1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Menjiplak

Saya ada melakukan copy paste sebuah tulisan, tanpa mencantumkan sumbernya sama sekali. “Tulisan saya” yang ini mulai dari paragraf tiga hingga selesai saya ambil dari sini. Hanya saya rubah sedikiiiiiiiit sekali. Lantas bagaimana nasib saya dan blog saya setelah melakukan hal tersebut? Diganyang habiskah?

“Kita hidup di belantara teks,” begitu kata Paman Kemplu, dan saya ingin membuktikannya. Seperti halnya ada banyak pohon di hutan belantara, maka ada banyak tulisan di blog. Saya ragu apakah kita ingat apa yang pernah kita baca? Seberapa lama tulisan dalam sebuah blog menempel diingatan?

Continue Reading 40 Comments

15

Setahun yang lalu dia ada bertanya begini, “Jadi Bapak nanti gak ada lagi pas aku ulang tahun?”. Saya ndak menjawab, sebagian karena dia sudah tahu jawabannya dan sebagian lagi karena saya memang kehilangan kata-kata. Dia menggunakan kata “lagi”. Huh … Bapak macam apa!!! Saya ada menuliskannya di sini. Tetapi itu setahun yang lalu.

Hari ini Mas berumur lima belas tahun, dan saya ada bersama dia. Senang sekali, walaupun tidak ada acara tiup lilin atau potong kueh ulang tahun. Nyaris seperti hari-hari biasa saja, kecuali kami sekeluarga menyempatkan diri untuk makan di luar di tempat yang dipilih adiknya (yang ogah rugi itu).

Continue Reading 32 Comments

Hujan

Sudah cukup lama (menurut ukuran saya) tidak ada posting baru di blog ini. Pada suatu ketika dahulu ndoro juragan pernah berkata, yang namanya current issue itu ya bisa apa saja, dari mulai saya disambar pit pancal sampai saya dibetot jadi saksi pernikahan maya di dunia maya. Semua bisa ditulis, perkara apakah itu layak tulis (dan layak baca) itu soal selera.

Sebegitu sibuknyakah saya? Ah ya tidak juga, kalaupun hendak dikatakan sibuk paling ya hanya sibuk nyampah di Jaiku, itu saja. Lantas kembali ke current issue, apa yang lagi memenuhi kepala saya. Hujan …..

Continue Reading 32 Comments

Jangan Cepat Besar ya Nak

Entah mengapa nona banget memilih lokasi berfoto bersama brondongnya di bawah papan bertuliskan “Brownies Bogor, Lezatnya Bikin Ketagihan”. Kata Brownies sendiri bisa berarti banyak, salah satunya adalah nama kudapan yang saya suka. Baik yang dipanggang hingga nyaris kering ataupun yang dikukus nyemek-nyemek begitu. Sementara itu, pada KamusMalesbanget, kata brownies salah satunya diartikan begini “brownies. brondong manis. utk lawan jenis yg lebih muda”. Lengkap dengan contoh kalimat “eh bo,denger2 ade kelas yg baru bnyk bronis”.

Jaman dahulu untuk penggemar lawan jenis yang lebih muda dilabeli sebagai penyuka daun muda atau batang muda. Penyukanya sendiri dilabeli sebagai om senang atau tante girang. Semua berkonotasi negatif. Saya sendiri tak setuju, toh hubungan antar dua manusia berbeda umur lumayan jauh begini tidak mesti negatif. Tanyakan saja pada mbakyu penari yang memiliki Pak Uban.

Continue Reading 42 Comments

Menyeberang

nyebrang.jpg

Entah sudah ada berapa nasehat yang pernah mampir ke kuping saya perkara menyeberangi jalan. Tengok kanan-kiri sebelum menyebrang, menyeberanglah pada tempatnya, dan sebangsa itulah. Lantas kemarin itu, paman kemplu ada menggombal perkara jalanan Jakarta yang dirancang untuk kaum berkendaraan bermotor, pengguna jalan lain bertenaga kaki silahkan minggir. Lalu ada opini tanpa penelitian seksama dari saya, kota macam Jakarta itu dipenuhi oleh pengemudi kendaraan bermotor yang ganas bahkan sering tuna tata krama. Kesimpulannya adalah: menyeberangi jalan di Jakarta bukan perkara mudah, maka jika fasilitas untuk menyebrangi jalan tersedia tetapi sampeyan enggan memakai, jangan memaki jika ditabrak apalagi lantas minta santunan.

Continue Reading 23 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru