
Dunia adalah panggung sandiwara, begitu ujar sebuah lagu lawas yang digubah oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Ada banyak pelantun lagu yang menyanyikannya, sebut saja nama seperti si kribo Ahmad Albar dengan God Bless-nya atau si madu – si ndok ceplok – si batu batere teteh Nicky Astria. Lagu yang menurut saya tidak tuntas sebetulnya. Lirik lagunya ada menyisakan pertanyaan “Mengapa kita bersandiwara”.
Continue Reading
29 Comments

Imajinasi liar, warna-warni cerah dan menusuk, penuh damai dan cinta kasih, dengan segerobak kejutan di pengkolan, benar-benar sebuah hidup yang berwarna bagi insan muda di tahun lawas. Dunia warna-warni begini memang sudah lama berselang, tetapi toh masih mampu mengundang rindu untuk kembali diakrabi walaupun barang sejenak.
Cabikan senar gitar Jimi Hendrix dari masa penuh warna itu, masih juga digandrungi remaja tanggung dari generasi global. Bahkan film-film bernuansa masa itu juga tak sepi penonton, semisal film-film Austin Powers yang berdialog nakal itu …. ooooh, behave.
Tidak mengapalah masa yang sudah lama lewat itu dikenang sesekali. Bukan untuk bergenit-genit, hanya sejenak untuk melupakan penat kerja dan keusilan lingkungan. Jika lantas aksi mereka mampu menghibur yang tak hadir di pesta, anggap saja itu merupakan buah cinta kasih yang merupakan ciri generasi lawas itu.
Ooo … Groovy baby
Foto dikirim oleh penggemar rahasia.
Continue Reading
73 Comments

Misal kata anda memenangkan mobil dari hasil undian, atau anda memenangkan sebuah telepon genggam canggih alang kepalang. Lantas jingkrak-jingkrak girang alang kepalang. Ya wajar-wajar saja. Anugerah tak seharusnya ditampik, perkara nanti itu anugerah lantas bikin gerah itu soal lain. Anugerah kok bisa bikin gerah?
Continue Reading
70 Comments

Saya tidak menyebutnya kopdar blogger, walaupun semua yang berkumpul kemarin itu punya blog. Bagi saya, acara kemarin itu adalah acara pertemuan keluarga. Awalnya adalah keinginan untuk jalan-jalan kuliner di Bogor, menemani Zammy yang selalu lapar itu. Mungkin dia masih dalam masa pertumbuhan dan sedang beranjak dewasa, hormonnya sedang menggelegak.
Pada akhirnya “keluarga saya” menghabiskan Jumat malam, sepanjang hari Sabtu dan separuh hari Minggu untuk bertukar cerita, bersantap, saling menggoda, memadu kasih, sembari merayakan ulang tahun perempuan tercinta saya itu.
Continue Reading
62 Comments

Ada barang yang sudah lama tak saya lihat di sebuah pasar di Bau-Bau, Buton. Barang itu adalah serit atau suri kerep atau sisir Kutu rambut. Sisir bergigi amat rapat yang mampu mengangkat Kutu rambut (Pediculus humanus captitis) dan telurnya dari rambut dan kulit kepala. Serangga renik, tak bersayap dan penghisap darah satu ini kabarnya bisa menimbulkan rasa gatal yang dahsyat di kulit kepala. Sungguh mengganggu. Maka di sebuah komunitas yang dihantam hama Kutu rambut begini, kerap kita jumpai aktivitas orang-orang saling membersihkan Kutu rambut dari kepala (petanan), sembari bertukar berita menjalin keakraban, dengan alat bantu utama serit itu tadi.
Continue Reading
70 Comments