Nov 3 2007 - 00:25
Entah mengapa nona banget memilih lokasi berfoto bersama brondongnya di bawah papan bertuliskan “Brownies Bogor, Lezatnya Bikin Ketagihan”. Kata Brownies sendiri bisa berarti banyak, salah satunya adalah nama kudapan yang saya suka. Baik yang dipanggang hingga nyaris kering ataupun yang dikukus nyemek-nyemek begitu. Sementara itu, pada KamusMalesbanget, kata brownies salah satunya diartikan begini “brownies. brondong manis. utk lawan jenis yg lebih muda”. Lengkap dengan contoh kalimat “eh bo,denger2 ade kelas yg baru bnyk bronis”.
Jaman dahulu untuk penggemar lawan jenis yang lebih muda dilabeli sebagai penyuka daun muda atau batang muda. Penyukanya sendiri dilabeli sebagai om senang atau tante girang. Semua berkonotasi negatif. Saya sendiri tak setuju, toh hubungan antar dua manusia berbeda umur lumayan jauh begini tidak mesti negatif. Tanyakan saja pada mbakyu penari yang memiliki Pak Uban.
Continue Reading
42 Comments
Nov 2 2007 - 10:11
Entah sudah ada berapa nasehat yang pernah mampir ke kuping saya perkara menyeberangi jalan. Tengok kanan-kiri sebelum menyebrang, menyeberanglah pada tempatnya, dan sebangsa itulah. Lantas kemarin itu, paman kemplu ada menggombal perkara jalanan Jakarta yang dirancang untuk kaum berkendaraan bermotor, pengguna jalan lain bertenaga kaki silahkan minggir. Lalu ada opini tanpa penelitian seksama dari saya, kota macam Jakarta itu dipenuhi oleh pengemudi kendaraan bermotor yang ganas bahkan sering tuna tata krama. Kesimpulannya adalah: menyeberangi jalan di Jakarta bukan perkara mudah, maka jika fasilitas untuk menyebrangi jalan tersedia tetapi sampeyan enggan memakai, jangan memaki jika ditabrak apalagi lantas minta santunan.
Continue Reading
23 Comments
Nov 1 2007 - 16:03
Jaman masih di sekolah dasar dahulu, guru ilmu bumi saya berkata “pokoknya nama bulan yang berakhiran -ber, itu mesti musim hujan” …. jembatan keledai. Jika berbicara perkara musim yang berkaitan dengan iklim, maka Indonesia punya dua, musim hujan dan musim kering. Sementara negara-negara yang terletak di antara Tropic of Cancer hingga Kutub Utara dan Tropic of Capricorn hingga ke Kutub Selatan memiliki empat musim. Musim semi, panas, gugur dan dingin.
Lantas saya menemukan pengumuman yang dipasang di sebuah toko di Bogor seperti foto di samping ini, mereka menjual pakaian musim dingin. Terus kenapa? Salah? ya tidak, toh pada saat ini ada saja orang Indonesia yang hendak bepergian ke negara-negara di Utara yang sebentar lagi secara remi memasuki musim dingin. Salah kostum berujung penderitaan. Orang Indonesia yang menderita di luar negeri bisa jadi berita heboh.
Continue Reading
22 Comments
Oct 29 2007 - 21:23
Naik kereta listrik dimulai lagi, paling tidak dua kali sehari setiap hari kerja. Melanjutkan ritual harian yang sempat terhenti jaman saya masih di Tokyo, hanya saja kali ini rutenya Bogor – Jakarta pergi pulang. Walau berbeda lokasi, gerbong keretanya sendiri mengingatkan saya pada Jepang. Lha ya maklum, wong gerbong bekas sepur Jepang kok. Malah masih ditempeli pernak-pernik dengan tulisan kanji segala dan yang bikin geli, itu pemanas ruang gerbong di bawah kursi ya masih menempel.
Lantas ini nulis perkara kereta listrik ada apa? Apa mau misuh-misuh gara-gara tadi pagi Bogor – Jakarta ditempuh dalam waktu lima jam? Atau karena perkara jadwal yang ndak pernah tepat? Ah, ya tidak juga. Kalau ada yang hendak membandingkan pelayanan angkutan kereta listrik antara Indonesia dengan Jepang, maka saya hanya bisa komentar ….. hayaaaaaah.
Continue Reading
26 Comments
Oct 28 2007 - 01:55
Saya girang, bungah, bersuka cita ketika dalam Pesta Blogger 2007 kemarin itu akhirnya saya bisa bertemu dengan Mas Iman, Pakdhe Rovicky dan teman-teman dari Merdeka. Kurang dari sehari sebelumnya, saya sangat girang karena akhirnya saya dapat mengunjungi tempat berkumpulnya teman-teman dari komunitas BHI dalam rangka Muktamar Blogger. Di balik tulisan-tulisan itu, ada pribadi-pribadi ramah yang bisa membuat saya merasa sangat nyaman berada di dekat mereka.
Akan tetapi, jika ada yang membuat semua kegembiraan itu menjadi lengkap berbuncah-buncah adalah kabar gembira dari hasil kegiatan Bloggers for Bangsari, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberi jalan bagi anak-anak di Desa Bangsari untuk bisa bersekolah. Dalam dua hari, di kegiatan Mukatamar dan Pesta blogger tersebut, ada lebih dari Rp. 7 juta yang berhasil dikumpulkan dari para blogger yang menghadiri acara-acara tersebut.
Lho Rp.7 juta itu banyak to? Buat saya ini bukanlah perkara jumlah. Ini perkara ketulusan hati, karena saya kok yakin sangat, para penyumbang itu, ya para blogger itu, memberikannya dengan hati yang tulus dan niat yang baik. Kemeriahan pesta, keriangan Muktamar, tidak membuat para blogger lupa bahwa ada hal lain yang memang perlu dilakukan.
Pesta sudah usai, Muktamar sudah bubar, tetapi saya amat sangat berharap kegiatan semacam Bloggers for Bangsari masih terus dilakukan. Ada banyak anak-anak Indonesia yang perlu bantuan untuk terus bersekolah, dan saya yakin blogger Indonesia bisa berbuat sesuatu untuk membantu mereka. Ketulusan dan niat baik toh memang selayaknya jalan terus. Suara baru Indonesia tak hanya bisa bersuara ternyata, para penyuaranya tak hanya bisa cengengesan atau ha ha hi hi di depan komputer, mereka juga bisa melakukan aksi …. weeeeh jan aksi tenan.
Continue Reading
34 Comments