Sikatan aceh

Seribu Intan nomer 26 Spesies burung yang satu ini mbingungi sebetulnya. Tidak hanya karena masih ada perdebatan tentang spesies apa ia sejatinya. Keputusan untuk lantas menganggap bahwa burung ini adalah spesies tersendiri praktis hanya didasarkan pada empat spesimen (awetan) burung ini. Saya sendiri belum pernah melihat burung hidupnya, hanya yang sudah dijadikan spesimen saja. Bisa […]

Celepuk jawa

Seribu Intan nomer 25 Mumpung soal-soal demit, hantu, masih laku keras di pasaran hiburan, kali ini saya ndobosnya tentang burung hantu saja lagi, celepuk tepatnya. Burung malam berukuran relatif kecil ini termasuk pendiam. Lha aktif malam-malam, di hutan-hutan gunung yang tinggi dan parahnya burung ini termasuk burung yang pendiam pula, susah liatnya. Tampangnya sih boleh […]

Kehicap biak

Seribu Intan nomer 24 Burung kecil (sekitar 17 cm) dan lincah menyergap serangga yang menjadi mangsanya di lapisan tengah dan bawah hutan. Burung jantan berwarna bulu cantik dengan mahkota, tenggorokan dan dada berwarna hitam yang kontras dengan warna kuning samar-samar di bagian belakang mata, perut, sayap dan ekornya. Burung yang di dunia hanya dapat dijumpai […]

Itik noso

Seribu Intan nomer 23 Itik pada umumnya hidup di dataran rendah yang hangat dan senang berendam-rendam di kolam atau sungai berair tenang. Ayem sekali hidupnya. Tetapi, tidak demikian dengan Itik noso (Salvadorina waigiuensis) yang justru merasa nyaman hidup di gunung-gunung hingga ketinggian lebih dari 4.000 meter, berendam di air-air danau yang dingin atau di sungai-sungai […]

Celepuk flores

Seribu Intan nomer 22 Namanya juga burung yang hanya aktif pada malam hari, kecil lagi ukurannya, hanya sejengkal tangan orang dewasa. Masih ditambah lagi dengan kebiasaannya yang nangkring di pohon-pohon tinggi di hutan-hutan pegunungan. Tidak heran juga kalau apa-apa tentang burung ini belum banyak diketahui. Burung yang susah sangat dilihatnya ini hanya terdapat di hutan-hutan […]