1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Mertua

Mertua. Sebuah kata yang nyaris sakral dan diucap dengan penuh hormat dalam setiap kesempatan. Beberapa iklan di televisi mencitrakan Ibu mertua sebagai sosok yang mesti ditakuti dan dituruti segala maunya oleh menantunya (terutama yang perempuan). Dalam iklan-iklan tersebut sang menantu (perempuan) dianggap lulus dalam urusan domestik (memasak dan mencuci) jika Ibu mertua sudah menyunggingkan senyum kikir sambil mengangguk-angguk dan melihat dari sudut mata karena kecemerlangan cucian dan kelezatan masakan. Soal sabun cucinya lantas merusak lingkungan atau masakannya digelontor MSG, itu urusan lain.

Continue Reading 34 Comments

Liburan Selesai

Setahun yang lalu, akhir Januari 2007 saya meninggalkan Tokyo, kembali ke Bogor, kembali berkumpul bersama-sama keluarga. Lantas, ada rencana jumawa, mau libur selama setahun. Tidak sepenuhnya terpenuhi itu mau, ada saja sontoloyo tak kuasa menahan iri hati melihat saya leyeh-leyeh. Semprulnya saya, tawaran dari para sontoloyo tersebut, yang memang harus diakui menggoda, lantas diambil juga. Begitulah, setahun saya jadi gelandangan dan gelandangan proyek.

Lantas, masa suka-suka itu harus diakhiri. Saya harus mulai bekerja kembali. Begitulah sebabnya mengapa saya sekarang terdampar di Bali, dan bukan di Surabaya seperti kabar di sini ……guk!!

Bali, tempat yang identik dengan liburan. Harus saya akui, ada rasa agak aneh. Ke Bali kok kerja, mestinya ya liburan.

Continue Reading 37 Comments

16

nikah.jpg

Gyahahahaha …. Neng, itu foto 16 tahun yang lalu. Lha waktu itu, kita itu nikah atau mau main ketoprak ya?

Ibu mertuamu kan dulu bilang, yang namanya ulang tahun perkawinan itu sepatutnya dirayakan, penuh perjuangan katanya. Sementara ulang tahun kelahiran, hanya terima jadi saja. Jadi …. mari kita rayakan, berempat saja, bersama anak-anak. Sepertinya kehadiran kamu dan anak-anak akan selalu menjadi hadiah ulang tahunku yang terbaik deh. Saya hanya bisa bilang, terima kasih karena kamu sudah mendampingi saya sampai sekarang.

Continue Reading 70 Comments

Kasihan

+ : Jakarta banjir lagi

-  : Lha terus kenapa?

+ : Ya kasihan orang-orang di Jakarta, kok kenapa?!

-  : Untuk mengasihani orang-orang di Jakarta itu, ndak perlu banjir.

Continue Reading 44 Comments

Giliran Goyang Loyo

gigolo1.jpg

Penghargaan untuk kejelian harus diberikan kepada Zam sang raja jeng jeng. Demikian pula dengan kecepatannya memotret. Gambar tempel bertuliskan GIGOLO yang ternyata merupakan singkatan dari Giliran Goyang Loyo itu terpampang di bagian depan sepeda motor, lengkap dengan gambar perempuan berkutang merah jambu yang serasi dengan warna rambutnya. Saya mengira itu gambar Little Mermaid. Entah kenapa gigolo gambarnya kok perempuan.

Gigolo, pekerja seks komersial berjenis kelamin laki-laki, boleh jadi tak setenar rekannya yang berjenis kelamin perempuan. Toh masih banyak yang berpandangan bahwa pekerja seks itu ya hanya perempuan dan laki-laki itu hanya pengguna.

Bukaaaaaaan, saya tidak menawarkan dagangan. Perkara begini Pak Kolonel Pitu lebih tahu dan saudara Pitik serta Endik lebih selidik.

Foto oleh Zam.

Continue Reading 27 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru