1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Musim Bingung

Si Mas sudah lulus SMP sedangkan si Adik sudah lulus SD, lantas datanglah kebingungan musiman itu, saat masa liburan panjang sekolah. Mau dibawa atau “dibuang” ke mana ini anak-anak. Dikurung di rumah saja? saya kok masih punya belas kasihan. Maka mulailah sang Ibu sibuk menyusun acara liburan untuk mereka, sang Ayah terima jadi seperti biasa.

Akhir pekan kemarin itu, setelah menculik anaknya simbok, kami menghabiskan waktu di tempatnya Paklik Baba (foto di atas). Lantas ada pula rencana untuk menyambangi tempatnya Bude Impu. Terpikirkan juga untuk menyambangi tempatnya Pakde Lody atau tempatnya Ndoro Bedhes biasa tertirah. Hanya saja kok semua itu temanya sama ya? pentalitan di alam terbuka. Mungkin belajar membatik di museum batik patut dicoba. Atau, pergi saja ke Bali, sekalian mengunjungi Buliknya anak-anak itu. Banyak pilihan sebetulnya, lantas masalahnya apa?

Mungkin masalah terbesar justru ada di orang tua. Sedang tidak libur kerja, sibuk pula. Atau mungkin juga pilihan-pilihan yang ada tidak berkenan di hati dan/atau di saku orang tua, walaupun sangat berkenan di hati sang anak. Melepas sang anak untuk menikmati liburannya sendiri saja tanpa orang tua? Mungkin anaknya ya senang-senang saja, atau malah makin senang. Tetapi apakah orang tuanya siap ditinggal pergi oleh anak? Coba tanyakan pada Paman Kemplu.

Continue Reading 10 Comments

Salju, Fettucini dan Sate

Saya teringat akan salju. Iya …. salju, bukan es, dua benda yang berbeda dan keduanya memancing reaksi yang berbeda pula. Saya ingat, jika salju turun, saya menghambur keluar rumah, jingkrak-jingkrak seperti anak kecil. Walaupun ujung-ujungnya mengumpat dahsyat jika lapisan salju tebal lantas menutupi pintu di depan rumah. Sementara, jika es yang datang dari langit, saya ngumpet sembari was was akan nasib genteng dan kaca jendela.

Kecuali di Papua, rasanya tidak ada salju di Indonesia. Entah datang dari mana kata “salju” itu di Bahasa Indonesia. Menurut Wikipedia kata salju berasal dari Bahasa Arab, tsalji. Dalam Bahasa Melayu, benda tersebut disebut salji. Tidak, saya tidak akan ndobos soal asal muasal kata atau soal salju.

Continue Reading 14 Comments

Aturan Makan

Jadi table manner ya? sesuai pesanannya Pippy. Repot ini urusannya, karena walaupun saya itu punya “table” tapi “manner” nya itu yang agak repot nyarinya, saya lupa nyimpennya di mana. Begini saja, saya ndongeng sajalah.

Ada sebuah cerita pendek yang berkaitan dengan tata cara makan yang baik dan benar. Jaman Indonesia masih susah dulu (sekarang juga masih yak?) H. Agus Salim pernah diundang makan oleh orang Belanda di Belanda. Sebelum dan sesudah makan Pak Haji mencuci tangannya dengan air di kobokan yang sebelumnya sudah dia minta untuk disediakan. Pak Haji makan dengan tangannya, ndak pakai sendok dan garpu. Si Belanda yang merasa tidak nyaman dengan pemandangan “jorok” Pak Haji makan itu lantas berkata dengan mimik muka melecehkan, “kenapa kamu tidak pakai sendok dan garpu?”
Pak Haji menjawab, “saya dikasih tangan ini oleh Tuhan untuk dipakai oleh saya sendiri, nah itu sendok sama garpu yang kamu punya dipakai oleh banyak orang”

Continue Reading 30 Comments

Gemak sumba

Seribu Intan nomer 31

Lihat foto di samping ini? Agak-agak susah melihatnya? Lha itu foto Gemak sumba (Turnix everetti) dari jarak dekat, sedangkan dari jarak beberapa puluh meter, sudah nyaris tidak mungkin terlihat. Kemampuan menyamar yang luar biasa dari burung yang hidupnya di padang-padang rumput di Sumba. Di dunia, burung ini hanya dapat dijumpai di Sumba.

Sumba memang pulau yang luar biasa untuk burung. Tidak besar pulaunya, tetapi Sumba merupakan rumah bagi tujuh spesies (bahkan mungkin sembilan spesies) burung yang di dunia ini hanya dapat dijumpai di Pulau Sumba saja. Tiga diantaranya terancam punah, termasuk Gemak sumba.

Continue Reading 17 Comments

Hari Ini

Tahun lalu saya hanya bisa memberikan ucapan selamat sekadarnya saja kepadanya, dari jauh pula, seperti juga tahun-tahun sebelumnya. Kali ini saya boleh bergirang hati, saya bisa berada di sisinya, mengucapkan selamat sambil memandangi matanya yang sedang terpejam …. masih tidur dia.

Hari ini saya bisa berada di sisinya, nanti saya akan mencium pipinya disaat dia bangun tidur (mudah-mudahan dia tidak bangun duluan lantas nagih dikasih selamat), mengucapkan kata-kata itu dan melihatnya tersenyum (mudah-mudahan senyum).

Saya ndak bisa memberi apa-apa yang layak buatnya hari ini, tetapi mudah-mudahan kehadiran saya kali ini bisa menjadi hadiah buat dia.

Selamat ulang tahun istriku.

Continue Reading 31 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru