1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Expatriate

“Wehehe sampeyan jadi ekspat enak betul, gajinya mesti gede ya dan fasilitasnya whuih whuih”. Begitu omongan yang sering saya dengar. Ekspat yang dimaksud adalah expatriate, orang yang tinggal di suatu negara yang bukan negaranya secara sementara atau tetap. Beda dengan imigran yang lantas meninggalkan kewarganegaraannya dan menggantinya dengan kewarganegaraan baru tempatnya tinggal, ekspat tidaklah demikian. Di Indoneia ada banyak ekspat yang menikah dengan orang Indonesia, tetapi biasanya mereka tidak mengganti kewarganegaraannya.

Kembali ke soal gaji besar (dibandingkan dengan pekerja lokal) dan fasilitas whuih whuih, di Indonesia yang tampak adalah demikian. Walaupun hal tersebut tidak selalu benar. Seorang kawan yang berstatus ekspat toh ada yang digaji sama dengan pegawai Indonesia dan saya yakin dia bukan satu-satunya ekspat yang begitu. Hanya saja umumnya memang ekspat menerima lebih dibandingkan dengan pegawai Indonesia pada tingkat yang sama.

Continue Reading 15 Comments

50 Tahun

Pada tanggal 4 Oktober 50 tahun yang lalu, begitu tanggal resminya, roket R-7 Semmyorka milik Uni Soviet mengangkasa dari sebuah tempat di Kazakhstan yang nantinya dikenal sebagai Baikonur Cosmodrome. Roket yang meluncur pada jam 01:28:34, 5 Oktober 1957 waktu setempat tersebut membawa muatan berbentuk bola “berkumis” empat seberat 80-an kilogram, yang diberi nama Sputnik 1. Itulah satelit buatan manusia pertama yang mengorbit bumi.

Sputnik 1 bukan merupakan benda buatan manusia pertama yang meluncur ke ruang angkasa. Benda pertama itu adalah Roket V2 yang diluncurkan pada tahun 1944 di Jerman. Tetapi keberhasilan Sputnik 1 mengorbit bumi menjadi pembuka sebuah era baru dalam sejarah manusia. Era penjelajahan ruang angkasa.

Continue Reading 8 Comments

Cermin Mata-Mata

Entah kenapa itu barang dinamai kaca spion. Benda itu bukan kaca, tetapi cermin. Lantas spion itu maksudnya apa? mata-mata? (dari Bahasa Belanda: Spion), tetapi dalam Bahasa Belanda benda ini disebut zijspiegel. Ubah saja namanya menjadi cermin mata-mata? Ah sudahlah, mau-maunya orang banyak sajalah.

Lantas perkara apa saya kok nyimut tanya-tanya soal kaca spion. Itu lho, saya kok ndak habis heran dengan para pengendara sepeda motor yang walaupun sepeda motornya dilengkapi dengan kaca spion toh masih harus menengok ke belakang untuk melihat apakah ada kendaraan lain di belakangnya sebelum berbelok atau memotong jalur. Lha kok ndak lihat saja di kaca spion, lirik-lirik manja sedikit gitu lho.

Continue Reading 25 Comments

Dengar-Dengar Sepertinya

Dengar-dengar kamu itu sontoloyo, pekok dan katanya ndak mutu. Kayaknya kamu juga bodo. Apalagi kalau melihat gaya sisiranmu itu sepertinya kamu ndak berpikiran maju, saya jadi curiga kamu itu sepertinya akan mencari keuntungan pribadi saja, iya kan? Konon orang sepertimu ini adalah biang onar, dan rasa-rasanya tidak bisa dipercaya. Apalagi kelihatannya kamu tidak pernah keluar rumah. Dasar cocomeo. Makanya gaul, gaul, gaul! Jangan beraninya ramah sama ngelucu di depan komputer doang. Sana pulang! (3 kalimat terakhir, saya ambil dari paman kemplu di sini).

Dengar-dengar, katanya, kayaknya, sepertinya, jadi curiga, konon, rasa-rasanya, kelihatannya. Lha kok saya masih banyak memakai kata-kata itu pada tulisan-tulisan saya ya? Jangan-jangan ….

Continue Reading 19 Comments

Mencatut Identitas

Sampeyan pernah dengar kisah di mana ada orang yang memakai nama pesohor untuk mencapai tujuannya? Misalnya dia bilang begini “Saya ini saudara sepupu tiri dari tetangganya pesohor itu”.

Dalam situasi dan waktu yang berbeda, saya pernah berjalan-jalan dengan Bapak saya di sebuah pertokoan di Palembang. Ada pedagang kain yang lantas menawarkan barang dagangannya secara gigih ke Bapak saya itu. Menyadari upayanya sia-sia, dia lantas mengeluarkan jurus “Pak, kain ini dipake juga sama Benyamin lho”. Entah Benyamin siapa yang dimaksud, tetapi mestinya yang dimaksud Benyamin orang terkenal itu. Bapak saya lantas menjawab “Saya bukan Benyamin”.

Intinya adalah, para pesohor itu identitasnya sering dipakai untuk meyakinkan orang lain. Begitulah rupanya, upaya keras saya untuk meyakinkan orang bahwa saya itu seleb (pesohor) tidak sia-sia. Begini kisahnya.

Continue Reading 28 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru