Bangau bluwok

Seribu Intan nomer 9

Ukurannya termasuk besar, warna bulunta didominasi putih kecuali di bagian sayap ada warna hitamnya. Karena warna tubuhnya, bangau ini dalam Bahasa Inggris lantas dinamai Milky Stork (Mycteria cinerea). Paruhnya kuning panjang dan melengkung dengan tata wajah yang agak-agak gimana gitu. Kakinya jenjang dan panjang dengan jari-jari yang didisain untuk berjalan dengan nyaman di tanah-tanah becek, berlumpur, tetapi juga mampu dipakai untung bertengger di dahan-dahan pohon tempat mereka bersarang. Bangau bluwok, bangau yang anggun jikala terbang ini termasuk burung yang secara global terancam punah.

Continue reading “Bangau bluwok”

Berbual-Bual

Perbedaan arti sebuah kata dari dua bahasa yang serumpun sering mengagetkan, paling tidak dulu saya sering terkaget-kaget. Hanya saja, keterkagetan saya itu toh ternyata adalah keterkagetan yang ndak perlu, kartena kata-kata yang bikin saya kaget itu ternyata ya hanya rekaan saja dan entah bagaimana lantas kok menjadi sesuatu yang dianggap benar-benar ada. Mungkin awalnya hanya untuk lelucon.

Continue reading “Berbual-Bual”

Gender Ganteng

Gender, waaa ini sedap betul. Kalau sudah ndobos soal gender agak semangat saya, soalnya gender sama gendeng cuma beda  r dan ng saja. Gender sendiri suka disalahartikan, paling tidak begitu menurut saya. Gender sering dilihat hanya sebagai perbedaan jenis kelamin saja.  Laki-laki – Perempuan, XY – XX, itu biologis. Lha gender bicara lebih luas dari itu, ada kaitannya dengan sosial budayanya segala …. katanya lho ya. Lantas gender juga tidak hanya memiliki kelompok perempuan atau laki-laki, tetapi juga yang di antara itu.

Continue reading “Gender Ganteng”

Pelangi … pletaaaaakkkk

Saya paling suka bau tanah sesudah hujan. Sering juga nongkrong di luar pada saat-saat sesudah hujan hanya untuk menghirup harum tanah itu. Jika sedang beruntung, makin bungah rasanya kalau lantas disuguhi pelangi, jembatan angkasa berwarna tujuh, yang biasa muncul sehabis hujan. Kumplit.

Entah berapa lagu yang sudah dibuat dengan inspirasi dari pelangi. Fenomena alam biasa sebetulnya, cahaya berwarna putih yang dibiaskan oleh butiran air yang tersisa di udara . Hasilnya ya tujuh warna itu, yang kalau di lagu anak-anak itu direduksi jadi tiga saja, merah kuning hijau di langit yang biru.

Continue reading “Pelangi … pletaaaaakkkk”

Kapuk

Saya itu rewelan kalau sudah soal mau tidur enak. Masalahnya sepele saja mungkin, saya susah tidur kalau kasurnya bukan kasur yang diisi kapuk. Kuno ndak modern? ya biarin. Buat saya, kasur busa itu sumuk, gerah bikin keringetan, ndak enak bangun tidurnya pliket, badan saya yang halus mulus ini lengket semua rasanya. Kalau kasurnya busa, apalagi yang sudah tepos, mending saya tidur di lantai saja.

Continue reading “Kapuk”