1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for the ‘Seribu Intan’ Category

Puyuh hitam

Seribu Intan nomer 36

Nama ilmiah dari burung satu ini terasa agak berlebih-lebihan, Melanoperdix nigra. Melanoperdix berarti puyuh hitam, sementara nigra, ya hitam juga. Jika digabung menjadi puyuh hitam yang hitam. Lha …. kok sama dengan blue jeans biru. Lagi pula, yang hitam kumplit begini hanya burung jantannya saja, karena burung betinanya didominasi warna coklat dengan kaki berwarna biru muda. Seperti puyuh lainnya, Puyuh hitam juga termasuk burung pemalu. Dia akan lari terbirit-birit begitu mengetahui didekati manusia.

Continue Reading 7 Comments

Burung-madu sangihe

Seribu Intan nomer 35

Untuk mata belum terlatih, kadang hanya terlihat sekelebat saja, burung kecil berwarna gelap. Jika lantas dapat dilihat dengan menggunakan teropong dengan cahaya yang pas, burung gelap tadi tampak berwarna-warni didominasi warna kuning mulai dari kerongkongan hingga tunggir bawah. Lantas ada juga warna biru mengkilat, hijau di punggung yang juga mengkilat, dengan kekang berwarna merah bata. Paruhnya relatif panjang dan melengkung, pas untuk mengambil madu di bunga yang merupakan makanannya.

Continue Reading 11 Comments

Jalak putih

Seribu Intan nomer 34

Burung cantik keluarga Jalak yang berwarna putih dan hitam di bagian sayap serta ekor yang mirip dengan Jalak bali, hanya saja bagian sekitar matanya berwarna kuning, sementara pada Jalak bali bagian ini berwarna biru. Warna hitam pada sayap menjadikannya diberi nama Sturnus melanopterus dalam Bahasa Latin, Sturnus untuk Jalak dan melanopterus yang berarti bersayap hitam. Keelokan yang membawa petaka bagi burung ini, karena bagi banyak orang ia lantas layak untuk dijadikan sebagai burung kurungan.

Continue Reading 25 Comments

Raja-udang kalung-biru

Seribu Intan nomer 33

Raja-udang kalung-biru (Alcedo euryzona), sedang-sedang saja ukurannya (sekitar 20 cm). Hidupnya sangat bergantung akan keberadaan sungai dan hutan-hutan dataran rendah di pinggir sungai. Tercatat hidup di negara-negara Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei dan Indonesia. Di Indonesia sendiri burung ini dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Hanya saja, burung ini sudah sangat lama tidak lagi terlihat di Pulau Jawa. Mungkin saja ada hubungannya dengan semakin habisnya hutan-hutan dataran rendah di pinggir sungai di Pulau Jawa.

Continue Reading 6 Comments

Bubut jawa

Seribu Intan nomer 32

Ada cerita yang konon-konon begitu tetapi sadis. Carilah anak burung bubut yang baru menetas, patahkan kakinya, tinggalkan barang beberapa hari, datangi lagi, itu kakinya sudah sembuh, patahkan lagi. Ulangi beberapa kali, lantas bunuh burungnya, lalu rendam dalam ramuan. Manjur untuk obat patah tulang. Apa betul begitu, ya ndak tahu juga saya. Saya ndak tega untuk mencobanya.

Cerita kali ini adalah mengenai burung bubut yang hanya diketahui ada di Pulau Jawa, Bubut jawa namanya, Centropus nigrorufus. Ukurannya lumayan besar, 46 cm. Berwarna gelap, kepala, punggung, paruh, kaki serta ekornya berwarna hitam mengkilat, sayapnya coklat dan matanya merah menyala. Baunya juga khas, ndak enak gimana-gimana gitu.

Continue Reading 22 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru