1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Gemak sumba

Seribu Intan nomer 31

Lihat foto di samping ini? Agak-agak susah melihatnya? Lha itu foto Gemak sumba (Turnix everetti) dari jarak dekat, sedangkan dari jarak beberapa puluh meter, sudah nyaris tidak mungkin terlihat. Kemampuan menyamar yang luar biasa dari burung yang hidupnya di padang-padang rumput di Sumba. Di dunia, burung ini hanya dapat dijumpai di Sumba.

Sumba memang pulau yang luar biasa untuk burung. Tidak besar pulaunya, tetapi Sumba merupakan rumah bagi tujuh spesies (bahkan mungkin sembilan spesies) burung yang di dunia ini hanya dapat dijumpai di Pulau Sumba saja. Tiga diantaranya terancam punah, termasuk Gemak sumba.

Continue Reading 17 Comments

Hari Ini

Tahun lalu saya hanya bisa memberikan ucapan selamat sekadarnya saja kepadanya, dari jauh pula, seperti juga tahun-tahun sebelumnya. Kali ini saya boleh bergirang hati, saya bisa berada di sisinya, mengucapkan selamat sambil memandangi matanya yang sedang terpejam …. masih tidur dia.

Hari ini saya bisa berada di sisinya, nanti saya akan mencium pipinya disaat dia bangun tidur (mudah-mudahan dia tidak bangun duluan lantas nagih dikasih selamat), mengucapkan kata-kata itu dan melihatnya tersenyum (mudah-mudahan senyum).

Saya ndak bisa memberi apa-apa yang layak buatnya hari ini, tetapi mudah-mudahan kehadiran saya kali ini bisa menjadi hadiah buat dia.

Selamat ulang tahun istriku.

Continue Reading 31 Comments

Nyolot

Saya dan Paklik Baba berteman sudah lama, cocok sejak awal dan masih berkawan hingga kini. Lha ngobrol di dekat api unggun kemarin itu dengan Paklik Baba artinya begadangan, maklum saja Paklik itu kalau sudah cerita ya segala macam diceritakan, lantas nyolot. Nyolotnya bisa lebih panjang daripada ceritanya dan celakanya nyolotnya Paklik Baba itu menular. Lantas, jadi ada banyak orang yang menyolot di dekat api unggun, termasuk kawan satu ini.

Maka mengalirlah cerita (pendek) yang lantas dikomentari (panjang lebar tinggi) dari mulai soal pendidikan, bencana, sejarah, hiburan hingga demit. Kata-kata yang paling sering diucapkan ya “nggak bener tuh” atau “kan mestinya”.

Paklik Baba sebagai penyolot pertama lantas berkata, “kita ini kalo udah nyolot berasa yang paling bener aja ya sedunia, orang laen salah semua, kagak ada benernya, dasar payah elo-elo pade” begitu katanya sambil nyolot.

Apa iya to?

Continue Reading 17 Comments

Hari Menyenangkan

Lha wong namanya saya ini orang yang hidupnya pas-pasan, maka pas saya sedang menganggur dan ingin klayaban dengan anak-anak, anak-anak pas libur. Pas ingin berkemah dengan anak-anak, pas teman lama menghubungi untuk menyambangi tempat plesiran di alam bebas tempatnya cari nafkah. Lagi pula ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk mengikis citra buruk sebagai “bapak macam apa“. Maka berkemahlah kami selama dua hari satu malam.

Continue Reading 26 Comments

Seriwang sangihe

Seribu Intan nomer 30

Burung ini tadinya dikira sudah punah, habis. Tidak ada kabarnya lagi sejak pertama kali ditemukan oleh Meyer tahun 1878 di dekat Tabukan (sekarang Tabukan lama) di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara. Ada beberapa kali laporan mengenai ditemukannya kembali burung ini, tetapi semua diragukan. Misalnya “penemuan tahun 1978″ di lereng Gunung Awu di Pulau Sangihe. Lha Gunung Awunya baru meletus tahun 1966, hutannya masih gundul, gimana caranya itu burung bisa ada di sana?

Upaya pencarian yang dilakukan beberapa kali semua pulang dengan tangan kosong. Seratus tahun sejak pertama kali ditemukan sudah lewat, masih pada gagal juga. Akhirnya diyakini kalau burung ini sudah tinggal nama saja. Hingga pada akhir tahun 1998 dua pasang burung ini dengan dua anak dilihat di lembah Gunung Sahengbalira, Pegunungan Sahendaruman di Pulau Sangihe.

Continue Reading 15 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru