
Jika kita bicara soal kepunahan mahluk hidup dari muka bumi akibat ulah manusia, maka nama burung Dodo selalu muncul. Dodo (Raphus cucullatus) adalah spesies burung yang tidak dapat terbang dan endemik Pulau Mauritius (di dunia, burung ini hanya ada di Pulau Mauritius). Dodo yang masih berkerabat dekat dengan merpati dan juga pemakan buah-buahan ini kemudian punah pada penghujung abad ke 17 (tahun pastinya tidak diketahui, mungkin antara tahun 1689 – 1693).
Continue Reading
25 Comments

Pada saat saya baru mulai mengamati burung, ada beberapa jenis burung yang karena seringnya dijumpai lantas dijuluki “burung sampah”. Salah satunya adalah Perenjak sayap-garis (Prinia familiaris) atau dikenal juga dengan nama Ciblek. Bagi saya, “burung sampah” satu ini punya nilai lebih … dia adalah burung yang gembira dan sekaligus berisik. Bagi saya sekarang, burung ini tidak lagi menjadi “burung sampah”, karena burung ini sudah mulai susah dijumpai di sekitar tempat tinggal saya sehingga keberisikannya menjadi pelepas rindu akan masa lalu. Konon kabarnya, jika ada perenjak berkicau riang di depan rumah, ada tamu yang berkunjung ke rumah. Siapa tamunya? Ya si perenjak itu.
Continue Reading
35 Comments

Ini sekelumit cerita tentang burung yang ukurannya sedang-sedang saja. Burung pemangsa (raptor) yang dikenal dengan berbagai nama seperti Elang-alap kawah, Hayabusa, Peregrine Falcon, Falco peregrinus. Nama panggilan boleh banyak, tetapi hanya satu hal yang terlintas di benak saya jika mendengar namanya … kecepatan. Binatang yang geraknya paling cepat di planet ini, dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 km per jam pada saat menukik untuk membunuh mangsanya di udara. Kecepatan yang cukup untuk sebuah pesawat jumbo jet Boeing 747-400 lepas landas.
Continue Reading
26 Comments

Yah, akhirnya menulis soal burung lagi. Lebih baik begitu, daripada dicaci maki Pitik terus-terusan. Saya tidak akan cerita burung yang susah lihatnya, yang gampang saja, ada di sekitar rumah dan sampeyan bisa melihatnya dengan mudah. Burung gereja. Umum, banyak di mana-mana dan sering diabaikan. Cari saja penelitian tentang burung ini di Indonesia, susahnya minta ampun. Beberapa tulisan di milis para pengamat burung juga hanya menyebut Burung gereja sambil lalu saja. Tidak mengundang diskusi yang hangat seperti ketika membicarakan Jalak bali atau Elang jawa.
Continue Reading
48 Comments
Aug 10 2007 - 17:03
Seribu Intan nomer 36
Nama ilmiah dari burung satu ini terasa agak berlebih-lebihan, Melanoperdix nigra. Melanoperdix berarti puyuh hitam, sementara nigra, ya hitam juga. Jika digabung menjadi puyuh hitam yang hitam. Lha …. kok sama dengan blue jeans biru. Lagi pula, yang hitam kumplit begini hanya burung jantannya saja, karena burung betinanya didominasi warna coklat dengan kaki berwarna biru muda. Seperti puyuh lainnya, Puyuh hitam juga termasuk burung pemalu. Dia akan lari terbirit-birit begitu mengetahui didekati manusia.
Continue Reading
6 Comments