May 16 2007 - 11:32
Ini telepon genggam baru saja dinyalakan, langsung ada satu pesan masuk mengucapkan selamat datang di Philippina dan langsung ngajak mengadakan ritual pertemuan di tempat biasa. Don sang pengirim pesan adalah teman saya, tidak hanya di blog, juga di dunia nyata. Kami memiliki ritual pertemuan di kedai kopi sembari bertukar cerita dan mentertawakan diri sendiri. Ritual yang selalu kami lakukan, entah itu pada saat Don ke Indonesia, saya yang ke Philippina atau pada saat kami bertemu entah di mana. Ritual ngopi sambil gojek kere.
Dengan seorang teman lain saya juga punya ritual, yang juga masih berkaitan dengan makanan. Menyantap tiram mentah dan lantas berbual-bual sampai pagi sembari menghisap kretek tanpa filter.
Continue Reading
22 Comments
Mar 6 2007 - 15:55
Jaman sekarang jika seseorang dicalonkan menjadi pejabat publik maka sang calon lantas dimintai untuk mengemukakan apa-apa yang hendak dikerjakannnya. Pada saat sang calon akhirnya terpilih, adalah lazim jika kemudian ia menegaskan kembali apa-apa yang akan dilakukannya demi kemakmuran dan kemajuan negeri.
Pada suatu masa yang telah lama lewat, tersebutlah sebuah kerajaan besar yang berpusat di Jawa Timur. Majapahit namanya. Pada tahun 1334 Patih Amangkubhumi Arya Tadah yang sudah sepuh dan sakit-sakitan digantikan oleh seorang perwira muda yang sedang naik daun, Gajah Mada.
Continue Reading
19 Comments
Feb 21 2007 - 14:02
Dubur berasa tak nyaman, gatal-gatal gimana gitu, mengundang jari-jari untuk menggaruk. Muka pucat, badan lesu, kurang darah, padahal makanan yang disantap bergizi baik dengan porsi yang cukup. Lha, yang begini ini termasuk tanda-tanda cacingan. Ingin lebih pasti mengapa itu terjadi, silahkan memeriksakan diri. Tidak usahlah merasa malu jika ternyata hasilnya sampeyan itu cacingan. Konon kabarnya lebih dari 60-70% masyarakat Indonesia itu secara sadar ataupun tidak “memelihara” cacing di saluran pencernaannya. Itu artinya, cacingan itu ya umum saja.
Continue Reading
31 Comments
Jan 14 2007 - 22:32
Sejak tahun-tahun akhir jaman mahasiswa dahulu saya jarang sekali berpangkas di kedai pangkas. Biasanya yang memangkas rambut saya jika sudah mulai seperti mayang terurai itu ya teman-teman saja, dan sejak menikah, istri saya yang melakukannya. Soal kenyamanan dan kemudahan saja sebenarnya. Pada saat saya tinggal di Inggris dan lalu Jepang, masalahnya bertambah, soal mahalnya pangkas di kedai pangkas. Selain potongan masa kini juga tidak cocok dengan selera, saya memang berselera kuno.
Continue Reading
23 Comments
Dec 21 2006 - 00:03
Kawan Kaipang Kulon bertanya-tanya soal spesies (pada komentar di tulisan ini). Lha kok pertanyaannya banyak, ini namanya memaksa saya buat nulis secara pro-bono (prei-bondo). Tetapi sebagai seleb blog beraura welas asih, baik budi, tidak sombong dan tidak kikir, saya penuhi permintaan kawan satu ini dengan senang hati. Hanya saja, jamannya saya dulu dikuliahi soal spesies, saya itu lebih banyak tidurnya, maka harus maklum jika ternyata isinya hanya ndobos semata.
Continue Reading
11 Comments