tanggal 5 April nanti, adalah hari ulang tahun perkawinan Rebecca Rolfe dengan John Rolfe yang ke 396. John Rolfe adalah petani tembakau asal Inggris dan petani pertama dari Virginia yang berhasil mengembangkan tanaman tembakau sebagai produk komersial. Tembakau yang kemudian dikenal sebagai tembakau Virginia yang tersohor itu. Lantas siapa pula Rebecca Rolfe? Ya dia istrinya John Rolfe. Tidak tersohor memang nama itu, tetapi itu bukan nama lahirnya. Perempuan bernama asli Matoaka ini mungkin lebih terkenal dari pada suaminya itu. Matoaka, sang perempuan Indian anak dari Wahunsenacawh kepala suku Powhatan itu juga dikenal dengan nama Pocahontas. Mestinya, banyak yang kenal dengan nama itu.
Kisah hidup Pocahontas memang penuh perdebatan. Kisah hidup yang ditulis di banyak buku bahkan dibuat film, termasuk film animasi oleh Disney, mengundang banyak keberatan. Cerita tersebut kebanyakan berasal dari cerita John Smith yang di banyak tulisan dan film digambarkan sebagai “kekasih” Pocahontas. John Smith sendiri menceritakan pengalamannya dengan Pocahontas lebih dari 17 tahun setelah kejadian tersebut lewat.
Continue Reading
24 Comments

Bagi saya, “cinta” yang coba dibangun oleh banyak kawan sekarang seperti berada di jalur cepat. Dengan bantuan berbagai situs sosial media, piranti chatting dan layanan pesan singkat elektronik (sms), dari awal hubungan yang dibina berada pada gigi tinggi dan gas mentok. Lantas, apakah ini salah? Ah, ini bukan soal salah benar. Ini soal pilihan cara apa yang akan dipakai saja. Saya termasuk orang yang menggunakan cara perlahan dan lama untuk ukuran jaman sekarang. Jika diumpamakan dengan tumbuhan, maka itu adalah tumbuhan yang ditanam dari biji, bukan dari hasil cangkok. Sebut saya kuno … lha ya memang iya. Jaman saya dulu tidak ada fasilitas komunikasi seperti sekarang. Tidak ada chatting? tidak ada sms? trus pakai apa? Begitu pertanyaan yang kerap muncul. Saya jawab, … ya pakai hati … dan pakai surat yang ditulis tangan yang kalau cepat biasanya tiba dipangkuan pujaan hati tiga hari kemudian. Bayangkan itu … pada jaman sekarang bisa ada berapa macam pesan yang sudah dipertukarkan selama tiga hari?! Kalau mau, itu tiga hari sudah cukup untuk dipakai merayu, jadian, mesra-mesra, berkelahi, lantas putus! All just in 3 days.
Continue Reading
31 Comments

Ada sebuah berita yang agak basi, tetapi tetap saja membuat saya gembira. Ini soal berita tentang “naik kelasnya” Garuda Indonesia. Garuda menjadi salah satu dari 29 (bukan 27 seperti yang dilansir oleh Garuda Magazine edisi Maret 2010) penerbangan di dunia yang oleh Skytrax diberi pengakuan sebagai perusahaan penerbangan berbintang empat. Sebagai salah satu pengguna yang sangat sering menggunakan jasa Garuda, saya menilai upaya keras dalam hal peningkatan layanan yang dilakukan Garuda patut diberi penghargaan ini. Mengangkat citra dari sebuah perusahaan penerbangan kelas abal-abal menjadi sebuah perusahaan penerbangan berkelas dunia bukanlah perkerjaan mudah. Saya sendiri pernah menanggapi niatan Garuda untuk menjadikan perusahaan penerbangan ini sebagai perusahaan penerbangan bintang empat dengan cibiran, dan saya salah. Lantas, mengapa pula saya mencibir?
Continue Reading
28 Comments

Anak ini adalah anak saya paling kecil. Adek, begitu kami di rumah memanggilnya. Dialah seteru saya dalam olah cakap di rumah dan celakanya dia sering menang. Lantas ada apa dengan si Adek? Singkatnya si Adek berulang tahun hari ini. Agak istimewa buat saya, karena setelah entah sudah berapa tahun, akhirnya kali ini saya bisa bersama dia di hari ulang tahunnya. Girangkah dia? Kalaupun girang, tidak akan pernah dia tunjukan di hadapan saya.
Continue Reading
34 Comments

Saya kagum, sejujurnya, dengan keberanian Depkominfo mempublikasikan Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia (RPM-KM) untuk dilihat/dibaca dan dikomentari oleh publik. Saya juga senang dengan niat baik seperti yang tertuang pada bagian awal RPM-KM. Marilah rancangan tersebut dibaca, sebelum mengambil sikap. Begitulah, saya lantas membaca rancangan tersebut, berkali-kali, disertai dengan melihat-lihat sumber lain, salah satunya yang dilansir di situs Depkominfo di sini. Berkali-kali membaca karena sulit bagi saya untuk memahaminya. Hingga pada saat saya telah lelah membacanya, saya lantas tiba pada titik di mana saya bertanya, apa ini semua perlu? Bagi saya, itulah masalahnya.
Continue Reading
30 Comments