1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Tiga Belas

gwbgtgtl.jpgSudah hujan, becek, nggak ada ojek betul-betul terjadi. Ketika ojek di dapat, harus pakai acara akrobat segala, jatuh karena ojek kejeblos lubang. Itu salah satu cerita yang masih bisa membuat saya dan istri tertawa geli kalau mengingat proses kelahiran Ghilman, anak kami paling kecil.

Tidak seperti kelahiran Adri, kakaknya, yang saya tunggui (saya yang memegangnya ketika dia lahir), Ghilman lahir ketika saya sedang membunuh rasa lapar di warung sebelah rumah sakit. Urusan perut memang bikin repot, lha wong negara saja bisa morat-marit karena urusan yang satu ini kok. Entah bagaimana prosesnya. Ibunya bilang, cepat sekali bahkan nyaris tidak merasakan apa-apa. Sungsang katanya dan ukuran tubuh serta berat badannya sedikit lebih besar dari Adri ketika lahir. Sekarang, terbalik.

Continue Reading 30 Comments

Menertawakan Kesialan

One does not forget how to swim, or ride a bike. Sekali bisa berenang atau naik sepeda, tak akan pernah lupa. Ndobos!!!

Beberapa belas tahun yang lalu, pada saat saya masih yayang-yayangan (sekarang yayang beneran) sama perempuan yang akhirnya menjadi istri saya itu, kegesitan saya mengendarai stang lurus (sepeda motor) memang tak layak puji, gesit standard lah. Entah berapa kali itu dengkulnya terantuk tonggak besi yang dijadikan saringan mobil di ujung sebuah jalan di Bandung.

Continue Reading 19 Comments

Urat Budak

minum.jpg

Namanya juga pegawai baru, maka pertanyaan baik yang terucap maupun tidak ya masih sering muncul. Apa ini? Lho, kok begini? Kok bisa? Penyesuaian diri memang perlu waktu. Sejauh ini, baik-baik saja sebetulnya. Teman-teman di kantor baru juga dengan sabar menjawab pertanyaan saya yang ngeyel dan ngeselin yang saya kemas dengan nama penyesuaian diri itu tadi.

Ada satu hal yang kelihatannya sepele, dan mestinya dengan cepat bisa saya atasi, adalah soal dilayani. Saban pagi, begitu saya memasuki ruang kerja saya, sudah tersedia segelas air putih (dingin) dan secangkir kopi (panas). Saya sempat protes halus kepada teman sekerja saya sang office boy itu. “Mas, ndak usah dibuatkan, biar nanti saya bikin sendiri saja di dapur”. Teman itu dengan sopan menjawab “Jangan Pak, ini tugas saya”. Lantas saya mencoba berdamai dengan rasa tidak nyaman itu.

Continue Reading 34 Comments

Kantung Semar

nepenthes_hamata.jpg

Tanaman pemakan daging, begitu dulu saya diberi tahu perkara kantung semar. Lama kemudian baru saya sempat melihat sang pemakan daging di hutan Kalimantan. Wujudnya tidak seram seperti julukannya, terlihat cantik malah. Tak heran jika kemudian kantung semar ini lantas menjadi koleksi tanaman hias berharga puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Bagi yang senang, kantung semar adalah tumbuhan yang cantik, menarik, menawan hati, walaupun namanya bukan Diana si putri paman petani. Tetapi di balik kecantikannya, kantung semar hidup di lingkungan penuh derita. Dia tumbuh di tanah yang miskin hara dan/atau tanah yang terlalu asam.

Continue Reading 57 Comments

Karya Para Burung Hantu

satu.jpg

Ya, kemarin itu Gage ada berkunjung ke tempat saya, tetapi bukan untuk cengengesan atau jemur-jemur. Lha wong orang itu apa yang mau dijemur? Kalau ikan asin sih dijemur laku, sementara Gage itu jika dijemur apa ndak semakin jomblo? Singkatnya, Gage berkunjung untuk saya perhamba.

Continue Reading 51 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru