillus, semestinya Loriculus galgulus. Loriculus pusillus itu nama untuk Serindit jawa dan tidak ada di Riau. Lantas saya mengirim surat pembaca ke sebuah koran nasional. Surat dimuat, tak berapa lama, prangko tersebut ditarik dari peredaran dan harganya naik tinggi di kalangan kolektor.
Continue Reading
22 Comments
Jul 16 2007 - 06:49
Saya menyukai museum, bukan hanya karena saya seusia dengan barang-barang yang dipamerkan di sana tetapi saya seperti mendapat cerita setiap kali melihat barang-barang yang dipamerkan. Maka saya tidak menolak ketika istri saya mengajak saya mengunjungi Museum Nasional bersama kumpulannya itu, Sahabat Museum. Lagipula saat itu sedang ada pameran tentang Majapahit yang katanya bakal digelar hingga tanggal 22 Juli yang akan datang.
Soal bagaimana acara kumpul-kumpulnya, biarlah istri saya saja yang cerita. Saya sendiri lebih tertarik soal harga karcis masuk ke Museum Nasional. Untuk masuk ke Museum Nasional sampeyan bisa beli karcis ketengan, Rp.750 untuk dewasa dan Rp.250 untuk anak-anak. Lantas, jika berhasil membujuk orang sekampung untuk ikut berkunjung maka harganya menjadi Rp.250 untuk dewasa dan Rp.100 untuk anak-anak.
Continue Reading
19 Comments
Jul 12 2007 - 11:20
Membaca, betapa menyenangkan. Maka setumpuk buku dan surat kabar hari ini teronggok manis menunggu giliran untuk dijamah. Lha, kok soal pemanasan global lagi, es di kutub mencair lebih laju dari yang diduga, musim sudah nyempal dari kalender, ada peningkatan dahsyat gas-gas rumah kaca. Asap dan gas buangan industri dan buangan kendaraan bermotor punya kontribusi lumayan besar dalam hal ini, begitu katanya. Mau nyolot soal ini? Mbok ya ngaca dulu, wong saya itu masih lebih sering klayaban pakai kendaraan pribadi kok.
Continue Reading
12 Comments